Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Yang Bertahan
1
Suka
114
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku melepas masker yang sudah menghitam, duduk di bak truk pemadam, menatap titik api terakhir yang akhirnya padam setelah tiga hari tanpa tidur.

Sebelum itu, aku menyeret selang sepanjang satu kilometer melewati lahan gambut yang masih membara di bawah permukaan, karena api gambut tidak menjalar di atas tanah — ia menjalar di dalamnya, sembunyi, muncul lagi di tempat yang tak terduga.

Sebelum itu, aku dan belasan relawan lain berjalan kaki masuk ke titik api karena mobil tidak bisa lewat, membawa pompa jinjing dan tangki air seadanya, sementara asap membuat jarak pandang tinggal beberapa meter saja.

Sebelum itu, aku menerima kabar lewat radio genggam: titik api baru terpantau dari citra satelit, koordinatnya jauh di dalam, dan tidak ada yang tahu pasti berapa luas yang sudah terbakar.

Sebelum itu, aku berpamitan pada keluarga di rumah, membawa bekal seadanya, tidak tahu akan pulang kapan, hanya tahu bahwa semakin lama api dibiarkan, semakin banyak kampung yang akan diselimuti asap.

Sebelum itu, aku hanyalah warga biasa — petani, sopir, tukang bangunan — yang mendaftar jadi relawan karena tak tahan melihat kampung sendiri diselimuti kabut tahun demi tahun, dan berpikir, mungkin aku bisa membantu sedikit saja.

Dan sebelum semua itu, aku pernah bertanya-tanya sendiri: kenapa selalu kami yang turun ke titik api dengan alat seadanya, sementara lahan yang terbakar itu begitu luas, dan musim kering seperti ini datang lagi dan lagi, seolah menjadi rutinitas yang tak pernah benar-benar diselesaikan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Kekosongan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Novel
Deru Hujan Sore Itu ...
Firmanda Adi Perdana
Novel
Bronze
Retak Berhamburan
blank_paper
Flash
Sepenggalan Pagi
Bobby Mahmud
Cerpen
Bronze
Pahatan Hati
Vitri Dwi Mantik
Flash
Hanya Singgah
Ujang Nurjaman
Flash
Suara Terakhir di Tengah Arus
Dyah
Flash
Asap Terakhir
Bobby Mahmud
Flash
Yang Tersisa dari Hutan
Bobby Mahmud
Cerpen
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
Matcha Motchi
Novel
Seribu Langkah
Arzhya
Novel
Bronze
Putih Polos Avicenna
Ravistara
Skrip Film
Kubayar Pelangi dengan Hujanmu (Skrip)
Anis Maryani
Flash
Awan
Hariz Rizki
Rekomendasi
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Flash
Sepenggalan Pagi
Bobby Mahmud
Flash
Asap Terakhir
Bobby Mahmud
Flash
Yang Tersisa dari Hutan
Bobby Mahmud
Novel
Rumah Tangga Percobaan
Bobby Mahmud
Novel
Permainan Tujuh Nyawa
Bobby Mahmud
Novel
ENTROPI
Bobby Mahmud
Novel
4in1: Empat Duda, Satu Perjaka
Bobby Mahmud
Cerpen
Temu: Sebelum Fajar Tiba
Bobby Mahmud
Flash
SONDER
Bobby Mahmud
Novel
Jogja, Aku kira Aku singgah
Bobby Mahmud
Flash
AMIGDALA
Bobby Mahmud
Skrip Film
MIND READER: HUSH
Bobby Mahmud
Flash
Warung Kopi Jam 3 Pagi
Bobby Mahmud
Flash
Mind Reader
Bobby Mahmud