Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Mantan (Malam Pertama)
0
Suka
1,549
Dibaca

“Coba sebutkan siapa saja mantanmu?”

“Untuk apa kau menanyakan hal itu? Ini kan malam pertama kita.”

“Aku hanya ingin mendengarkannya sebelum kita memulai malam pertama ini.”

“Apakah itu penting?”

“Ya. Ceritakan.”

 

“Namanya Budi. Selama pacaran, kami hanya makan bersama di kantin saat istirahat, pergi ke toko buku, mengikuti ekskul serupa di sekolah, dan tidak ada malam mingguan. Budi anak berprestasi di sekolah dan karenanya nilai sekolahku tidak jelek-jelek amat. Hubungan kami bertahan hingga lulus sekolah dan putus begitu saja ketika kami melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berbeda. Kini aku tak tahu lagi di mana Budi, bahkan aku lupa rupanya seperti apa.”

 

“Lalu aku menjalin kasih dengan Alim. Bukan menjalin, aku yang jatuh cinta padanya, sampai aku tahu dia tak pernah ada rasa untukku. Aku kepalang cinta, ia membuatku jadi budak cintanya. Bodohnya aku tak peduli meski rasaku tak berbalas. Dan kau tahu? Aku menghamba padanya, segalanya kuberi, tak ada rahasia, tak jera, sekalipun aku pernah meminta maaf karena menangis ketika ia memukulku, hingga puncaknya aku laporkan dia ke pihak berwajib. Tak usah kau tanyakan kenapa. Aku sudah tak ingin mengingat bagian itu lagi.”

 

“Dan Satria, lelaki yang membuatku dapat melupakan rasa sakit hati selama percintaan, dia mampu meyakinkanku untuk percaya pada sebuah ikatan cinta. Tiga tahun bersamanya menjadi masa terbaik yang pernah aku lewati. Kami menjalin kasih hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, sampai pada suatu hari, dan aku menjadi tahu kenapa tak pernah sekali pun ia menyentuhku. Satria tak pernah bergairah padaku, hasratnya bergejolak pada jenis kelamin yang sama. Menyedihkan, bukan? Ya, lainnya hanya cinta semalam atau seperluanya saja. Kadang aku berpikir apakah ada cinta yang layak untukku? hingga aku memutuskan untuk selamanya bersama denganmu.”

 

Di depan cermin, Ajeng tersenyum. Sebentar lagi pukul 12 malam, ia akan merayakan hari lahirnya. Ia telah memutuskan akan dengan siapa di usianya yang beranjak menuju angka 30 sampai akhir masa usianya.

 

Ajeng mematikan lampu kamar, beranjak ke tempat tidur, melepaskan piyama dan merebahkan diri. Ia memejamkan mata, menyenandungkan lagu Selamat Ulang Tahun sambil menelusuri tubuhnya dengan jemari menuju tempat yang ia inginkan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
This doll is my Girlfriend
Lusi permata sari
Flash
Surat Ramalan
BANYUBIRU
Flash
Mantan (Malam Pertama)
amunanjar
Cerpen
Bronze
Sebuah Komitmen
Munkhayati
Flash
Bronze
Indah yang Sejati
DMRamdhan
Flash
Luka Yang Tak Setara
winda nurdiana
Cerpen
Between the Crown and the Heart
Lucky Cat
Cerpen
Letting Go
Tuti Haryati
Novel
Bronze
Awal Sebuah Hubungan Virtual
SastraItuIndah.c
Cerpen
Bronze
Subuh yang Hilang
Galih Priatna
Novel
Bronze
Pelangi Meet Awan
Senandung
Novel
Bronze
Neng Zulfa: Menikah dengan Gus Dingin
Puput Pelangi
Novel
Marvin untuk Nara
Larasatiameera
Flash
Mahar Uang Digital
Dirman Rohani
Flash
Kelana: Menurutmu Kita Apa Lentera?
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Rekomendasi
Flash
Mantan (Malam Pertama)
amunanjar
Flash
Senja di Bola Mata Hasan
amunanjar
Flash
Orang Ketiga
amunanjar
Cerpen
Somad, Hujan, dan Kasih Ibu yang Tak Sampai
amunanjar
Cerpen
Sungai Kabut
amunanjar