Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tinggal Kelas
1
Suka
2,917
Dibaca

‎Arsya melihat rapotnya. Wajahnya murung. Ia sendirian tidak naik kelas.

‎Tapi bukan itu yang membuatnya sedih. Ia lebih sedih karena ia sebatang kara.

‎Ibunya meninggal ketika melahirkannya, diakibatkan sang ayah hanya bisa membayar dukun bayi. Sayangnya dukun bayinya kurang berpengalaman.

‎Sedang sang ayah tewas dalam kerusuhan besar, dikompori cukong tanah, yang mengklaim tanah yang faktanya bukan hak mereka. Saat itu usia Arsya lima tahun.

‎Arsya dirawat neneknya, tapi tiga tahun kemudian sang nenek meninggal dunia. Sedangkan sang kakek telah tiada jauh sebelum Arsya lahir.

‎Ia akhirnya dirawat sang bibi, tapi bibinya tersebut sibuk dengan buah hatinya sendiri, meski akrab tetap saja Arsya dinomorduakan.

‎Akibatnya ia belajar seadanya. Hampir tanpa dukungan siapapun. Sang bibi memang membantu, masih membiayai biaya sekolah. Tapi bibi Arsya untuk soal pelajaran, jauh memprioritaskan putranya.

‎Arsya bingung, ini kedua kalinya ia tinggal kelas. Bingung bagaimana ia bisa membagi waktu antara belajar, dengan membantu mencari penghasilan, demi bertahan hidup.

‎Sebab bibinya hanya sanggup membiayai pendidikan. Karena sang bibi termasuk orang tak mampu, yang gajinya hanya sanggup untuk pendidikan. Dimana hutang menumpuk, dan cicilan serta debt collector selalu menghantui.

‎Arsya melewati ruang kelasnya, berhenti di depan pintu. Dalam hati ia berpikir,

‎"Apa lebih baik aku keluar dari sekolah. Kasian tante, harus keluar biaya lagi buat aku. Hidup dia aja susah."

‎Dan saat melangkah pergi dari depan ruang kelasnya, Arsya memutuskan untuk keluar sekolah.

‎Ia merasa uang bibinya terbuang percuma. Karena dengan hidup Arsya yang seperti itu, peluang untuk tinggal kelas lagi sangat tinggi.

‎Arsya yang sudah dewasa sebelum waktunya itu, membuang semua cita yang ia apungkan. Yang hanya bisa digapai dengan bersekolah.

‎Arsya sadar realitas hidupnya, tak mendukung untuk jalan dari impiannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Novel
Am I done?
aeri
Novel
Bronze
Madu yang Beracun
Dara Kirana
Skrip Film
Yes, Way
Benita Sulaiman
Flash
Akhirnya Kalian Putus Juga
Agung Satriawan
Flash
Bronze
Jakarta 3 in 1 Couple
Silvarani
Novel
Gerha Gari
Wanda Alia
Komik
BAKSO (Basket & Gorengan)
Ayani Owlet
Novel
Gold
The Puppeteer
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Celana Biru yang Sobek
Dewi Fortuna
Novel
Bronze
CHRISTABEL QUEENZA
Basmalahku
Flash
Janji Wanita Tua pada Burung Gereja
Amir Sidiq
Cerpen
Bronze
Temu Sahabat Kecil Lewat Layar Gengam
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Tuhan, Peluk Aku
Shafura
Flash
Mantan yang tak Pernah Pergi
Mario Matutu
Rekomendasi
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lagu dan Mafia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sayang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sophie
Rere Valencia
Flash
Bronze
Fakir Mental
Rere Valencia
Flash
Bronze
Mengapa?
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Dinding
Rere Valencia
Flash
Bronze
13
Rere Valencia
Flash
Bronze
Idola (Isi Jiwa)
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kesendirian
Rere Valencia
Novel
Bronze
Berharga
Rere Valencia
Flash
Bronze
Mistik
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tergantung Sang Perancang Semesta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Prioritas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sepotong Roti
Rere Valencia