Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Perkenalkan Martil
0
Suka
144
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Nietzsche pernah menyarankan untuk memperkenalkan diri dengan palu godam. Aku pakai martil saja. Lebih ringkas. Mudah dibawa ke mana-mana.

Perkenalkan, namaku Afriza, usiaku 666 tahun, dan aku hidup abadi. Sejak kecil aku menyadari sebuah kelebihan dalam diriku: senyumanku bisa meluncurkan ribuan pesawat ke luar angkasa. Saat mulai menyadari itu, aku mulai meyakini bahwasanya aku adalah seorang Dewangga. Aku percaya itu sepenuhnya, tanpa memaksakan orang lain untuk ikut meyakininya.

Perkenalan ini terutama aku sampaikan kepadamu, ya, kamu... dan teman-temanmu di sudut itu. Kalian yang menjalani hidup dengan modal pekerjaan dengan upah di bawah UMR. Bersama perkenalan ini aku sekaligus membawa saran: ambil satu hal yang paling kamu sukai, dan yakini bahwa kamu adalah seorang Dewa dalam hal tersebut. Percayai itu seutuhnya, tanpa memaksa agar semua orang meyakini hal yang sama.

Ya, kamu adalah Dewa. Kamu bisa jadi seorang Dewa Dapur, Dewa Gorengan, Dewa Reels, Dewa Dracin, Dewa Novel, Dewa Cerpen, Dewa Fiksi-kilat, Dewa Webtoon, Dewa Sajak,... apapun, tapi yakinlah. Tanpa harus teriak-teriak, tanpa harus minta pengakuan dari orang lain. Kalem saja dan teguk minuman kesukaanmu.

Banyak orang akan meragukan, biasa itu. Banyak juga yang akan menertawakan, oh tentu (saranku: ikutlah tertawa bersama mereka). Banyak yang akan meragukan dengan kasar, ada juga yang menolak dengan halus. Beda-beda itu tidak apa-apa. Perbedaan itu anugerah. Perbedaan baru menjadi masalah jika kamu merasa dirimu benar dan orang-orang yang berbeda denganmu kamu hakimi sebagai pihak yang salah. Mereka tidak salah. Kamu juga. Kalian hanya berbeda. Tidak apa.

Perkenalan kali ini, aku cukupkan sampai di sini. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan. Saat aku kembali memukulkan martilku pada kepala-kepala yang lembam. Sampai benjut. Orang-orang benjut biasanya mulai berhenti mengeluh dan mulai berbuat sesuatu. Ya, setidaknya mereka tergerak untuk mengobati benjutnya. Tampil di jalan dengan kepala benjut itu tidak disarankan bukan?

Salam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Perkenalkan Martil
Indra Afriza Arsad
Flash
Kelakar Radith
T. Filla
Cerpen
Bronze
Aku dan Tenang Pikiranku
Ezra Jo
Flash
Langit Tak Pernah Benar-Benar Gelap
Lana Osteen(Sonya)
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Novel
Kebun Warisan Kakek
Allindri S Dion
Novel
Mystic Reveries: Chronicles of the Soul's Journey
Liepiescesha
Cerpen
Springfield dan Kami
muhaibra
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Dia Yang Tidak Butuh Pujian
T. Filla
Flash
Bronze
Menghadapi Sebuah Pilihan: Wisuda atau Menikah?
Deasy Astari Dawangga
Cerpen
Between Fear and Fury
Val
Novel
Bronze
Yang Terpilih
Kemala88
Flash
Hidup yang Katanya Normal
El falach
Rekomendasi
Flash
Perkenalkan Martil
Indra Afriza Arsad
Flash
Jarak
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Penjaga Suara Yang Hilang
Indra Afriza Arsad
Flash
Mei
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Sakanpari: Tempat Kita Pernah Ada
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Di Antara Dua Musim
Indra Afriza Arsad
Flash
Topeng
Indra Afriza Arsad
Flash
Pemburu Capung
Indra Afriza Arsad
Novel
Bronze
Hujan Pertama Di Musim Semi (Buku I: Bramanta)
Indra Afriza Arsad
Flash
Tanggal Lima
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Satu Pagi Di Kopitaloka
Indra Afriza Arsad
Flash
N-P-D
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Bronze
Untuk Yang Pernah Diam
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Kopitaloka: Rumah Yang Kebetulan Menjual Kopi
Indra Afriza Arsad
Cerpen
Selembar Puisi Di Musim Hujan
Indra Afriza Arsad