Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mother wound
0
Suka
147
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Mother wound 

Mereka bilang putraku baik dan ramah.

Tapi itu bukan pencapaian yang harus dipuji juga dapat hadiah.

Dunia ini kejam sehingga diajari agar tidak lemah.

Suatu hari, sepasang mata kecil merah.

Lutut kanan berdarah namun masih tersenyum dan menyapa "Mamah,"

Hanya mengangguk lalu melihatnya melangkah.

Luka cukup dalam. Si mungil menahan sakit supaya aku tak merasa susah.

Teringat masa kecil, dimana ibu selalu berkata "Enyah atau pergilah."

Beliau tidak peduli saat aku gelisah atau resah.

Bahkan berjuang sendiri melewati titik terendah. 

Saat memiliki anak, aku tidak pernah marah.

Tetapi membiarkan hati kecilnya patah.

Pola asuh ku lebih parah.

Kemudian memeluk seraya berkata "Adek punya mamah. Ayo berjuang bersama mengatasi masalah." Lalu tangisan kami pecah.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Secangkir Kopi Untuk Kretek
Prasetia Hulu
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Flash
Jadikan Aku Selingkuhanmu
Jasma Ryadi
Flash
Mother wound
cari cuan
Novel
"Suatu Hari" Buku Dari Seorang Sahabat
Ganang Winaryadi
Novel
TIGA DHARMA MENGEJAR CAHAYA
Ariyanto
Novel
Bronze
Gelinang
Hasan Danakum
Novel
AYU SITA (Sepupuku Tercinta)
Dinda Angelica
Novel
KKN
ine dwi syamsudin
Flash
PIL-KA-DES
M. Yofi Prayoga
Skrip Film
Didi Birthday
Jesslyn Kei
Flash
Have Fun, Muka Dua!
Skaya
Flash
Membunuh Tanpa Senjata
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
my wife di dunia maya
Okhie vellino erianto
Novel
ENDORFIN
Aga Lesmana
Rekomendasi
Flash
Mother wound
cari cuan
Flash
Fatherless
cari cuan
Flash
Inner Child
cari cuan