Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Sulung
7
Suka
37,966
Dibaca

Awal tahun 1992, seorang bayi perempuan lahir ke dunia. Sebagai anak pertama mama dan papanya, cucu pertama dari keluarga mamanya, juga cucu perempuan pertama dari keluarga papanya.

Kasih sayang orangtuanya tercurah; bahkan sampai tumpah-tumpah, tampak jelas dari semua dokumentasi yang terekam. Betapa beruntungnya dia.

Memasuki pertengahan tahun 1998, dia menyadari perut mamanya membuncit. Ternyata, ia akan memiliki seorang adik; perempuan. Betapa bahagianya dia karena memang sudah dari dulu meminta adik kepada mereka.

Awal tahun 1999, dua hari sebelum hari ulang tahunnya, sang adik lahir. Senangnya bukan main. Semua perhatian tertuju pada sang adik. Tapi dia tetap senang.

Awal tahun 2000, mamanya bilang bahwa dia akan punya adik lagi. Bukan senang yang ia dapati. Tak hanya kaget, tapi juga pergolakan. Dia tidak meminta adik yang ini. Tapi, apa mau dikata, sang adik sudah tumbuh dalam kandungan.

Dan lagi-lagi, adik perempuan.

Pertengahan tahun 2000, sang adik kedua pun lahir. Dia merasa ngambang; tak yakin dengan perasaaannya sendiri. Kedua orangtuanya memiliki dua bayi sekarang, perhatian mereka berdua terfokus kepada dua bayi ini.

Beberapa bulan berlalu, akhirnya ia mulai yakin dengan perasaannya sendiri. Ia tahu, kini ini merasa tersisihkan.

Hanya diperhatikan kalau ia melakukan kesalahan, kemudian dimarahi habis-habisan. Kalau main-main sendiri, dimarahi lagi karena tidak menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya.

Contoh yang baik itu seperti apa? Dia bingung, sebab yang ia rasakan hanyalah dilarang melakukan hal-hal yang anak-anak sebayanya lakukan.

Kata mama dan papanya, sudah lebih dari cukup 7 tahun dia dilimpahkan kasih sayang dan sekarang ia harus berbagi dengan kedua adiknya. Harus tau diri katanya.

Akhirnya, rasa bahagia memiliki adik benar-benar sirna. Ia merasa hidupnya terkekang, dengan beban berat dipikulnya. Ini tidak boleh, itu tidak boleh, sebab adik-adiknya akan lihat dan tiru. Harus begini, harus begitu, sebab akan menjadi teladan adik-adiknya.

Muak! Muak!! Muak!!!

Pada tahun 2009, sang papa pergi untuk selamanya. Tiba-tiba. Semuanya syok dan sedih; tetapi dia yang tidak boleh menangis. Tiap kali air matanya menetes, orang dewasa kompak menegur dan memarahi. Anak pertama, tidak boleh nangis! Harus kuat menopang mental mama dan adik-adiknya.

Kenapa cuma anak pertama aja yang tidak boleh menangis? Kenapa mama boleh? Kenapa adik-adik boleh? Ya karena begitulah anak pertama.

Dia pun mulai membenci dirinya; mengutuk kenapa dia lahir sebagai anak pertama.

Tahun 2021. Dia sudah di penghujung usia 20 tahunnya. Tahun depan, jika Tuhan berkehendak memberikannya umur, maka ia akan berusia 30 tahun.

Dia sudah mulai menerima, berusaha mengikhlaskan takdirnya sebagai anak pertama.

Dia sudah berusaha menjalani hidup sebaik-baiknya. Dia tidak ingin menambah beban pikiran mamanya yang sudah sendiri. Dia tidak ingin jadi contoh yang buruk bagi adik-adiknya. Dia juga tidak ingin dihakimi masyarakat; dilabeli sebagai anak tidak tahu diri padahal sudah yatim.

Banyak orang melihat ini sebagai beban, tetapi dia berusaha melihat ini semua sebagai tanggung jawab.

Meskipun dengan menjalani hidup sebaik-baiknya, artinya dia harus melewatkan banyak pengalaman seru yang menantang adrenalinnya. Tapi, ia sudah berusaha mengikhlaskan. Beginilah jalan yang harus dia tempuh di kehidupannya kali ini.

Semangat para sulung di luar sana. Kita semua tangguh.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Sulung
Chika Manupada
Novel
UNDERRATED CLASS
Mirna Devi
Novel
Bronze
Janji Sepasang Cincin ~Novel~
Herman Sim
Novel
Bronze
Cinta Yang Terenggut
Sofia Grace
Novel
Bronze
Robot
Rama Sudeta A
Flash
Bronze
Ketua Kelas
Muhammad Yunus
Flash
Bronze
PULANG
Onet Adithia Rizlan
Flash
Bronze
Sementara Pulang
Neil E. Fratér
Cerpen
Kota Mataram dan Seorang Pria yang Kesepian
Khalil Gibran
Skrip Film
Lamar Hati (Script)
Anisah Ani06
Skrip Film
WOMANS
I | N
Cerpen
Apa Yang Kamu Berikan
Zoids
Cerpen
Bronze
Ternyata Ka'bah Tidak Melayang-layang
Agus Fahri Husein
Cerpen
Bronze
Atas Nama Anjing
Muram Batu
Novel
Bronze
Anak-anak Surya : kisah anak bangsawan dan nostalgia 90an
Alwinn
Rekomendasi
Flash
Sulung
Chika Manupada
Flash
Titik Elaborasi
Chika Manupada
Skrip Film
Bakti Ayah Belia (Screenplay)
Chika Manupada
Flash
Binar Mentari
Chika Manupada
Novel
Bronze
Bersua
Chika Manupada
Flash
Imaji Estetika
Chika Manupada
Flash
Bunga Tidur
Chika Manupada
Novel
Bronze
Dersik
Chika Manupada