Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Lebih Buruk Ketimbang Dieksekusi
1
Suka
178
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Tolong buatin cover bergaya komik dengan genre mafioso berwarna, kak. Aspek rasio 9:16, judul: Lebih Buruk Ketimbang Dieksekusi. Di bawah judul kasih by ReVa. Fontnya bergaya komik dengan genre mafioso berwarna. Covernya seunik mungkin dan seoriginal mungkin, dan engga pernah dibuat dimanapun.

‎

‎Catatan: Model covernya aku dengan memakai gaun pesta dan rambut tergerai, kak. Tapi cuma wajah aja yang jadi referensi. Soal pakaian sesuai isi cerpen.

‎

‎Catatan: Selain judul sama by ReVa, engga ada tulisan atau text lain.

‎

‎Bikin sesuai sama cerpen aku. Ini cerpenku:

‎

‎Hari sudah menuju pagi, kediaman Don Antonio masih ramai dengan pestanya. Sebagai putri Antonio tentu aku juga ada di tempat pesta.

‎

‎Lalu kulihat Albert, ia nampak sangat segar sambil mengobrol ala kadarnya dengan setiap yang ia temui di pesta.

‎

‎Albert baru saja melakukan pengkhianatan, tepatnya pengkhianatan yang diketahui ayahku. Karena kutahu banyak yang berkhianat padanya, tanpa ia ketahui.

‎

‎Sembilan puluh persen malah. Hampir semua yang bekerja padanya pernah berkhianat. Termasuk aku dan suamiku.

‎

‎Lalu ku dekati Albert, aku katakan aku ingin bercinta dengannya. Tentu itu pancingan, supaya ia mau menemuiku empat mata.

‎

‎Akhirnya kutemui ia di salah satu kamar. Albert yang dasarnya kurang ajar itu langsung berusaha mencumbuku.

‎

‎Aku mengelak, dan mengatakan ada hal lain yang lebih penting daripada bercinta. Albert terkekeh, menyatakan akulah wanita pertama yang menolaknya.

‎

‎Aku menariknya, menghentikan tawanya lebih keras, agar para soldier ayahku tidak masuk. Lalu kukatakan apa yang akan aku katakan sangat penting.

‎

‎Albert mulanya terkekeh. Tapi setelah aku membeberkan pengkhianatannya, dia mulai terdistraksi. Ia bertanya darimana aku tahu.

‎

‎Lalu langsung kubalas hukuman bagi pengkhianat bukanlah dihabisi. Tapi lebih dikucilkan dari segala bisnis ayahku.

‎

‎Albert terkekeh dan berkata, jika hanya seperti itu ia akan berkhianat seseringnya. Ia berkata seperti itu sambil berjalan keluar.

‎

‎Kutarik kembali tangannya. Aku menghadangnya keluar. Aku katakan bahwa itu tak sesederhana yang dibayangkan.

‎

‎Aku katakan ayahku bukan hanya berbisnis haram saja. Sembilan puluh persen bisnis di negara ini dikuasai olehnya.

‎

‎Awalnya ia tertawa, tapi kemudian ia membeku beberapa detik. Ia mulai berpikir. Aku memandangnya. Merasa dia mulai mengerti apa bahayanya dikucilkan dari segala bisnis.

‎

‎Kemudian ia bertanya apa yang harus dilakukan. Aku pun berkata, hampir tidak ada. Meski diterima dan bisa berbaur seenaknya, bahkan bisa bercinta.

‎

‎Hanya ada cara kecil, yaitu jadi parasit. Dekatlah pada siapapun, lalu jadilah penjilat untuk mereka. Terimalah walau hanya remah roti.

‎

‎Jadilah budak mereka untuk melakukan hal apapun. Kukatakan, terimalah upahnya meski seremah apapun.

‎

‎Albert pun keluar dari kamar. Aku bernafas lega karena akhirnya dia mengerti apa konsekuensinya jika berkhianat.

‎

‎Tapi, tak lama kemudian, dari kamarku, kudengar ia terkekeh. Aku hanya bisa pasrah, karena aku tahu tipe orang seperti Albert. Orang yang bebal.

‎

‎Aku pun sudah tahu, dua bulan dari sekarang dia akan menjadi apa. Pecandu, hidup di jalanan, atau seperti suamiku, yang juga memutuskan lari dari dunia, saking tak tahannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Lebih Buruk Ketimbang Dieksekusi
Rere Valencia
Novel
Bronze
Sebatas Pernah
Bella
Cerpen
Bronze
SANG BOMBER
Atis Dee Jay
Novel
Bronze
Impian dan Dendam
Riswandi
Novel
I'M Not A Psychopat
Lyraamarta
Novel
Gold
Frankenstein
Mizan Publishing
Novel
F[R]IKSI
Mas AldMan113
Novel
ANGOR
Indah Thaher
Novel
Paket Malam Hari
Hekto Kopter
Flash
Bronze
Menjemput Takdir Kematian
Yuisurma
Novel
KEAPARAT
Ibal Pradana
Flash
Headline
Utep Sutiana
Cerpen
Sasab
Topan We
Novel
Gold
Origin
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
LEHER SANG PEMBULLY
Atis Dee Jay
Rekomendasi
Flash
Lebih Buruk Ketimbang Dieksekusi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Indri dan Musiknya
Rere Valencia
Flash
Bronze
The Chinatown's Crew
Rere Valencia
Flash
Bronze
Penyala Bara
Rere Valencia
Flash
Bronze
Si Penulis Kwikku
Rere Valencia
Flash
Bronze
Aku Wis Tekan.
Rere Valencia
Flash
Bronze
Egoisme Cinta
Rere Valencia
Flash
Mio Yang Tetap Mengeong
Rere Valencia
Flash
Bronze
Uang Berbicara
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Diva
Rere Valencia
Flash
Bronze
Nakal
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kimia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Piye? Enak Jamanku, Tho?
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Paris, 4 Mei
Rere Valencia