Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Rooftop
1
Suka
13
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Dari balik dinding kaca ruang kerjanya, Ayumi Sekara selalu punya alasan untuk mengalihkan pandangan. Di luar sana, pada undakan rooftop yang menghadap parkiran, Bhumi Sagara sedang berdiri. Lelaki itu selalu ada di sana tiap jam istirahat. Menyelipkan sebatang rokok di antara jemari, membiarkan asap abu-abu bergulung ditiup angin lalu hilang.

Mereka tidak pernah berkenalan langsung. Jarak terdekat mereka hanya sebatas lorong kantor, sudut pantry, atau barisan meja foodcourt. Mata mereka yang lama bicara, saling melirik nama pada lanyard yang menggantung di leher masing-masing. Bagi Ayumi, ada misteri yang menenangkan dari sosok Bhumi. Bagi Bhumi, Ayumi adalah jeda visual dari badai di kepalanya. Bhumi tidak punya waktu untuk berkencan. Pikirannya habis dibagi untuk biaya kuliah dua adik laki-lakinya dan kemoterapi sang ibu yang mengidap kanker payudara sejak ayahnya wafat waktu ia SMP. Hidup Bhumi adalah tentang bertahan, bukan jatuh cinta.

Keheningan itu runtuh saat kertas voting family gathering dibagikan.

Ayumi membulatkan tekad. Jantungnya berdegup lebih kencang dari mesin cetak saat kakinya menaiki undakan rooftop. Bhumi menoleh, sedikit terkejut mendapati seseorang mendekati teritorinya.

Ayumi mengulurkan tangan. Di jemarinya, ada secarik kertas HVS berwarna berbentuk segi empat kecil. "Buat voting nanti," suara Ayumi agak bergetar. "Kamu harus milih antara Bali atau Banda Neira."

Bhumi menatap kertas itu, lalu beralih ke wajah Ayumi. Sudut bibirnya terangkat tipis—sebuah senyuman langka. "Terima kasih, Ayumi," ucap Bhumi pelan, suaranya serak khas perokok.

Tepat saat itu, pintu pembatas terbuka. Renata berjalan naik membawa tumpukan berkas. Matanya melirik jenaka. "Kencan kok di rooftop, apalah gaji dua digit itu."

Ayumi mendelik tajam, wajahnya mendadak panas. "Ngobrol biasa, Ta. Apa sih," sanggahnya cepat.

Renata berlalu dengan senyum mencemooh. Sebagai sahabat, Renata tahu betul Ayumi jatuh hati pada lelaki yang tampak membosankan dan hampir tidak pernah mengobrol dengan siapa pun itu. Namun bagi Ayumi, di dalam kesendirian Bhumi, ada ketabahan yang justru membuatnya terpikat.

Di undakan itu, keheningan kembali turun. Namun kali ini, kepulan asap rokok Bhumi tidak lagi terasa dingin.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
Bertemu Dilema
manna wassalwa
Flash
Rooftop
Indah Leony Suwarno
Novel
Bronze
Cinta 50%
Affa Rain
Novel
SATU SATUNYA JALAN MENUJU DIRIMU
Haryani
Cerpen
Bronze
Menyusuri Pesan TersiratNya
Gia Oro
Flash
Apa Itu Peran Utama?
Aurelia Joelyn Angdri
Novel
Wanita Di Balik Jendela
Lita Febrinasari
Novel
Salmantha (Ketika Cinta Membuktikan Kebenarannya)
Muhammad Arkan
Cerpen
Bronze
Perwakilan rindu di pelupuk mata
penulis kacangan
Cerpen
Kiss From a Rose
Arisyifa Siregar
Novel
Fragile Heart
Angela Nathania Santoso
Novel
Bronze
MYSTERIOUS CEO
BEBBIKITTEN
Cerpen
Bronze
Coffee Blend
Vika Rahelia
Cerpen
She Likes Summer I Prefer Rain
Indah Leony Suwarno
Novel
Bronze
Naik Ranjang
Soh
Rekomendasi
Flash
Rooftop
Indah Leony Suwarno
Cerpen
She Likes Summer I Prefer Rain
Indah Leony Suwarno
Novel
PUAN
Indah Leony Suwarno
Flash
365
Indah Leony Suwarno
Novel
Teruo Nakamura 1943
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Bronze
Demikian Aku Mencintaimu
Indah Leony Suwarno
Novel
JEDA
Indah Leony Suwarno
Cerpen
MAIN COURSE
Indah Leony Suwarno
Flash
Dua Potong Kue Bulan
Indah Leony Suwarno
Flash
Film Favorit
Indah Leony Suwarno
Flash
Sebuah Paragraf
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Bronze
Badai Tak Reda Dalam Semalam
Indah Leony Suwarno
Novel
Captain Wira:1843
Indah Leony Suwarno
Cerpen
Bronze
Nama Terakhir
Indah Leony Suwarno
Novel
Badik Terakhir di Tanah Bertuan
Indah Leony Suwarno