Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Kronik Tak Beretika #003--Monyet Pesugihan
0
Suka
621
Dibaca

Kejadian yang akan saya ceritakan ini membuat saya enggak mau macam-macam sama monyet.

Waktu itu saya sekeluarga mengunjungi sebuah tempat wisata klenik. Disebut demikian karena areanya merupakan sebuah pemakaman yang dihuni puluhan monyet. Menurut warga sekitar, monyet-monyet yang menghuni tempat itu adalah jelmaan dari mereka yang dijadikan tumbal pesugihan.

Mitos itu pun tersebar sehingga mendatangkan pelancong dari berbagai daerah.

Saya yang masih bocah kala itu tentu sangat tertarik dengan para monyet lucu.

Sayangnya, enggak ada yang mendekat selama kami berkeliling. Primata itu melakukan kegiatannya sendiri tanpa menghiraukan kehadiran pengunjung.

Pakde-lah yang iseng menirukan suara monyet. Beliau cekikikan bersama anggota keluarga lainnya sehingga diulangi lagi suara tiruannya.

Mulanya, monyet-monyet di sekitar hanya menatap rombongan kami sambil lalu. Namun, beberapa dari mereka yang sedang asyik berkumpul untuk saling memanen kutu menatap kami. Tangan-tangan berbulu yang menyisir kepala kawanannya itu tiba-tiba berhenti.

Pakde dan yang cekikikan tadi sepertinya mulai merasakan hal yang ganjil, sehingga tawa geli mereka seketika terhenti. Apalagi beberapa primata mulai mendekat.

"Ayo, lebih cepat jalannya!" perintah Bapak yang makin membuat hati saya enggak nyaman.

Benar saja!

Mamak tiba-tiba berseru. Saya yang bahkan belum sempat mencerna seruannya seketika histeris karena dua ekor monyet tahu-tahu saja menarik kresek berisi es campur yang saya bawa.

Semua ikut berteriak tanpa melakukan sesuatu kepada saya yang ketakutan setengah mati sambil tarik-menarik dengan si monyet.

Tangan saya kaku untuk melepaskan satu kantung kresek berisi es campur itu. Mata ini terpaku pada taring si primata, teriakannya yang heboh, dan tingkah liarnya hingga ...

π˜‰π˜Ίπ˜’π˜³π˜³π˜³!

Es campur berwarna pink segar itu berhamburan karena wadahnya robek. Saya menangis sejadi-jadinya, sedangkan duo monyet tersangka kabur.

Bapak serta-merta menggendong saya yang masih terisak-isak. Setelah kejadian itu, saya tidak pernah lagi ke sana.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Kronik Tak Beretika #003--Monyet Pesugihan
Ayuning Dian
Komik
Bronze
Si Buyung
Bilal Rizqy
Cerpen
Bentang Bintang
Lovaerina
Cerpen
ANAK EMAK
Endah Wahyuningtyas
Cerpen
Bronze
DR. BASARKEPALA AYAHAB
Atis Dee Jay
Flash
What A Thrilling Night!
hyu
Cerpen
Datang Bawa Malu, Pulang Bawa Duit (lagi)
cahyo laras
Flash
Wesheweshewes
Rainzanov
Komik
Siblings
Anintan Savytri
Komik
BOCAH LANANG
Eternal Comics
Flash
Menahan Berak
Alviandromeda | DigitAlv
Komik
Sang Dewi
faith
Komik
Bronze
AFTER MARRIAGE
Agam Nasrulloh
Flash
Bronze
KELILING DUNIA
Hanan Rafidah
Flash
Bronze
Xeviar dan Malaeohi: Juga Kota-Kota Serta Kehidupan Lain Yang Terlunta
Rere Valencia
Rekomendasi
Flash
Kronik Tak Beretika #003--Monyet Pesugihan
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #004--Sarang Daun di Pelajaran Sejarah
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #005--Gapura Merah
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #006--Tanda X Dalam Matematika
Ayuning Dian
Novel
Klub Merah Jambu
Ayuning Dian
Novel
Parents-parents Rivalry
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #002--Kekisruhan Celana Olahraga
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #001--Terjerat Tali Kambing
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #007--Batal Kondangan
Ayuning Dian