Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Drama Panggung Resepsi Pernikahan
0
Suka
9
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Sintya menatap Bram. Tak pernah disangka Bram malam menikahi Fioni, janda yang baru diceraikan suaminya.

‎

‎Sintya tak habis pikir, mengapa secara sepihak dan mendadak ia diputuskan. Dan setelah dua minggu kata putus, yang hanya diucapkan lewat WhatsApp, kemudian Bram menikah.

‎

‎Alasannya Bram sedang ada di Yogyakarta kala itu, menemani temannya yang katanya sakit parah. Tapi Sintya amat yakin, yang ditemui ialah Fioni.

‎

‎Sedang Bram sendiri seperti orang linglung. Ia sejak tadi menengok kanan kiri. Saat ditanya ia hanya bilang tidak ada apa-apa. Hanya sedikit pusing.

‎

‎Dan itu dimaklumi, karena pernikahan mendadak itu sangat menguras energi. Ditambah Bram sejak tadi memperhatikan Sintya yang jelas terluka, tapi tetap mau datang ke pernikahannya.

‎

‎Lalu munculah Doni. Pria seumuran Bram. Bram langsung sumringah, dirinya nampak sudah tidak bingung lagi. Ia pun turun dari panggung resepsi, kemudian menemui Doni.

‎

‎Bram bertanya kenapa Doni tidak datang saat ijab qabul dua hari lalu, tetapi itu dijawab dengan kebingungan oleh Doni.

‎

‎Bram maklum, ia meminta Doni untuk ke atas panggung. Disalami yang ada di atas panggung oleh Doni. Kemudian Bram berbisik sesuatu pada Rudi, ayah Bram. Rudi terkejut, lalu memperhatikan Sintya yang ia lihat sedang mengelap kedua pelupuk matanya dengan tisu.

‎

‎Selain itu Rudi juga heran, mengapa tetap saja Sintya mau datang ke resepsi, setelah berani datang ke ijab qabul, sampai menyebabkan kehebohan karena pingsan. Tapi kini meski Sintya sedih, Rudi melihat wajah wanita dua puluh empat tahun tersebut, tak sesedih dua hari lalu.

‎

‎Lalu... Secara mendadak Sintya dipanggil ke atas panggung. Bram yang pernah cedera otak karena kecelakaan tersebut, memperkenalkan Doni pada Sintya.

‎

‎Sintya yang masih sembab terkejut karena tak ada perubahan udara apapun, secara sepihak Bram mengatakan bahwa ia sudah lama menjodohkan Doni dengan wanita anggun tersebut. Dengan entengnya pula Bram menyatakan, itu sudah lama ia niatkan.

‎

‎Dengan lancar pula Bram memperkenalkan pada tamu undangan yang terheran. Tapi semua tercekat saat pria dua puluh lima tahun tersebut, bercerita bahwa Doni memiliki epilepsi yang amat parah.

‎

‎Bram pun menceritakan bahwa ia pernah melihat Doni kejang di depan mata kepalanya sendiri. Sejak itu Bram menganggap Doni sebagai saudara kandung.

‎

‎Alasan mengapa Bram langsung mengangkat Doni sebagai saudara karena momen pahit, membuat banyak orang merasa iba.

‎

‎Bram menceritakan sang kakak, Steven, yang tewas kejang di depan mata kepalanya, sebagai pemicu dirinya ingin membahagiakan Doni sepanjang hidup.

‎

‎Rudi mengusap pelupuk matanya, duda tersebut menangis sesenggukan. Tapi ia, pun seluruh tamu undangan dan keluarga, tetap memiliki rasa keheranan yang besar.

‎

‎Kenapa tanpa sepertujuan keduanya, Doni dan Sintya dijodohkan? Padahal mereka tak saling kenal. Karena semua melihat, Doni sama bingungnya. Begitu pun Sintya yang melihat hal yang sama dari Doni.

‎

‎Pun pengantin wanita, Fioni, juga keluarganya ikut bingung. Sekaligus marah besar. Karena panggung yang sebenarnya untuk Bram dan Fioni, seolah spotnya diambil oleh drama aneh yang diprakarsai oleh Bram.

‎

‎Semua mata kecuali Bram saling berpandang. Baik yang di atas panggung, maupun yang menyaksikan drama tersebut dari bawah. Layaknya mereka sedang menonton sebuah pertunjukan.

‎

‎Namun Bram tetap tenang. Di tengah kebingungan semua orang. Ia lalu meminta Sintya dan Doni saling mendekat dan memegang tangan.

‎

‎Di tengah keheranan dan kebingungan keduanya, juga di tengah amarah Fioni dan keluarganya, yang memutuskan untuk turun panggung dan pergi, Bram tersenyum sambil merekatkan tangan dua orang terpenting dalam hidupnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Drama Panggung Resepsi Pernikahan
Rere Valencia
Novel
Benang yang Tak Putus
Rie Yanti
Novel
Onyx Eye
Chrystal Calista
Novel
Bronze
4 : 4
mahes.varaa
Novel
Bronze
Can't Stop
Siti Soleha
Novel
Makan Siang
Fadhli Amir
Flash
Sofa tua
Ocha
Komik
Your Pierrot
Meira Eve
Cerpen
B*nci Internasional
E. N. Mahera
Novel
Sanubari
Shinta Jolanda Moniaga
Cerpen
Leni Gendhis: Perempuan di Balik Kayu
Sapphire
Novel
LEIKHUS
Alda Siti Dalilah Nursalam
Novel
Bronze
Sinar untuk Genta
Rika Kurnia
Novel
Gold
Senandung Talijiwo
Bentang Pustaka
Cerpen
Rumah Kedua
Kangguru
Rekomendasi
Flash
Drama Panggung Resepsi Pernikahan
Rere Valencia
Flash
Ratu Promosi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ditertawakan Demi Bertahan Hidup
Rere Valencia
Flash
Bronze
Fakir Mental
Rere Valencia
Flash
Bronze
Mainannya
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Orang-Orang Yang Dibuang
Rere Valencia
Novel
Bronze
Berharga
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kimia
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Aline
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Komedian Runtuh
Rere Valencia
Flash
Bronze
Yang Kucari Selalu Menemani
Rere Valencia
Flash
Bronze
Talenta Yang Tersiakan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lebur
Rere Valencia
Flash
Bronze
Roberto
Rere Valencia
Flash
Bronze
Uang Berbicara
Rere Valencia