Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tinggal Kelas
1
Suka
2,191
Dibaca

‎Arsya melihat rapotnya. Wajahnya murung. Ia sendirian tidak naik kelas.

‎Tapi bukan itu yang membuatnya sedih. Ia lebih sedih karena ia sebatang kara.

‎Ibunya meninggal ketika melahirkannya, diakibatkan sang ayah hanya bisa membayar dukun bayi. Sayangnya dukun bayinya kurang berpengalaman.

‎Sedang sang ayah tewas dalam kerusuhan besar, dikompori cukong tanah, yang mengklaim tanah yang faktanya bukan hak mereka. Saat itu usia Arsya lima tahun.

‎Arsya dirawat neneknya, tapi tiga tahun kemudian sang nenek meninggal dunia. Sedangkan sang kakek telah tiada jauh sebelum Arsya lahir.

‎Ia akhirnya dirawat sang bibi, tapi bibinya tersebut sibuk dengan buah hatinya sendiri, meski akrab tetap saja Arsya dinomorduakan.

‎Akibatnya ia belajar seadanya. Hampir tanpa dukungan siapapun. Sang bibi memang membantu, masih membiayai biaya sekolah. Tapi bibi Arsya untuk soal pelajaran, jauh memprioritaskan putranya.

‎Arsya bingung, ini kedua kalinya ia tinggal kelas. Bingung bagaimana ia bisa membagi waktu antara belajar, dengan membantu mencari penghasilan, demi bertahan hidup.

‎Sebab bibinya hanya sanggup membiayai pendidikan. Karena sang bibi termasuk orang tak mampu, yang gajinya hanya sanggup untuk pendidikan. Dimana hutang menumpuk, dan cicilan serta debt collector selalu menghantui.

‎Arsya melewati ruang kelasnya, berhenti di depan pintu. Dalam hati ia berpikir,

‎"Apa lebih baik aku keluar dari sekolah. Kasian tante, harus keluar biaya lagi buat aku. Hidup dia aja susah."

‎Dan saat melangkah pergi dari depan ruang kelasnya, Arsya memutuskan untuk keluar sekolah.

‎Ia merasa uang bibinya terbuang percuma. Karena dengan hidup Arsya yang seperti itu, peluang untuk tinggal kelas lagi sangat tinggi.

‎Arsya yang sudah dewasa sebelum waktunya itu, membuang semua cita yang ia apungkan. Yang hanya bisa digapai dengan bersekolah.

‎Arsya sadar realitas hidupnya, tak mendukung untuk jalan dari impiannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Lima Tahun dalam Lingkaran Desember
ibupertiwi
Novel
Laut yang Tertawan
Ulat Bulu
Flash
Bronze
TANDA SERU
Yadani Febi
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Novel
Dolce Latte
Jenn
Novel
Darah Suci
Maria Nur Karimah
Novel
Tiramisu Cake
Mita Vacariani
Novel
Sewindu Nirwana
Popromca
Novel
Memeluk Gelombang
Edelmira (Elmira Rahma)
Flash
Bronze
Nia Dunia
Sarwono
Flash
Keluarga Baru
madiani_shawol
Flash
Bronze
Ide-Ide Pak Edi
Sulistiyo Suparno
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Flash
Bronze
Di bawah hujan
Nur Hasanah
Novel
Semu
Shea
Rekomendasi
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Pembawa Buah Cempedak
Rere Valencia
Flash
Bronze
Candu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Piye? Enak Jamanku, Tho?
Rere Valencia
Flash
Final Piala Dunia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Prasangka Setelah Tragedi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Realistis dan Arogan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tempat Untuk Pulang
Rere Valencia
Flash
Terlalu indah
Rere Valencia
Flash
Sebuah Penantian
Rere Valencia
Flash
Menjelang Kiamat
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sophie
Rere Valencia
Flash
Bronze
Mengapa?
Rere Valencia