Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Lokasi: Sungai Lubai, dekat Beringin Besar, Desa Jiwa Baru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Waktu: Sekitar tahun 1962. Tokoh: Kakek Buya Em, Ayuk Yuli, Aku (Amar).
---***---
Tahun 1962, Sungai Lubai di Desa Jiwa Baru menjadi urat nadi warga, sekaligus menyimpan misteri di balik angkernya area "Beringin Larangan". Kakek Buya Em, pemuda yang kala itu paling skeptis pada takhayul, nekat mandi sendirian di sungai saat malam menjelang Maghrib demi menghindari air sumur yang dingin.
Di tengah kesunyian air yang mendadak berubah dingin menusuk tulang, Kakek Buya Em melihat sosok raksasa setinggi tiga meter berlumut hitam dengan mata menyala merah menatapnya tajam dari dekat pohon beringin besar. Digerogoti rasa takut luar biasa saat makhluk itu melangkah mendekat, Kakek melompat lari tunggang langgang hanya berbalut handuk hingga ambruk di tangga rumahnya, berujung demam tinggi selama sepekan. Kesaksian itu dikuatkan oleh Ayuk Yuli, yang beberapa tahun kemudian sempat mencium bau amis bercampur melati dan melihat sepasang mata merah mengawasi dari balik akar beringin.
Namun, misteri itu mendadak menemui kenyataan ganjil ketika bertahun-tahun kemudian Amar menemukan sebuah foto tua lipatan lemari milik sang kakek. Di balik foto Kakek Buya Em berlumur lumpur di tahun 1962, tertulis coretan tangan nenek: "Hari ini Buya ketahuan warga menyamar jadi penunggu beringin demi menakut-nakuti para pemuda desa yang sering berjudi di tepi sungai."
---***---
Demikianlah kisah nyata pertemuan mencekam Kakek Buya Em dengan makhluk raksasa di Sungai Lubai.
Terima kasih sebesar-besarnya karena telah membaca kisah dari Desa Jiwa Baru ini hingga tuntas. Kami sangat menghargai waktu dan perhatian Anda. Nantikan dan ikuti terus cerita-cerita misteri serta legenda lokal lainnya yang siap membuat bulu kuduk Anda berdiri. Sampai jumpa di kisah selanjutnya!