Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Orang Miskin Itu Sangat Jahat Tapi Mereka Sungguh Baik
0
Suka
193
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Hari itu Simon selesai membantu ibunya, Puji, merapikan meja. Perhatiannya tertuju pada anjingnya yang sedang sakit.

‎

‎Boy sudah sakit selama beberapa hari, namun keluarga tak punya daya untuk membawa ke dokter hewan.

‎

‎Kata lebih tepatnya, hanya cukup untuk biaya bulanan. Ya, keluarga Simon miskin.

‎

‎Ditambah lagi Bambang sudah lima tahun ini sakit, tentu ia keluar dari kantor. Sakitnya cukup parah namun aneh. Banyak yang percaya itu santet.

‎

‎Jadi untuk kebutuhan bulanan sebagai pegawai negeri sipil, Puji sering lembur demi pendapatan tambahan. Sebab gaji Puji seorang diri sangat tidak mencukupi.

‎

‎Lusanya, Simon mendapat kabar dari Bambang, jika Boy menghembuskan nafas terakhir ketika bocah kelas tiga sekolah dasar itu sedang sekolah.

‎

‎Simon tak pernah tahu, dalam kondisi sakit Boy dijual, karena hari itu juga hutang pinjol wajib dilunasi. Tentu Bambang dan Puji berhutang demi kebutuhan harian.

‎

‎Di kantor Puji juga mendapat telepon, telepon dari orang yang komplain karena makanan yang dijual Puji sudah kadaluarsa. Selain bekerja kantoran, dibantu Bambang, ia memang berjualan kue kering.

‎

‎Puji terus mengabaikan telepon tersebut, dan memblokir pelanggan tersebut dari toko online miliknya. Ia sebetulnya berniat memblokir telepon sekaligus WhatsAppnya. Namun pekerjaan tidak membuatnya sempat.

‎

‎Puji terus mengabaikan telepon, padahal yang menelepon sejak tadi adalah Simon. Bambang mendadak kambuh. Untung saja, Zainal, tetangga, membantu ke rumah sakit dengan mobil baknya. Tapi setelah itu ia menuntut upah.

‎

‎Dengan silent mode yang Puji atur, dan menaruh ponsel di meja dimana ia kunci. Ia merasa sudah aman dari telepon yang ia rasa mengganggu.

‎

‎Sesampainya di rumah, Puji mendapati rumah kosong. Zainal memberi tahu jika Bambang kumat. Tentu ia juga menagih uang jasa.

‎

‎Mau tak mau Puji memberinya lima puluh ribu rupiah. Sesuatu yang sangat disyukuri oleh Zainal, karena artinya sore itu dan besok pagi dua putrinya bisa makan.

‎

‎Lalu Puji pergi ke rumah sakit, sepanjang perjalanan ia mampir ke Indomaret dulu. Tukang parkir tak resmi meminta jatahnya. Puji memberi, karena memang saat di dalam dan dirinya amati, tukang parkir liar itu serius menjaga motornya.

‎

‎Puji pun sampai ke rumah sakit. Hatinya berdebar untuk mengetahui kondisi Bambang. Dilihatnya Simon sedang duduk sendiri sambil tertunduk. Saat ditanya kenapa tak menemani sang ayah, Simon mengatakan bahwa Bambang memintanya pergi, karena ada urusan orang dewasa dengan seorang pasien.

‎

‎Ia paham, suaminya sedang melakukan penipuan. Demi kebutuhan harian sebenarnya, tapi juga untuk berjaga, barangkali Bambang tidak bisa dicover negara karena sakitnya langka.

‎

‎Saat berhadapan dengan dokter, untuk mengetahui apakah Bambang dirawat inap atau tidak, Puji kaget setelah tahu uang hasil penipuan sang suami pun tak cukup.

‎

‎Setelah berdiskusi, Puji dan Bambang pun memutuskan untuk menggunakan uangnya, untuk melunasi berbagai biaya dan kebutuhan sekolah Simon yang belum lunas.

‎

‎Tapi sayangnya Simon tak membayarkannya. Ia memutar uang itu dengan beberapa teman, yang sama susahnya. Mereka memutar uang dengan harapan uang yang dihasilkan akan lebih besar. Tujuan mereka hanya satu, bisa punya uang lebih, supaya tidak merepotkan orang tua.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Orang Miskin Itu Sangat Jahat Tapi Mereka Sungguh Baik
Rere Valencia
Novel
Gold
Senandung Talijiwo
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Black Coffee Chemistry
Silvarani
Flash
52 Hz
Riska Irmayadi
Novel
Bronze
Karir & Cinta
Lusi permata sari
Skrip Film
[Bukan] Cinderella
Desi Restiana A
Flash
Parasit
Cindy meilana
Flash
Kau dan Sebatang Lilin
Martha Z. ElKutuby
Cerpen
Is he a Psycho?
Seiren Chan
Cerpen
THE FOOL AND THE DOG
Amar Rahim Gafari
Novel
JOVAN
Giovanna K. A.
Cerpen
Sepi yang merawat
halimatussadiah
Novel
Rumah yang Hirap
Azzahra Nabilla
Novel
Mimpi Riana & 22 KM
Restia Bela Pertiwi
Skrip Film
SEVENTH
Kiko
Rekomendasi
Flash
Orang Miskin Itu Sangat Jahat Tapi Mereka Sungguh Baik
Rere Valencia
Flash
Bronze
Balada Sedih
Rere Valencia
Flash
Bronze
Werewolf
Rere Valencia
Flash
Bronze
Horor
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Akibat Terlalu Cinta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang pengawas sunyi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Keluarga
Rere Valencia
Flash
Bronze
Jalani Dulu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Flash
Bronze
Aku Wis Tekan.
Rere Valencia
Flash
Bronze
Xeviar dan Malaeohi: Juga Kota-Kota Serta Kehidupan Lain Yang Terlunta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Manusia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Amour
Rere Valencia
Flash
98.5 Persen Show Don't Tell
Rere Valencia
Flash
Bronze
Horor Terseram Yang Pernah Ada
Rere Valencia