Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Yang Tersisa dari Hutan
0
Suka
3
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Bagian 2: Yang Tersisa dari Hutan

(Sudut pandang: hutan itu sendiri)

Aku menjadi abu, melayang di atas kampung yang dulu kupayungi, jatuh perlahan di atap-atap seng seperti salju yang salah warna.

Sebelum itu, aku menjadi api — merambat dari akar ke akar, dari gambut yang sudah kering seperti kertas tua, menjilat semua yang kutumbuhkan selama puluhan tahun dalam hitungan jam saja.

Sebelum itu, aku menjadi kering. Tanahku yang biasa basah dan lembap berubah retak-retak seperti kulit yang pecah-pecah, dan setiap akar pohon yang dulu menyimpan air kini hanya menyimpan udara panas.

Sebelum itu, aku menjadi asing — sebagian diriku ditebang, dibersihkan, dibiarkan menjadi lahan kosong yang menunggu dibakar, cara paling cepat dan murah untuk membuka ruang baru.

Sebelum itu, aku menjadi rumah — bagi orangutan yang mengayun dari dahan ke dahan, bagi burung enggang yang bersuara nyaring setiap pagi, bagi ribuan serangga kecil yang tak pernah dilihat manusia tapi menjaga tanahku tetap subur.

Sebelum itu, aku menjadi paru-paru — menyerap udara panas dan mengembalikannya sejuk, menahan hujan di akar-akarku agar sungai di bawah tidak kering, agar kampung-kampung di sekitarku bisa terus hidup tanpa harus mengantre bensin atau menutup jendela dari asap.

Dan sebelum semua itu, aku hanya hutan — tumbuh diam-diam selama ratusan tahun, tak pernah meminta apa-apa dari manusia, hanya memberi: udara, air, keteduhan, dan rumah bagi siapa saja yang datang. Aku tidak tahu bahwa suatu hari nanti, memberi terlalu lama justru membuatku dianggap kosong — sesuatu yang boleh dihabiskan.

Keterangan:

Bagian ini mengambil sudut pandang non-manusia agar pembaca melihat dampak dari sisi yang biasanya tak bersuara. "Aku" di sini adalah hutan, dan setiap "sebelum itu" mundur ke masa ia masih utuh — dari abu, api, kering, ditebang, sampai ke masa ia masih menjadi paru-paru dan rumah. Bagian ini adalah pasangan dari Bagian 1: apa yang dialami keluarga di kampung adalah akibat dari apa yang terjadi pada hutan ini.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Love (To be) On Top
Nida C
Flash
Yang Tersisa dari Hutan
Bobby Mahmud
Novel
Bronze
Darkest Point
Misyle Ariel
Novel
Gold
KKPK Little Ballerina 3
Mizan Publishing
Skrip Film
PLUS MINUS
danikwidayanti
Flash
TERLALU BAIK
SURIYANA
Flash
Katanya bukan Friendzone?
ulfina
Flash
Kalah Sebelum Start
Putri Akira
Flash
Topeng
Indra Afriza Arsad
Flash
Asap Terakhir
Bobby Mahmud
Cerpen
Kepulangan Lestari Bersama Seporsi Bakso
muhamad Rifki
Novel
Gema Terakhir di Lantai Rumah
Sy. Ghina Alifatunnisa
Novel
Bronze
The Leaving Co.
Bramanditya
Skrip Film
Andai Esok Tak Pernah Datang
Dina Ivandrea
Flash
Sebelum Daun Gugur
Panca Lotus
Rekomendasi
Flash
Yang Tersisa dari Hutan
Bobby Mahmud
Flash
Asap Terakhir
Bobby Mahmud
Flash
Yang Bertahan
Bobby Mahmud
Novel
Permainan Tujuh Nyawa
Bobby Mahmud
Flash
Sepenggalan Pagi
Bobby Mahmud
Novel
4in1: Empat Duda, Satu Perjaka
Bobby Mahmud
Novel
Jogja, Aku kira Aku singgah
Bobby Mahmud