Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Pulang
0
Suka
689
Dibaca

Seorang pucuk sari bunga sedang menghadap Tuhan.

"Tuhanku yang penyayang, aku telah merawat dan menjaga tumbuh para tunas yang menemuiku disepanjang perjalanan."

"Tuhan ijinkanlah, tanganku ini juga memapah tunas tunas yang ku-lahirkan."

"Tuhanku yang pengasih, aku telah menimba banyak bekal tentang warna warni kasih, lantas kemanakah muara kasihku ini akan pergi?"

"Tuhan, aku jatuh bangun menyiapkan bekal. Aku tidak mau yang ku tuju hanyalah kematian."

"Tuhan, apakah kemurnian dan kesucian yang juga aku genggam erat ini hanya untuk menyambut kematian?"

"Tuhan, apakah keberanianku dalam berdoa hanya mengantarku kepada kematian ?"

....

Kini setelah ia menghadap Tuhannya, ia menghadap pada seluruh semesta raya untuk mengumandangkan pesan jerit batinnya.

Dititipkannya pesan pada bintang bintang.

"Maka, tolong."

"Pulang,"

"Pulanglah pulang,"

"Pada muaramu."

"Sayapku yang hilang lama."

Dititipkanlah pesan pada rembulan.

"Pulanglah pulang,"

"Detakku yang berkelana jauh dari jantungnya."

Dititipkanlah pada angin malam.

"Pulang,"

"Pulanglah pulang,"

"Pada sambutku yang telah tenang teriringi genggaman Tuhan yang memaksa reruntuhanku untuk tetap kokoh berdiri menantimu pulang."

Dititipkanlah pesan pada akar pepohonan.

"Pulang,"

"Pulanglah pulang,"

"Lalu antar aku pulang,"

"Kembali pada tubuhmu yang kokoh menenangkan."

Dititipkanlah pesan pada serbuk sari yang terbang mengembara hendak melahirkan tunas.

"Duhai sayapku yang hilang,"

"Pulanglah, dan bawa aku pulang."

"Ikat aku selamanya,"

"Dalam kesucian,"

"Dalam kelembutan,"

"Dalam restu Tuhan."

"Selamanya,"

"Dalam satu dunia dan satu alam tuh yang sama."

"Hingga kita menemui pintu cahaya,"

"Bersujud menyerahkan bunga kemenangan."

"Yang maknanya tak akan lekang dimakan zaman."

Kemudian ia menengadah ke langit, dititipkanlah pesan hatinya kepada bintang bintang.

"Duhai bintang, jadilah rambu rambu untuk menuntun belahan jiwaku pulang."

"Sampaikanlah padanya..."

"Dengarkanlah, lalu pulanglah."

"Duhai sayapku yang telah lama terpendar jauh dari genggaman."

"Dekap erat aku yang sama seperti dirimu, kedinginan menanti rumah untuk pulang."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Pulang
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Bronze
TERSESAT DI IPOH
glowedy
Flash
Bronze
Desa Naga Kayu
Silvarani
Novel
Gold
Catwoman
Mizan Publishing
Flash
Yard
karyasmpitinsankamil
Flash
Bronze
SALAH PAHAM
sisibulan
Flash
DIPAKSA MENYERAH
Khoirul Abidin
Flash
Pohon sawo
Mahmud
Flash
Kenapa saya tidak bisa login ke akun sulselbar mobile?
Call Center Resmi Permata Bank
Flash
KUMPULAN TATIKA
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Menyulam Asa Di Balik Dinding Desa
Marliana
Flash
Kota Sunyi Di Malam Hari
Hans Wysiwyg
Flash
Bronze
Jam Pasir
Afri Meldam
Novel
Bronze
Limerence
Kennie Re
Cerpen
Bronze
Bodyguard Cat
Nabilla Shafira
Rekomendasi
Flash
Pulang
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
A Most Earnest Letter to Those Who Brought Me Forth
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pengakuan
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sajak Angin
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pergantian Siang dan Malam
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Novel
Maya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati