Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Yang Bertahan
1
Suka
259
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku melepas masker yang sudah menghitam, duduk di bak truk pemadam, menatap titik api terakhir yang akhirnya padam setelah tiga hari tanpa tidur.

Sebelum itu, aku menyeret selang sepanjang satu kilometer melewati lahan gambut yang masih membara di bawah permukaan, karena api gambut tidak menjalar di atas tanah — ia menjalar di dalamnya, sembunyi, muncul lagi di tempat yang tak terduga.

Sebelum itu, aku dan belasan relawan lain berjalan kaki masuk ke titik api karena mobil tidak bisa lewat, membawa pompa jinjing dan tangki air seadanya, sementara asap membuat jarak pandang tinggal beberapa meter saja.

Sebelum itu, aku menerima kabar lewat radio genggam: titik api baru terpantau dari citra satelit, koordinatnya jauh di dalam, dan tidak ada yang tahu pasti berapa luas yang sudah terbakar.

Sebelum itu, aku berpamitan pada keluarga di rumah, membawa bekal seadanya, tidak tahu akan pulang kapan, hanya tahu bahwa semakin lama api dibiarkan, semakin banyak kampung yang akan diselimuti asap.

Sebelum itu, aku hanyalah warga biasa — petani, sopir, tukang bangunan — yang mendaftar jadi relawan karena tak tahan melihat kampung sendiri diselimuti kabut tahun demi tahun, dan berpikir, mungkin aku bisa membantu sedikit saja.

Dan sebelum semua itu, aku pernah bertanya-tanya sendiri: kenapa selalu kami yang turun ke titik api dengan alat seadanya, sementara lahan yang terbakar itu begitu luas, dan musim kering seperti ini datang lagi dan lagi, seolah menjadi rutinitas yang tak pernah benar-benar diselesaikan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
First place in my heart
Reveniella
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Cerpen
Bronze
Tuhan Melihat, Tetapi Menunggu
Ahmad Muhaimin
Novel
Gold
Words in Deep Blue
Noura Publishing
Novel
Pada Suatu Titik
Xie Nur
Flash
Senyuman Hana
Eri Fin
Flash
Bronze
Kakekku Playboy Jadul
Abdi Husairi Nasution
Flash
Just Go
Azuma.H
Novel
MIKA PELAYAN SENSI
Euis Shakilaraya
Novel
Bronze
Seni
Eneng Anita
Novel
Like A Flowing Wind
Sugiarty Nasir
Novel
Bronze
Rasanya Seperti Mimpi
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Novel
Palung Mariana
Nisya Nur Anisya
Novel
Bronze
KARMA
Bulan Purnama
Novel
Sunday
nuralitayu
Rekomendasi
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Flash
SONDER
Bobby Mahmud
Flash
AMIGDALA
Bobby Mahmud
Novel
ENTROPI
Bobby Mahmud
Novel
Permainan Tujuh Nyawa
Bobby Mahmud
Cerpen
Temu: Sebelum Fajar Tiba
Bobby Mahmud
Flash
Yang Tersisa dari Hutan
Bobby Mahmud
Flash
Sepenggalan Pagi
Bobby Mahmud
Flash
Asap Terakhir
Bobby Mahmud
Flash
Mind Reader
Bobby Mahmud
Novel
Rumah Tangga Percobaan
Bobby Mahmud
Flash
Warung Kopi Jam 3 Pagi
Bobby Mahmud
Skrip Film
MIND READER: HUSH
Bobby Mahmud
Cerpen
Dua Cepat, Satu Lambat
Bobby Mahmud
Novel
RIFKY dan HANIF #1 — BLOOD COVENANT
Bobby Mahmud