Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Aporia
0
Suka
410
Dibaca

Aku melintas meraba ruang dan waktu

Terkulai kakiku,

Bertanya batinku,

"Semahal ini-kah sebenarnya kesadaran itu?"

"Bagaimana mungkin? "

"Sebuah seruan cahaya dianggap opera menakjubkan bukan sebagai peringatan untuk pulang."

"Tuhan ... bukankah seharusnya mereka benar benar bisa melihat dan membaca sebagaimana Engkau telah memberikan mata dan juga hati serta kepala ?"

Nocture no 20 in C-sharp minor op.posth, violin and piano, Frédéric François Chopin, adalah melodi menyakitkanku kali ini

Sembari masih duduk di tempat penuh sunyiku sendiri.

Badai taufan kini datang lagi, sembari menyapaku. 

"Bagaimana? Apa kataku? Benar kan? Sebaiknya mereka memang disapu bersih saja."

"Aku jalan sekarang, ya.."

Aku terdiam, tidak menyanggah dan membiarkan badai itu meluluh lantak, aku hanya berkata pada angin malam

"Angin sejuk, kemarilah peluklah aku"

Setelah angin sejuk memelukku lembut, kembali aku lihat sang badai taufan itu lagi. 

"Engkau, sang penuntut keputusan. "

"Larilah ke ujung lautan. "

"Jika sudah waktunya."

"Botol suratku akan menjamah kakimu juga."

"Akan tertulis jelas di sana."

"Jika sudah pada masanya lebur maka leburkanlah ... Aku juga tak akan mampu menghalau kehendak yang telah ditetapkan dalam kerangka utama penciptaan."

...

Kemudian aku menunduk lesu penuh kesedihan. 

Maafkan aku para kunang kunang malam. 

Jika memang tidak pantas masa ini menatap terang. 

Maka sembunyilah sampai gemuruh memberi pertanda bahwa semua telah meneguk pahit getir tegurannya.

Percayalah saat itu, suatu saat, 

Pasti akan datang, 

Pasti akan, ada gilirannya, 

Kita menari di bumi-Nya. 

Namun mohon ingatlah .... 

Jika suatu hari nanti sampai pada lonceng pembersihan langit menyeruak.

Meneduhlah pada gua ketenangan sembari merangkul para tunas yang lemah.

Dan biarkan para pohon liar yang pongah itu dibabat habis badai yang menggugat pertanggungjawaban.

Sungguh setiap hembusan nafas sudah dalam perhitungan semesta.

...

Aja ngira-ngira witing kale, nanging ngira-ngira witing kapitunan.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Aporia
Dinda Kusuma Ati
Novel
Costa Blanca
Kharizma ahmada
Novel
GURITA KOTA
Indra S Miraj
Novel
Remarkable 2: Special Bonus Prize
FS Author
Cerpen
Bandar Sungsang 2099
N.P. Ramadhan
Novel
CHAINS : Beyond The Mist of Shattered Illusion
Lyneetra
Novel
Bhairava
Ghozy Ihsasul Huda
Cerpen
Pahlawan dengan Manisan
zain zuha
Cerpen
Last Sunday
Varenyni
Novel
Tak Kunjung Penantian
muhamad Rifki
Cerpen
Bronze
Perwakilan Rakyat? No! Majelis Binatang? Yes!
Habel Rajavani
Novel
Gold
Wundersmith
Noura Publishing
Novel
Langkah Awal Menuju Dunia
Andhika Tulus Pratama
Flash
Last Kiss
Ika Karisma
Flash
Percobaan 0306
Varenyni
Rekomendasi
Flash
Aporia
Dinda Kusuma Ati
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Novel
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Novel
Putri Cahaya Suci dan Penjaga Agungnya.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Gelandangan Muda
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Aku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Flash
Tralala Delulu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati