Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Seorang Tentara Di Dalam Bungker
0
Suka
181
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Aku tidak tahu dia siapa. Tapi dia kemungkinan lawan perang yang kusembunyikan. Usianya masih sekitar 19 tahun, dan dia amat ketakutan.

‎

‎Aku sudah paham hukuman yang akan dijatuhi seseorang yang menyembunyikan lawan perang. Tapi entah mengapa aku ingin tetap dia aman, walau nanti ketahuan, lalu aku dieksekusi mati.

‎

‎Pertama kali kutemui ia sangat panik. Ia kehabisan peluru, dan itulah yang menyelamatkannya. Jika tidak aku sudah mati, pun dirinya. Menyusul. Dikeroyok warga.

‎

‎Lalu dengan bahasa yang tidak aku ketahui, dengan penuh kecemasan ia berkata sesuatu. Aku langsung paham itu adalah tempat persembunyian.

‎

‎Dengan bahasa isyarat, aku arahkan ia ke bungker milik keluargaku. Warisan dari buyutnya buyutku yang asli orang Belanda jika diserang pribumi kala itu.

‎

‎Karena keterburuannya dia sempat terantuk bagian atas bungker. Ia tak punya waktu untuk kesakitan. Langsung lanjut lari ke dalam.

‎

‎Kemudian aku menutup bungker keluarga, yang cukup untuk puluhan orang itu. Ya, puluhan orang, karena dulu buyutnya buyutku punya banyak keluarga.

‎

‎Lalu datang Mang Robi bersama massa. Ia bertanya apakah ada tentara yang berlari ketakutan. Dengan sigap dan tegas langsung kukatakan tidak. Getaran tubuhku aku tahan. Aku menahan nafas.

‎

‎Untungnya aktingku meyakinkan. Mang Robi dan Massa pun pergi. Aku mengembuskan nafas, lega. Tapi kutunggu beberapa menit dulu. Barangkali Mang Robi dan massa kembali.

‎

‎Beberapa menit kemudian aku masuk ke bungker, kulihat tentara belia itu tertidur, kucek bendera di pakaiannya, ternyata ia tentara Italia. Aku lega dia bukan tentara musuh, tapi kenapa dia dikejar massa? Itu pertanyaanku.

‎

‎Kututup bungker, kutunggui sampai ia sadar. Tapi aku takut, kalau ia sadar nanti, dirinya akan kembali ketakutan. Saat itu banyak pikiran yang menggerumuti aku. Layaknya aku ini gula.

‎

‎Apakah dia berkhianat pada negaranya? Atau mengkhianati Indonesia sebagai sekutu negaranya secara pribadi? Atau? Pikiranku blank.

‎

‎Kutunggui ia, namun dirinya tak kunjung sadar. Hingga akhirnya kulihat pakaian tentaranya basah. Aku langsung sadar itu darah. Dia tertembak.

‎

‎Untungnya di dalam bungker ada kotak pengobatan, dan cukup lengkap. Aku yang memang bidan ini mengeluarkan peluru dari tubuhnya. Ia mengaduh kesakitan dengan tetap tak sadar.

‎

‎Lalu kuperban lukanya. Nampak ia ketakutan dan lemah. Setelah selesai ia seperti menyebut nama seseorang. Yang jelas nama seorang wanita. Sudah pasti itu kekasihnya.

‎

‎Kutunggui ia dengan sabar hingga aku ketiduran. Dan ketika aku bangun tentara itu sudah tak ada.

‎

‎Ia tak mungkin berlari ke luar, sebab bungkernya aku kunci, dan kuncinya kukantongi. Jadi aku cari di dalam bungker.

‎

‎Tapi aku tak temukan jejaknya. Bayangan pun tidak. Aku merinding dan ketakutan. Segera aku bergegas keluar dari bungker. Setelah itu kututup bungker itu rapat-rapat.

‎

‎Setelah itu perang masih berlangsung sekitar tiga bulan lamanya. Dan meski dengan ketakutan, aku berulang kali kembali ke dalam bungker. Tentara itu, bahkan jejaknya, tak pernah lagi kutemukan.

‎

‎Siapa dia? Mengapa ia dikejar? Apakah ia berkhianat? Siapa yang dikhianati? Masih menjadi misteri.

‎

‎Dan sebaiknya aku tidak mencari tahu, jika aku ingin diriku serta yang aku sayangi selamanya aman.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Seorang Tentara Di Dalam Bungker
Rere Valencia
Flash
Orang Ketiga
amunanjar
Cerpen
Suara Gemerincing Kereta Kencana Misterius Melaju Membelah Malam
Ryan Esa
Cerpen
Bronze
Bayangan Reno
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kegelapan yang Meringkus Bulan
Aralya Seraquin
Flash
Jatuh Cinta Seharusnya ...
Yuli Harahap
Cerpen
03 Rumah di Keabadian
Bima Kagumi
Cerpen
Misteri Monster Danau
Arthur William R
Novel
Gold
KKPK Asyiknya outbound
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kiamat
hyu
Cerpen
Bronze
Iblis di Menara Lonceng, Edgar Allan Poe penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Detektif Acil
aksara_g.rain
Cerpen
Penghuni Baru
Suci Mulyati
Cerpen
Bronze
Tersesat di Port Arthur
Diah kurniawati Ade Tenu Kurnia
Rekomendasi
Flash
Seorang Tentara Di Dalam Bungker
Rere Valencia
Flash
Bronze
Baik-Baik Saja
Rere Valencia
Flash
Bronze
Candu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Magnum
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kimia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Es Krim Dari Kakek
Rere Valencia
Flash
Bronze
Dunia Yang Berbeda
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Penulis
Rere Valencia
Novel
Bronze
Destiny
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Diva
Rere Valencia
Flash
Bronze
Azizi dan Lulu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Aku Wis Tekan.
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ditertawakan Demi Bertahan Hidup
Rere Valencia
Flash
Bronze
Perjodohan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Penggantiku
Rere Valencia