Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
0
Suka
448
Dibaca

Lokasi: Sungai Lubai, dekat Beringin Besar, Desa Jiwa Baru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Waktu: Sekitar tahun 1962. Tokoh: Kakek Buya Em, Ayuk Yuli, Aku (Amar).

---***---

Tahun 1962, Sungai Lubai di Desa Jiwa Baru menjadi urat nadi warga, sekaligus menyimpan misteri di balik angkernya area "Beringin Larangan". Kakek Buya Em, pemuda yang kala itu paling skeptis pada takhayul, nekat mandi sendirian di sungai saat malam menjelang Maghrib demi menghindari air sumur yang dingin.

Di tengah kesunyian air yang mendadak berubah dingin menusuk tulang, Kakek Buya Em melihat sosok raksasa setinggi tiga meter berlumut hitam dengan mata menyala merah menatapnya tajam dari dekat pohon beringin besar. Digerogoti rasa takut luar biasa saat makhluk itu melangkah mendekat, Kakek melompat lari tunggang langgang hanya berbalut handuk hingga ambruk di tangga rumahnya, berujung demam tinggi selama sepekan. Kesaksian itu dikuatkan oleh Ayuk Yuli, yang beberapa tahun kemudian sempat mencium bau amis bercampur melati dan melihat sepasang mata merah mengawasi dari balik akar beringin.

Namun, misteri itu mendadak menemui kenyataan ganjil ketika bertahun-tahun kemudian Amar menemukan sebuah foto tua lipatan lemari milik sang kakek. Di balik foto Kakek Buya Em berlumur lumpur di tahun 1962, tertulis coretan tangan nenek: "Hari ini Buya ketahuan warga menyamar jadi penunggu beringin demi menakut-nakuti para pemuda desa yang sering berjudi di tepi sungai."

---***---

Demikianlah kisah nyata pertemuan mencekam Kakek Buya Em dengan makhluk raksasa di Sungai Lubai.

Terima kasih sebesar-besarnya karena telah membaca kisah dari Desa Jiwa Baru ini hingga tuntas. Kami sangat menghargai waktu dan perhatian Anda. Nantikan dan ikuti terus cerita-cerita misteri serta legenda lokal lainnya yang siap membuat bulu kuduk Anda berdiri. Sampai jumpa di kisah selanjutnya!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Sazadah Hitam
Paul Siem
Novel
Bronze
Hizib
Topan We
Flash
Anatomi Tempat Tidur
Jasma Ryadi
Cerpen
RIN
Rico Tsiau
Novel
Dongeng Tengah Malam
Maghfira Izani
Cerpen
Ikut Pulang
RA Senja
Flash
Tomat
Yaraa
Skrip Film
RUWAT
Herman Siem
Flash
Ditakuti Anak-anak
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Bronze
MARAKAYANGAN: Yang Tertolak Dua Dunia
Trippleju
Flash
Bayang-Bayang di Plainfield
Haris Hidayat
Flash
CERITA HOROR BU BARIE
Sarjana MIPA
Flash
Aku Tahu Kau Sudah Mati, Sayang
Ibal Pradana
Cerpen
Bronze
Aturan Mutlak
Rere Valencia
Rekomendasi
Flash
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Dodol Keramunting
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
6 PEMBUKA MASALAH
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Novel
Kejernihan yang Kita Jaga
Amrullah Ibrahim
Novel
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Senandung Rindu yang Mencair
Amrullah Ibrahim
Flash
Tawa Misterius di Tepi Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Pengembaraan Cinta Sang Pendekar Langit
Amrullah Ibrahim
Novel
Takdir di Balik Cadar dan Jas Mewah
Amrullah Ibrahim
Novel
Menembus Tembok Adaptasi
Amrullah Ibrahim
Novel
Arkan Ar Rimbai
Amrullah Ibrahim
Novel
Titik Temu
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Bayang-Bayang Danau Toba
Amrullah Ibrahim