Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Yang Bertahan
0
Suka
3
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Bagian 3: Yang Bertahan

(Sudut pandang: relawan pemadam kebakaran lahan)

Aku melepas masker yang sudah menghitam, duduk di bak truk pemadam, menatap titik api terakhir yang akhirnya padam setelah tiga hari tanpa tidur.

Sebelum itu, aku menyeret selang sepanjang satu kilometer melewati lahan gambut yang masih membara di bawah permukaan, karena api gambut tidak menjalar di atas tanah — ia menjalar di dalamnya, sembunyi, muncul lagi di tempat yang tak terduga.

Sebelum itu, aku dan belasan relawan lain berjalan kaki masuk ke titik api karena mobil tidak bisa lewat, membawa pompa jinjing dan tangki air seadanya, sementara asap membuat jarak pandang tinggal beberapa meter saja.

Sebelum itu, aku menerima kabar lewat radio genggam: titik api baru terpantau dari citra satelit, koordinatnya jauh di dalam, dan tidak ada yang tahu pasti berapa luas yang sudah terbakar.

Sebelum itu, aku berpamitan pada keluarga di rumah, membawa bekal seadanya, tidak tahu akan pulang kapan, hanya tahu bahwa semakin lama api dibiarkan, semakin banyak kampung yang akan diselimuti asap.

Sebelum itu, aku hanyalah warga biasa — petani, sopir, tukang bangunan — yang mendaftar jadi relawan karena tak tahan melihat kampung sendiri diselimuti kabut tahun demi tahun, dan berpikir, mungkin aku bisa membantu sedikit saja.

Dan sebelum semua itu, aku pernah bertanya-tanya sendiri: kenapa selalu kami yang turun ke titik api dengan alat seadanya, sementara lahan yang terbakar itu begitu luas, dan musim kering seperti ini datang lagi dan lagi, seolah menjadi rutinitas yang tak pernah benar-benar diselesaikan.

Keterangan:

Bagian penutup ini membawa sudut pandang manusia yang bertindak langsung di lapangan. Berbeda dari Bagian 1 (dampak) dan Bagian 2 (korban), bagian ini menyoroti sisi perjuangan dan pertanyaan yang sering tidak terjawab: mengapa krisis ini terus berulang. Trilogi ditutup bukan dengan solusi, tapi dengan pertanyaan jujur — sesuai kenyataan bahwa masalah ini memang belum selesai.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Role Play (Script)
Desinta Laras
Skrip Film
Yang Hilang
Sholichatun Nisa
Flash
Gemini
Edelweiss
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Novel
Sebutir Kerikil
Yohana Indriani
Skrip Film
Setulus Cinta
Muhammad Riza Afthoni
Skrip Film
Invisible Rain
Camille Marion
Skrip Film
Humanisme
Jia Aviena
Cerpen
Bronze
Resign
Haidee
Novel
Bronze
Unforgettable Story
Ayzahran
Novel
CINTA BUNGA LILY
Permadi Bakhtiar
Novel
Kasih Murni
Yayuk Yuke Neza
Skrip Film
semesta
MiiraR
Flash
Bronze
Alquran Buat Maya
Herman Siem
Flash
Senja di Bola Mata Hasan
amunanjar
Rekomendasi
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Flash
Yang Tersisa dari Hutan
Bobby Mahmud
Novel
PERMAINAN TUJUH NYAWA
Bobby Mahmud
Novel
Jogja, Aku kira Aku singgah
Bobby Mahmud
Novel
4in1: Empat Duda, Satu Perjaka
Bobby Mahmud
Flash
Asap Terakhir
Bobby Mahmud