Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
0
Suka
551
Dibaca

Lokasi: Sungai Lubai, dekat Beringin Besar, Desa Jiwa Baru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Waktu: Sekitar tahun 1962. Tokoh: Kakek Buya Em, Ayuk Yuli, Aku (Amar).

---***---

Tahun 1962, Sungai Lubai di Desa Jiwa Baru menjadi urat nadi warga, sekaligus menyimpan misteri di balik angkernya area "Beringin Larangan". Kakek Buya Em, pemuda yang kala itu paling skeptis pada takhayul, nekat mandi sendirian di sungai saat malam menjelang Maghrib demi menghindari air sumur yang dingin.

Di tengah kesunyian air yang mendadak berubah dingin menusuk tulang, Kakek Buya Em melihat sosok raksasa setinggi tiga meter berlumut hitam dengan mata menyala merah menatapnya tajam dari dekat pohon beringin besar. Digerogoti rasa takut luar biasa saat makhluk itu melangkah mendekat, Kakek melompat lari tunggang langgang hanya berbalut handuk hingga ambruk di tangga rumahnya, berujung demam tinggi selama sepekan. Kesaksian itu dikuatkan oleh Ayuk Yuli, yang beberapa tahun kemudian sempat mencium bau amis bercampur melati dan melihat sepasang mata merah mengawasi dari balik akar beringin.

Namun, misteri itu mendadak menemui kenyataan ganjil ketika bertahun-tahun kemudian Amar menemukan sebuah foto tua lipatan lemari milik sang kakek. Di balik foto Kakek Buya Em berlumur lumpur di tahun 1962, tertulis coretan tangan nenek: "Hari ini Buya ketahuan warga menyamar jadi penunggu beringin demi menakut-nakuti para pemuda desa yang sering berjudi di tepi sungai."

---***---

Demikianlah kisah nyata pertemuan mencekam Kakek Buya Em dengan makhluk raksasa di Sungai Lubai.

Terima kasih sebesar-besarnya karena telah membaca kisah dari Desa Jiwa Baru ini hingga tuntas. Kami sangat menghargai waktu dan perhatian Anda. Nantikan dan ikuti terus cerita-cerita misteri serta legenda lokal lainnya yang siap membuat bulu kuduk Anda berdiri. Sampai jumpa di kisah selanjutnya!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Rante Aji
Arumdalu
Flash
Menjelang Kiamat
Rere Valencia
Flash
Bronze
Hujan
Lirin Kartini
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi
Flash
Black
Rama Sudeta A
Flash
Hantu
Halfmoon Smile
Cerpen
Bronze
Jurit Malam Di Perumahan Setan
Yona Elia Pratiwi
Novel
Gold
Salon Tua
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Balian
Bksai
Cerpen
Pengasuh
Linggarjati Bratawati
Novel
Santri Tak Kasat Mata
Hanif Hilmi Ali
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Eureup
wina widiawati
Novel
Binar Kasih di Tengah Teror Gaib
Meliawardha
Rekomendasi
Flash
Raksasa Penunggu Beringin di Sungai Lubai
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
MUSTIKA RANAU: TAKDIR PANCA ELEMEN
Amrullah Ibrahim
Flash
Gadis Cantik Tengah Malam
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Menakar Waktu dalam Ridha-Nya
Amrullah Ibrahim
Novel
Takdir di Balik Cadar dan Jas Mewah
Amrullah Ibrahim
Novel
ANAK JURAGAN EMPING
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pulang Menuju Pelukan
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Novel
Lentera Teratai Tujuh Misteri
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
LILLAH
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Arkan Ar Rimbai
Amrullah Ibrahim
Novel
KABUT EMAS GUNUNG DEMPO
Amrullah Ibrahim
Flash
Sentuhan di Mushola Teluk Betung
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Segitiga Hati di Simpang Takdir
Amrullah Ibrahim