Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tinggal Kelas
1
Suka
51
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎Arsya melihat rapotnya. Wajahnya murung. Ia sendirian tidak naik kelas.

‎Tapi bukan itu yang membuatnya sedih. Ia lebih sedih karena ia sebatang kara.

‎Ibunya meninggal ketika melahirkannya, diakibatkan sang ayah hanya bisa membayar dukun bayi. Sayangnya dukun bayinya kurang berpengalaman.

‎Sedang sang ayah tewas dalam kerusuhan besar, dikompori cukong tanah, yang mengklaim tanah yang faktanya bukan hak mereka. Saat itu usia Arsya lima tahun.

‎Arsya dirawat neneknya, tapi tiga tahun kemudian sang nenek meninggal dunia. Sedangkan sang kakek telah tiada jauh sebelum Arsya lahir.

‎Ia akhirnya dirawat sang bibi, tapi bibinya tersebut sibuk dengan buah hatinya sendiri, meski akrab tetap saja Arsya dinomorduakan.

‎Akibatnya ia belajar seadanya. Hampir tanpa dukungan siapapun. Sang bibi memang membantu, masih membiayai biaya sekolah. Tapi bibi Arsya untuk soal pelajaran, jauh memprioritaskan putranya.

‎Arsya bingung, ini kedua kalinya ia tinggal kelas. Bingung bagaimana ia bisa membagi waktu antara belajar, dengan membantu mencari penghasilan, demi bertahan hidup.

‎Sebab bibinya hanya sanggup membiayai pendidikan. Karena sang bibi termasuk orang tak mampu, yang gajinya hanya sanggup untuk pendidikan. Dimana hutang menumpuk, dan cicilan serta debt collector selalu menghantui.

‎Arsya melewati ruang kelasnya, berhenti di depan pintu. Dalam hati ia berpikir,

‎"Apa lebih baik aku keluar dari sekolah. Kasian tante, harus keluar biaya lagi buat aku. Hidup dia aja susah."

‎Dan saat melangkah pergi dari depan ruang kelasnya, Arsya memutuskan untuk keluar sekolah.

‎Ia merasa uang bibinya terbuang percuma. Karena dengan hidup Arsya yang seperti itu, peluang untuk tinggal kelas lagi sangat tinggi.

‎Arsya yang sudah dewasa sebelum waktunya itu, membuang semua cita yang ia apungkan. Yang hanya bisa digapai dengan bersekolah.

‎Arsya sadar realitas hidupnya, tak mendukung untuk jalan dari impiannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
FASE: Pernah Nggak Pernah...
Ara Segara
Komik
Bronze
LooP
Mufti wahyudi saili
Skrip Film
DAFTAR HITAM
Wulan Witriyanti
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
SETENGAH PRIA SETENGAH WANITA
DENI WIJAYA
Flash
Bronze
Izin ke Toilet
Reyan Bewinda
Skrip Film
Terima kasih
Muhammad Sastria A
Skrip Film
Munajah Cinta (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Novel
ADENA
Canza Kirana Salsabila
Novel
Rumi dan Salah
Eka Retnosari
Cerpen
Bronze
PERAWAN
Iman Siputra
Novel
Bronze
Rainbow In My Love
ArsheilaW
Novel
Bronze
Balada Ibu Rumah Tangga
Gie Salindri
Novel
Jadi, Boleh Aku Mencintaimu?
Shinta Puspita Sari
Novel
Pengakuan Setiap Masa
Ajis Makruf
Rekomendasi
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ketikanmu Tanggungjawabmu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Adel Tersayang
Rere Valencia
Skrip Film
Remuk
Rere Valencia
Flash
Bronze
Makhluk Ciptaan
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Akibat Terlalu Cinta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Flash
Bronze
13
Rere Valencia
Flash
Bronze
Menyusul
Rere Valencia
Flash
Bronze
Loden Pajamas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Demi Pohon Lemon
Rere Valencia
Flash
Bronze
Hikayat Yang Diwariskan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Flash
Bronze
Shani
Rere Valencia
Novel
Bronze
Berharga
Rere Valencia