Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Jika Aku
0
Suka
361
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Seorang santri unggulan sedang menyiapkan naskah dialog untuk dibacakan pada momentum perayaan Hari Kelahiran Sang Nabi di pondoknya. 

Sesampai di tengah paragraf dimana jemarinya melukis aksara itu, tangannya mulai melemas, pena di tangannya pun terlepas. 

Sembari menatap nanar melayang di udara, santri itupun merapalkan sebuah tanya dalam jantungnya seolah memanggil Sang Tercinta yang menatapnya dari surga. 

"Jika aku nanti bertemu denganmu"

"Akankah layak untuk aku mengangkat kepalaku?"

"Kepalaku yang masih tidak bisa merangkai peta untuk membuat taman bunga sempurna untuk wahyu penyempurna yang kau bawa itu."

Dalam larik jeritan batin ini air matanya menetes dari kedua pelupuknya, pandangannya mulai kabur berembun air yang menggenang penuh. 

"Jika nanti aku bertemu denganmu

Akankah layak tanganku berjabat dengan tanganmu ?"

"Tanganku yang masih sulit untuk melukis kesempurnaan iman pada ajaran yang kau bawa dengan parau, sakit, sesak dan keindahan nuranimu?"

Embun yang telah penuh menggenang itu pun kini jatuh membasahi rancangan pidato yang ia susun. 

"Jika nanti aku bertemu denganmu

Akankah mataku layak menatapmu wahai sang cahaya teduh?"

"Mataku yang masih saja belum sempurna dalam melihat segala teka teki dalam setiap garis yang terbentuk dalam lembaran yang kau bawa itu."

Kini santri yang diagung agungkan semua orang ini tertunduk malu, kedua tangannya bergemetar. 

"Jika nanti aku bertemu denganmu...."

"Apakah tubuhku yang rapuh karena luka kecil ini layak berhadapan dengan tubuh teguhmu."

Gigi giginya mulai bergemeretak, kedua pipinya telah basah. 

"Jika nanti aku bertemu denganmu...."

"Apakah mulutku yang masih saja belum sempurna mencontoh lembut tuturmu ini pantas berkata bahwa aku mencintaimu?"

"Jika nanti aku bertemu denganmu...."

"Jika nanti aku bertemu denganmu...."

"Jika nanti aku bertemu denganmu.... "

Tangisnya pecah ia meringkuk tak lagi mampu menahan pilu. 

Sebuah kalimat yang selama ini ia sembunyikan dalam dalam pun menyeruak menatapnya menuntut dilihat. 

"Wahai yang tercinta.... "

Apakah aku layak berkata bahwa aku adalah umatmu?

Senin, 25 Agustus 2025 / 1 Rabiul Awal 1447 H

Menjadi prosa 16 Agustus 2026 / 3 Rabiul Awal 1448 H

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Jika Aku
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Bidak Catur
Aralya Seraquin
Flash
Sebuah Impian
Faristama Aldrich
Flash
The Nightmare
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Ke Ujung Semesta
Handi Yawan
Cerpen
Istana Burung
Gen★
Novel
Bronze
Subhaanalloohi (Sutasoma)
Hermawan
Flash
Bronze
Manusia Super
Afri Meldam
Flash
Bronze
Doa Seorang Nabi
Afri Meldam
Cerpen
Anti Crown
Rexa Strudel
Flash
SATU MALAM UNTUK BERTINDAK
Penulis N
Flash
Bronze
Desa Naga Logam
Silvarani
Skrip Film
Boss Z
Alexandre Christie
Flash
Bronze
Arah Tujuan Mana Yang Ingin Diraih?
Neil E. Fratér
Flash
Selamatkan Rabit
Sulistiyo Suparno
Rekomendasi
Flash
Jika Aku
Dinda Kusuma Ati
Novel
Maya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pergantian Siang dan Malam
Dinda Kusuma Ati
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika aku harus menyapa nerakaMu, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Flash
A Most Earnest Letter to Those Who Brought Me Forth
Dinda Kusuma Ati
Flash
Gadis Kecil dan Kaca Kristalnya
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pengakuan
Dinda Kusuma Ati