Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Rooftop
1
Suka
168
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Dari balik dinding kaca ruang kerjanya, Ayumi Sekara selalu punya alasan untuk mengalihkan pandangan. Di luar sana, pada undakan rooftop yang menghadap parkiran, Bhumi Sagara sedang berdiri. Lelaki itu selalu ada di sana tiap jam istirahat. Menyelipkan sebatang rokok di antara jemari, membiarkan asap abu-abu bergulung ditiup angin lalu hilang.

Mereka tidak pernah berkenalan langsung. Jarak terdekat mereka hanya sebatas lorong kantor, sudut pantry, atau barisan meja foodcourt. Mata mereka yang lama bicara, saling melirik nama pada lanyard yang menggantung di leher masing-masing. Bagi Ayumi, ada misteri yang menenangkan dari sosok Bhumi. Bagi Bhumi, Ayumi adalah jeda visual dari badai di kepalanya. Bhumi tidak punya waktu untuk berkencan. Pikirannya habis dibagi untuk biaya kuliah dua adik laki-lakinya dan kemoterapi sang ibu yang mengidap kanker payudara sejak ayahnya wafat waktu ia SMP. Hidup Bhumi adalah tentang bertahan, bukan jatuh cinta.

Keheningan itu runtuh saat kertas voting family gathering dibagikan.

Ayumi membulatkan tekad. Jantungnya berdegup lebih kencang dari mesin cetak saat kakinya menaiki undakan rooftop. Bhumi menoleh, sedikit terkejut mendapati seseorang mendekati teritorinya.

Ayumi mengulurkan tangan. Di jemarinya, ada secarik kertas HVS berwarna berbentuk segi empat kecil. "Buat voting nanti," suara Ayumi agak bergetar. "Kamu harus milih antara Bali atau Banda Neira."

Bhumi menatap kertas itu, lalu beralih ke wajah Ayumi. Sudut bibirnya terangkat tipis—sebuah senyuman langka. "Terima kasih, Ayumi," ucap Bhumi pelan, suaranya serak khas perokok.

Tepat saat itu, pintu pembatas terbuka. Renata berjalan naik membawa tumpukan berkas. Matanya melirik jenaka. "Kencan kok di rooftop, apalah gaji dua digit itu."

Ayumi mendelik tajam, wajahnya mendadak panas. "Ngobrol biasa, Ta. Apa sih," sanggahnya cepat.

Renata berlalu dengan senyum mencemooh. Sebagai sahabat, Renata tahu betul Ayumi jatuh hati pada lelaki yang tampak membosankan dan hampir tidak pernah mengobrol dengan siapa pun itu. Namun bagi Ayumi, di dalam kesendirian Bhumi, ada ketabahan yang justru membuatnya terpikat.

Di undakan itu, keheningan kembali turun. Namun kali ini, kepulan asap rokok Bhumi tidak lagi terasa dingin.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Rooftop
Indah Leony Suwarno
Novel
Gold
Kisah Langit
Mizan Publishing
Novel
Aku ada selalu sama kamu, Sayang!
i dont need you
Novel
Bronze
Pretty Boy for Sheana
Desy Cichika
Flash
Bronze
Ketika Cita-citamu Datang Menyelamatkanmu..
Shabrina Farha Nisa
Novel
Kisah Kelinci dan Singa
Adityo Wisnu Nugroho
Novel
Kisah Kasih 98
Siti Ulfatuz Zhalfa
Flash
Bronze
Isyarat Semesta
Silvarani
Novel
Kita, Cerita, Pena.
aul
Novel
Bronze
Terpikat Pesona Berondong Targetku
Brille23
Novel
Gold
Setelah Kamu Pergi
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Fallen Angel
Naftalia Satra
Novel
Gold
Keki
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Bossku, Sayangku
Mursal fahrezi
Novel
Gold
Asal Muasal Pelukan
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Rooftop
Indah Leony Suwarno
Flash
365
Indah Leony Suwarno
Cerpen
MAIN COURSE
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Nama Terakhir
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Demikian Aku Mencintaimu
Indah Leony Suwarno
Novel
ANIMALS
Indah Leony Suwarno
Novel
Teruo Nakamura 1943
Indah Leony Suwarno
Novel
Captain Wira:1843
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Badai Tak Reda Dalam Semalam
Indah Leony Suwarno
Novel
PUAN
Indah Leony Suwarno
Flash
Dua Potong Kue Bulan
Indah Leony Suwarno
Flash
Sebuah Paragraf
Indah Leony Suwarno
Flash
Film Favorit
Indah Leony Suwarno
Novel
JEDA
Indah Leony Suwarno
Cerpen
She Likes Summer I Prefer Rain
Indah Leony Suwarno