Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Kisah Seorang Penulis Juga Rencana Akhirnya
1
Suka
55
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Kisah seorang penulis yang publish karyanya tiap hari, bukan tanpa alasan.

‎Adams adalah gadis yang tak pernah mendapat masa cilik serta masa remajanya.

‎Saat cilik oleh orang tuanya, gadis tersebut memperoleh banyak larangan. Bukan orang tuanya tak sayang. Justru mereka amat menyayangi.

‎Akibat dibully sejak sekolah dasar karena kepolosannya dan terlalu berbaik hati, banyak teman sekolah menengah yang dulunya merupakan teman sekolah dasar, menyebar gosip bahwa Adams adalah gadis culun.

‎Akibatnya Adams lanjut dibully, bahkan sampai ke sekolah menengah atas. Alasannya sama, teman sekolah dari tingkatan sebelumnya menyebar tingkah Adams yang dianggap konyol.

‎Pun begitu sampai ia kuliah, Adams sampai kesulitan, dan menjadi mahasiswi paling terakhir yang dinyatakan lulus.

‎Saat lulus banyak murid yang mengoloknya sebagai the last. Dan itulah nama pena yang ia gunakan sebagai penulis. Meski baru di sebuah platform yang ia rasa menghargainya.

‎Adams sebetulnya sudah punya bibit menulis sejak kecil. Tapi tak pernah mendapat penghargaan yang setimpal.

‎Hanya ada satu gurunya yang menghargai. Guru sewaktu sekolah menengah atas, tepatnya guru bahasa indonesia.

‎Sayang, guru tersebut harus terbungkam oleh guru lainnya. Karena hanya unggul di bahasa indonesia bagi mereka sama saja bohong.

‎Kini Adams yang tak punya pekerjaan dan lebih mengandalkan menjadi freelance, menjadi penulis bebas di sebuah platform, yang cukup memiliki kredibilitas tinggi.

‎Namun Adams salah arah. Ia mengupload karyanya setiap hari. Akibatnya bisa ditebak, ada yang menyangka ia menggunakan joki, dipoles AI.

‎Atau yang percaya pada AI namun melihat tulisannya agak berantakan. Menganggap ia memberi prompt pada AI-nya, agar dibuat tulisannya terkesan berantakan.

‎Akibatnya karya Adams tidak laku. Para admin di situs tersebut pun tidak berani memasukkan karya Adams ke katalog Permata Tersembunyi, disebabkan banyaknya akun yang membisukan notifikasi karya Adams.

‎Bila ada satu dua karya saja yang direkomendasikan, bisa membuat gempar. Sebab karya yang bagi banyak prasangka dibuat tidak murni, tentu dipertanyakan kenapa bisa diusulkan.

‎Adams pun sadar dengan apa yang terjadi, ia tahu banyak yang sudah jengah padanya. Tapi ia tak punya pilihan, hanya menulis yang ia bisa.

‎Dirinya bukannya pemalas, tapi memang tak bisa selain menulis. Banyak yang baru percaya ketika Adams ikut bantu kegiatan yang berujung kekacauan.

‎Kini Adams tetap menulis, ia sudah tidak peduli dengan perlakuan member lain. Ia menulis karena memang hanya itu yang ia bisa.

‎Tapi, terkadang ia melihat kolom monetisasi. Siapa tahu ada yang membeli karyanya. Tapi angka yang muncul masih sama. Sudah terpotong dulu oleh bank jika diambil.

‎Jadi pilihannya tersisa dua. Terus menulis, atau menenggak sesuatu, sampai ia lepas, dari yang ia percaya sebagai karma buruknya. Dimana berasal dari kehidupan masa lalu.

‎Meski kemungkinan hal itu terus mengejar sampai kehidupan selanjutnya, Adams merasa dalam hidup baru, ia dapat menata ulang segalanya sejak awal.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Rawan
Eko Hartono
Skrip Film
Hello, Hello Again
Joshua Vincentius
Flash
Bronze
HUT Organisasi Berry-Berry
Silvarani
Flash
Kisah Seorang Penulis Juga Rencana Akhirnya
Rere Valencia
Novel
Bronze
Deklarasi Rasa
Ulil Absor
Novel
Bronze
Unperfect Marriage
Elisabet Erlias Purba
Novel
Bahagiaku bukan Bersamamu
Wahyu Novita Sari
Skrip Film
Oops! Salah TestPack
Mambaul Athiyah
Cerpen
Buste Houder
Ida Ayu Saraswati
Flash
Bronze
Suara adalah Aib
Siti Soleha
Flash
Bronze
Mengejar Cinta Paris
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Bawa aku pergi
Ratu hati
Komik
bintang
happySyndrom
Flash
Bronze
Pengantin Bayangan
Herman Siem
Flash
Bronze
Punggung Kecil dan Nasi Menangis
Ari S. Effendy
Rekomendasi
Flash
Kisah Seorang Penulis Juga Rencana Akhirnya
Rere Valencia
Flash
Bronze
Aku Juga Mencintaimu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Shani
Rere Valencia
Flash
Bronze
McQueen
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tanpa Kompromi
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Paris, 4 Mei
Rere Valencia
Cerpen
Demi Yang Tersayang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Siapalah Aku?
Rere Valencia
Flash
Bronze
Werewolf
Rere Valencia
Flash
Bronze
Perjodohan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sayang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Dunia Yang Berbeda
Rere Valencia
Flash
Bronze
Persekusi, Fitnah
Rere Valencia