Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Tralala Delulu
0
Suka
294
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Seorang gadis sedang berbaring di kasur panjangnya. Sembari memainkan dua peran, seolah menjadi dokter yang sedang mengobati pasiennya dan juga seolah menjadi seorang pasien yang mengadu kesakitan.

​"Dok, tolong aku. Bagaimana aku menghadapi seluruh kepekaanku?"

​"Bagaimana mengubah tubuhku menjadi batu agar aku tidak perlu menyerap apa pun lagi?"

​Namun, peran dokternya kini diam membisu. Ia tak tahu lagi hendak bagaimana meneruskan peran.

​Dibuanglah manuskrip itu, kini bayangan jiwanya kembali terbelah dua.

"​Ada aku yang menjadi aku, ada aku yang menjadi orang lain yang mendengarkan cerita gilaku," ucapnya sembari menyiapkan panggung skenario penghiburan.

​Gadis itu pun memainkan tokohnya menjadi sang pemimpi terlebih dahulu.

​"Hai, kau tahu? Aku habis mendapatkan mimpi bahwa suatu saat akan datang sesosok yang begitu hebat, tangguh dan menyayangiku dengan seluruh sumpah kehidupan. Ia adalah ksatria dari langit yang telah dijaga Tuhan atas jawaban rerintihan doa. Dia akan berusaha menciptakan dunia yang tidak lagi berisik menusuk badanku, dia adalah seorang ksatria yang tangguh. Pun jika nanti tangannya tak mampu membenahi seluruh cakrawala yang jauh, dia akan datang setiap saat memelukku, menemani jeritan kabel putus di seluruh pucuk kepala sampai pucuk kakiku."

"Maka dari itu, aku akan bersiap terlebih dahulu, aku akan menyambung napasku lagi untuk menunggunya, sampai ia akhirnya datang menjemput."

​"Benar, sampai dia menjemput, aku akan merajut napas sesakku sekarang lebih dulu. Aku harus tetap bertahan hidup. Tidak boleh mati dulu."

​Kemudian Sang Pendengar hanya melihat dengan nanar dan tersenyum.

​"Kau yakin itu adalah mimpi dari Tuhanmu?" tanyanya.

​Sang Gadis pemimpi itu menunduk dan berkata, "Aku tidak tahu, aku tidak punya peta apa pun untuk membuktikan itu."

​Sang Pendengar kembali bertanya, "Lalu apakah itu, wahai aku?"

​Sang Gadis pemimpi dengan gemetar, memegangi gambaran mimpi-mimpi retak itu.

​Sembari lidahnya yang juga sama bergetar pilunya berkata, "Ini, ini mungkin ilusi isi kepalaku agar aku tetap bisa bertahan hidup."

​"Otakku yang cerdas ini jelas paling tahu dengan apa yang begitu aku rindukan untuk aku miliki sekaligus takut aku impikan karena begitu takut dirusak kenyataan."

​"Aku tahu itu mustahil, tapi daripada mati atau tersesat dalam doktrin gila kolektif, lebih baik aku gila dengan ilusi yang aku sadari itu adalah ratapan dan kerja keras otakku melindungi diri, iya bukan?"

​Kini kedua peran itu runtuh, tersisa seorang gadis kecil dengan cermin di depannya yang memantulkan bayangannya sendiri.

​Gadis itu menangis dan meringkuk.

​Seolah dipercundangi segala lelembut yang turut tahu sembari mengejeknya dengan penuh bahwa ia sedang bercumbu dengan halu yang entah apakah memang bisa bertemu keselarasan ruang waktu.

​Suara berisik itu berdering bagai nyanyian lelembut yang sedang merundung.

​"Tralala delulu, tralala selalu, delulu melulu, kini gadis muda mengikat nyawanya dengan secarik halu."

​"Tralala delulu, tralala selalu, delulu melulu, Sang gadis muda menyambung nyawanya dengan secarik halu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Tralala Delulu
Dinda Kusuma Ati
Novel
Bronze
Para Joki
Farida Zulkaidah Pane
Novel
The Elder: Perang Lima Tahun
Manu de Hart
Novel
Last Man Standing
Arif Putra
Flash
Operasi Langit Merah
Penulis N
Cerpen
Firefly: A Pair of Little Kids
Adinda Amalia
Novel
Bhairava
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Kalah Main Gaplek
Yovinus
Flash
Kutuk Marani Sunduk
Rainzanov
Novel
Shangkara
Ghozy Ihsasul Huda
Cerpen
Bronze
MYTHOEPIA: Sebuah Cerpen Fantasi Epik
Blue Sky
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Flash
Bronze
Mengantar Rana
Silvarani
Flash
Salah Terka
Iena_Mansur
Cerpen
TAHAJUD EVERYDAY
NURYATI
Rekomendasi
Flash
Tralala Delulu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Novel
Maya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Blasfemi
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Novel
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati