Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Pintuku diketuk pelan dan terdengar suara lirih, "Aku Takdir, buka pintu ini!"
Aku termangu sejenak dengan dahi berkerut lalu bertanya, "Kau takdir yang bisa diubah atau tidak?"
"Kau membuka pintu ini untukku akan menjadi takdirmu, walaupun kau ada pilihan untuk tidak melakukannya."
"Adalah hal yang janggal jika suatu takdir yang sudah ditetapkan bisa tidak tetap."
"Memang betul, takdir itu akan tetap sama atau tetap berubah."
"Jadi apa pun hasil dari yang aku kerjakan itu sudah ditakdirkan?"
"Ya, tapi kau terlalu banyak bicara, cepat buka pintu ini! Kau tidak bisa menolak takdir."
Aku menelan ludah dan menarik gagang pintu yang dingin ini dengan perlahan, lalu melihat kehampaan di baliknya. "Di mana kau?" tanyaku sembari memastikan ke segala arah.
"Aku di hadapanmu, kau takkan bisa melihatku tapi kau bisa melihat bayanganku."
Aku melirik cepat memastikan, dan melihat bayangan buram di lantai.
"Kau hanya bisa melihat itu dan seolah mampu mendengarkan takdir."
"Jadi kau kosong? Jadi kau bukan apa pun? Tapi aku harus menerimamu?"