Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Tahun 1992 di Teluk Betung, Bandar Lampung, saya sendirian di kantor yang sepi hingga larut malam, sibuk di depan komputer yang saat itu masih menjadi barang langka.
Ketika azan Maghrib berkumandang, saya beranjak ke mushola pojok kantor untuk mengambil wudu. Di tengah kesunyian tempat wudu, sebuah sentuhan dingin tiba-tiba mendarat di bahu kiri saya. Saat saya menoleh ke belakang, tidak ada siapa-siapa. Belum sempat rasa kaget mereda, sentuhan kedua yang lebih kuat kembali menekan bahu saya tatkala saya selesai membasuh kaki. Diselimuti bulu kuduk berdiri dan rasa takut yang menghantam dada, saya mempercepat wudu dan bergegas masuk ke dalam mushola untuk menunaikan salat Maghrib. Saat bersujud di rakaat terakhir dengan ketegangan puncak, hembusan napas dingin menyapa tengkuk saya, membuat saya menyelesaikan salam dengan penuh perjuangan batin.
Saya segera merapikan sajadah dan kembali ke ruang komputer yang terang untuk menenangkan diri. Namun, misteri malam itu akhirnya tersingkap ketika saya menemukan secarik catatan dari rekan kerja senior yang tertinggal di laci meja: ia sengaja menjahili saya dari balik dinding sekat kamar mandi karena mengira saya adalah orang usil yang gemar menakut-nakuti pegawai lembur.