Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Mantan (Malam Pertama)
0
Suka
285
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

“Coba sebutkan siapa saja mantanmu?”

“Untuk apa kau menanyakan hal itu? Ini kan malam pertama kita.”

“Aku hanya ingin mendengarkannya sebelum kita memulai malam pertama ini.”

“Apakah itu penting?”

“Ya. Ceritakan.”

 

“Namanya Budi. Selama pacaran, kami hanya makan bersama di kantin saat istirahat, pergi ke toko buku, mengikuti ekskul serupa di sekolah, dan tidak ada malam mingguan. Budi anak berprestasi di sekolah dan karenanya nilai sekolahku tidak jelek-jelek amat. Hubungan kami bertahan hingga lulus sekolah dan putus begitu saja ketika kami melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berbeda. Kini aku tak tahu lagi di mana Budi, bahkan aku lupa rupanya seperti apa.”

 

“Lalu aku menjalin kasih dengan Alim. Bukan menjalin, aku yang jatuh cinta padanya, sampai aku tahu dia tak pernah ada rasa untukku. Aku kepalang cinta, ia membuatku jadi budak cintanya. Bodohnya aku tak peduli meski rasaku tak berbalas. Dan kau tahu? Aku menghamba padanya, segalanya kuberi, tak ada rahasia, tak jera, sekalipun aku pernah meminta maaf karena menangis ketika ia memukulku, hingga puncaknya aku laporkan dia ke pihak berwajib. Tak usah kau tanyakan kenapa. Aku sudah tak ingin mengingat bagian itu lagi.”

 

“Dan Satria, lelaki yang membuatku dapat melupakan rasa sakit hati selama percintaan, dia mampu meyakinkanku untuk percaya pada sebuah ikatan cinta. Tiga tahun bersamanya menjadi masa terbaik yang pernah aku lewati. Kami menjalin kasih hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, sampai pada suatu hari, dan aku menjadi tahu kenapa tak pernah sekali pun ia menyentuhku. Satria tak pernah bergairah padaku, hasratnya bergejolak pada jenis kelamin yang sama. Menyedihkan, bukan? Ya, lainnya hanya cinta semalam atau seperluanya saja. Kadang aku berpikir apakah ada cinta yang layak untukku? hingga aku memutuskan untuk selamanya bersama denganmu.”

 

Di depan cermin, Ajeng tersenyum. Sebentar lagi pukul 12 malam, ia akan merayakan hari lahirnya. Ia telah memutuskan akan dengan siapa di usianya yang beranjak menuju angka 30 sampai akhir masa usianya.

 

Ajeng mematikan lampu kamar, beranjak ke tempat tidur, melepaskan piyama dan merebahkan diri. Ia memejamkan mata, menyenandungkan lagu Selamat Ulang Tahun sambil menelusuri tubuhnya dengan jemari menuju tempat yang ia inginkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Mantan (Malam Pertama)
amunanjar
Novel
Beauty of Brains
Noona Moon
Novel
The Stranger
Isro Anisa Firdaus
Novel
Nineteen point Ten
Ropha Locera
Novel
GERA
saceritera
Novel
Gold
Miss Beauty & Mr. Brain
Bentang Pustaka
Flash
Sore Di Tepi Danau
Ikal
Cerpen
Kamu Harus Bahagia, Nad
Faristama Aldrich
Novel
Gold
Mimpi
Bentang Pustaka
Novel
Epiphany
Fibia Tista Avanti
Novel
Pulang Kampung
Ahmad Muzaki
Novel
Gold
Honestly Hurt
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
After I(rana) met U(pravda)
Nsr.Andini
Novel
Stargazing
tanty
Novel
Inikah Cinta?
Affa Rain
Rekomendasi
Flash
Mantan (Malam Pertama)
amunanjar
Cerpen
Somad, Hujan, dan Kasih Ibu yang Tak Sampai
amunanjar
Cerpen
Sungai Kabut
amunanjar
Flash
Orang Ketiga
amunanjar
Flash
Senja di Bola Mata Hasan
amunanjar