Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Menjelang Kiamat
1
Suka
197
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Semua tidak tahu siapa pengirimnya, tapi saat ini lebih penting pendistribusian mie instan. Kami ingat betul, malam itu. Ada sebuah lagu, yang bagi kami ditulis oleh AI, atau mungkin makhluk ghaib, dikirim ke sebuah stasiun radio.

‎

‎Lagu itu dikirim pada mendiang Teddy Yang, korban pertama. Dimana menurut kesaksian beberapa rekan di stasiun radio, ia mendadak ingin menikmati mie instan setelah mendengar lagu itu

‎

‎Tapi karena tak punya waktu ia tetap harus bersiaran. Dan... Tiga puluh menit kemudian tubuhnya meledak.

‎

‎Setelah itu muncul banyak korban, karena Yang adalah penyiar yang cukup dihormati, jadi banyak yang mendengar lagunya. Tentu semua panik kala itu, termasuk para kru radio.

‎

‎Waktu itu semua belum menyadari penyebab meledaknya Yang, disebabkan tidak mengkonsumsi mie instan karena dipengaruhi lagu yang ia putar.

‎

‎Kemudian satu persatu lapar dan ingin membuat mi instan. Tapi sudah terlalu panik dengan keadaan Yang, dan lebih memilih mengurus penyiar berusia menjelang empat puluh tersebut. Akibatnya mereka semua meledak.

‎

‎Aku sendiri Stephanie Hu, dan lebih baik kita fokus ke saat ini ketimbang terus mengisahkan masa lalu.

‎

‎Jadi, intinya, aku sekarang bertugas sebagai salah satu kepala distributor mie instan. Mengatur agar semua keluarga bisa mendapatkan makanan tersebut dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh menit.

‎

‎Sebab lagu misterius itu secara konstan mendadak terdengar di berbagai tempat. Tak ada yang tahu siapa yang memutar atau dari tempat mana lagunya diputar.

‎

‎Tapi itu juga tak penting. Yang terpenting sekarang mie instan terkirim ke seluruh orang. Apalagi kami belum tahu cara mencegah bencana, kecuali dengan pendistribusian mie.

‎

‎White noise? Tak mempan. Karena bangkrut dan hancur total, setelah seluruh pabrik tak mampu memenuhi kebutuhan semua orang sekaligus.

‎

‎Tentu mengurusi kebutuhan perut yang wajib dipenuhi setelah mendengar lagu, lebih penting ketimbang terus memproduksi headset atau earphone white noise.

‎

‎Katanya, seluruh karyawan pabrik white noise lebih memilih membuat mie instan, sebab lagu misterius itu terus mendadak berputar. Dan tentu mereka lebih sayang nyawa sendiri.

‎

‎Kami disini pun kerepotan. Selain mendistribusikan mie, kami juga harus membuat dan menkonsumsi makanan tersebut. Tentu untuk diri kami sendiri.

‎

‎Jadi kami saling tukar tugas. Ada yang membuat mie, lalu ada yang menyantap, lalu ada yang bertugas. Semua terus berputar, dan mungkin ini loop tanpa akhir.

‎

‎Pabrik mie lain yang juga melakukan metode seperti kami pun amat sibuk. Tidak ada merek mie tertentu lagi, semua kini bersatu membuat mie dalam satu merk, yaitu kemanusiaan. Sebab hanya manusia yang terpengaruh. Kucing, anjing, serta makhluk hidup lainnya tidak.

‎

‎Saat ini pun sebentar lagi aku akan kembali mengonsumsinya, sebab aku tadi mendadak mendengar lagi lagu sialan itu. Aku sebetulnya tidak lapar, tapi aku wajib makan.

‎

‎Itulah kisahku. Aku tidak tahu apa jadinya dunia jika terus seperti ini. Sepertinya lagu misterius sengaja dibuat oleh elit global, atau yang berkuasa atas kami untuk mengurangi populasi.

‎

‎Sebab banyak yang bersaksi dari mulut ke mulut, bahwa di seluruh kediaman para pejabat di seluruh dunia, lagu tersebut tak pernah terdengar. Tapi itu cuma isu, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

‎

‎Dan tak usah kupikirkan, yang penting sekarang aku makan mie dulu, meski perut sudah terlalu bosan dengan rasanya. Lalu setelah itu, aku, kami semua, akan bekerja sesuai protokol yang biasanya kami jalani.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Menjelang Kiamat
Rere Valencia
Flash
Bronze
Janin
Bksai
Cerpen
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karta Ambrose Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Gold
Fantasteen Scary Knock! Knock!
Mizan Publishing
Novel
Gold
Ghost Dormitory in Cairo
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Ranjem
Rere Valencia
Cerpen
Pembisik di Atap
Penulis N
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Kodok Jantan Yang Tak Diundang
Wafa Nabila
Novel
Rajah Hitam
Fasihi Ad Zemrat
Flash
Bronze
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Novel
Bronze
Lift Maut Malam Sabtu
Rana Kurniawan
Novel
Hilang di Malam Pertama
Mar Shahle
Skrip Film
TELUH
RF96
Flash
Halo?
Esteh.maniez
Rekomendasi
Flash
Menjelang Kiamat
Rere Valencia
Flash
Bronze
Comel
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Ranjem
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sepotong Roti
Rere Valencia
Flash
Bronze
Werewolf: Adegan ke 2
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kesendirian
Rere Valencia
Flash
Mio Yang Tetap Mengeong
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Flash
Bronze
Warisan Untuk Orang Serakah
Rere Valencia
Flash
Bronze
Penggantiku
Rere Valencia
Flash
Bronze
Jalani Dulu
Rere Valencia
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Shani
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tempat Untuk Pulang
Rere Valencia