Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Tinggal Kelas
1
Suka
649
Dibaca

‎Arsya melihat rapotnya. Wajahnya murung. Ia sendirian tidak naik kelas.

‎Tapi bukan itu yang membuatnya sedih. Ia lebih sedih karena ia sebatang kara.

‎Ibunya meninggal ketika melahirkannya, diakibatkan sang ayah hanya bisa membayar dukun bayi. Sayangnya dukun bayinya kurang berpengalaman.

‎Sedang sang ayah tewas dalam kerusuhan besar, dikompori cukong tanah, yang mengklaim tanah yang faktanya bukan hak mereka. Saat itu usia Arsya lima tahun.

‎Arsya dirawat neneknya, tapi tiga tahun kemudian sang nenek meninggal dunia. Sedangkan sang kakek telah tiada jauh sebelum Arsya lahir.

‎Ia akhirnya dirawat sang bibi, tapi bibinya tersebut sibuk dengan buah hatinya sendiri, meski akrab tetap saja Arsya dinomorduakan.

‎Akibatnya ia belajar seadanya. Hampir tanpa dukungan siapapun. Sang bibi memang membantu, masih membiayai biaya sekolah. Tapi bibi Arsya untuk soal pelajaran, jauh memprioritaskan putranya.

‎Arsya bingung, ini kedua kalinya ia tinggal kelas. Bingung bagaimana ia bisa membagi waktu antara belajar, dengan membantu mencari penghasilan, demi bertahan hidup.

‎Sebab bibinya hanya sanggup membiayai pendidikan. Karena sang bibi termasuk orang tak mampu, yang gajinya hanya sanggup untuk pendidikan. Dimana hutang menumpuk, dan cicilan serta debt collector selalu menghantui.

‎Arsya melewati ruang kelasnya, berhenti di depan pintu. Dalam hati ia berpikir,

‎"Apa lebih baik aku keluar dari sekolah. Kasian tante, harus keluar biaya lagi buat aku. Hidup dia aja susah."

‎Dan saat melangkah pergi dari depan ruang kelasnya, Arsya memutuskan untuk keluar sekolah.

‎Ia merasa uang bibinya terbuang percuma. Karena dengan hidup Arsya yang seperti itu, peluang untuk tinggal kelas lagi sangat tinggi.

‎Arsya yang sudah dewasa sebelum waktunya itu, membuang semua cita yang ia apungkan. Yang hanya bisa digapai dengan bersekolah.

‎Arsya sadar realitas hidupnya, tak mendukung untuk jalan dari impiannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
Adi dan Abel
cimollll
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Skrip Film
Line 00
MiiraR
Flash
Bronze
Conversation 2
mahes.varaa
Novel
Bronze
METTA
Renata yohana nurak
Flash
POHON PEPAYA
Lady Mia Hasneni
Flash
Bronze
Pion Kecil
Silvarani
Novel
Allah's Plan is Perfect
alviiswari
Novel
Bronze
I am Watching You
Wuri
Novel
1 Rumah 2 Cinta
Herman Siem
Novel
Yang Tak Pernah Kembali
Chocola
Flash
Kamu dan rooftop itu
Elkanara K.
Cerpen
Bronze
Review Game Menarik
Review Makan
Cerpen
Bronze
LUKA BERNAMA ZEA
Bie Farida
Rekomendasi
Flash
Tinggal Kelas
Rere Valencia
Flash
Bronze
Banned
Rere Valencia
Flash
Bronze
Talenta Yang Tersiakan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lebur
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Aline
Rere Valencia
Flash
Bronze
Yang Kucari Selalu Menemani
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Flash
Terlalu indah
Rere Valencia
Flash
Bronze
Dia, Si Pemain Judol
Rere Valencia
Flash
Bronze
Comel
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Orang-Orang Yang Dibuang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pelamar
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Diva
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia