Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Terlalu indah
1
Suka
2,359
Dibaca

‎Indra pergi dengan kesal. Ia kembali ribut dengan ayahnya. Ibunya hanya bisa menangis, sedang indra peduli sebetulnya, tapi ia gengsi untuk mengutarakan.

‎Pertengkaran Indra dengan sang ayah sederhana, Indra ingin naik gunung, tapi gunung Slamet masih dinyatakan waspada. Indra sebetulnya tahu info tersebut bukan hoaks, tapi indra tetap ingin pergi, sebab Indra adalah orang dengan gangguan jiwa.

‎Waham Indra menyatakan padanya bahwa lereng gunung Slamet dapat memberinya kesembuhan. Terutama jika ia mandi di salah satu aliran sungainya.

‎Indra yang sudah belasan tahun menderita skizofrenia sebetulnya tahu itu hanya waham. Tapi kebenaran dalam keyakinan dirinya kalah oleh rasa. Rasa ia tak ingin bertengkar lagi dengan sang ayah, rasa tak ingin lagi membuat ibunya menangis, atau rasa supaya saudara serta saudarinya tak lagi kesal. Pun rasa agar tidak diremehkan orang lain.

‎Rasa itulah yang membentuk tekad yang menantang logika. Indra pergi dini hari, di saat ayahnya yang baru selesai tahajud terlelap. Setengah jam kemudian ia sampai di lereng gunung. Indra sengaja pergi dini hari, agar penjagaan tidak terlalu ketat. Setidaknya begitulah bagi seorang penderita gangguan jiwa.

‎Gunung Slamet yang sedang dalam kondisi waspada, tentu menambah personil untuk penjagaan dan makin memperketatnya. Sampai akhirnya Indra ditangkap, meski yang menangkapnya sama sekali tidak berbicara dan wajahnya pucat.

‎Indra pun dikembalikan ke keluarganya. Sepanjang perjalanan, saat Indra membonceng si penjaga dengan terpaksa, ia mencium bau melati yang bercampur kemenyan.

‎Akhirnya Indra sampai di rumah. Ia sudah tahu dua saudara laki-laki serta sang ayah akan menghajarnya, ibunya kembali menangisi, serta kakak dan adik perempuannya, akan menunjukkan gestur cemberut dan tak suka.

‎Tapi semua di luar perkiraan Indra, semua menyambut. Seolah Indra sudah hilang selama belasan tahun. Bahkan ibunya yang biasanya menangis, kini menangis haru, bukannya menangis sedih. Sang ibu bahkan berulang kali menciumi putranya yang usianya sudah berkepala empat tersebut.

‎Setelah kepulangannya Indra diperlakukan manis. Ia bahkan dimasakkan rendang, dimana kepala desa yang biasanya pelit, mau menyumbangkan satu ekor sapi gemuk untuknya. Sedang adik dan kakak perempuannya dengan sukarela dan senang hati memasak. Dimana sebelumnya dua saudara lelaki Indra, dengan tulus hati mau memotongkan hewan kurban selamatan.

‎Ayah Indra pun jadi bersikap lebih sabar, ia selalu tersenyum saat berbincang dengan Indra. Ia tak lagi meninggikan suaranya saat Indra meninggikan suaranya terlebih dahulu. Indra tak curiga. Selama beberapa minggu kepulangannya, keluarga bahkan lingkungan sekitar memperlakukannya dengan beda.

‎Ditambah lagi keluarga dan lingkungan tak lagi mempermasalahkan waham atau bisikan yang datang pada Indra. Misal ia meninju perut kakak lelakinya secara mendadak saat mengobrol. Biasanya suasana langsung ribut, tetapi sekarang tidak ada keributan. Adik lelaki Indra hanya bilang, "Istirahat di dalam yuk, mas." sedangkan ayah Indra pun hanya bilang, "Sabar, nak sabar. Dan kakak Indra yang ditonjok menunjukkan senyum. Sama sekali tidak ada rasa kesal.

‎Hingga satu tahun sudah berlalu, Indra hidup bahagia, sudah tidak mengkonsumsi obat kejiwaannya yang entah kemana, serta berdamai dengan keluarganya. Sedangkan di luar sana semua mencari Indra, Indra hilang di pos empat lereng gunung Slamet, yang dianggap paling angker di Indonesia.

‎Ayah Indra yang kini struk, berbeda dengan ayah palsu yang sekarang ada di hadapan Indra, memaksa ikut mencari. Karena rasa kasih sayangnya yang besar pada putra tengahnya itu. Pun para saudara lelaki Indra ikut mencari.

‎Sedangkan Sang ibu tak henti menangis mendoakan putranya. Pun para saudari Indra, yang tak lelah memasak demi membuat perbekalan, untuk regu pencari kakak mereka yang sudah hilang selama beberapa hari. Ya, setahun di dunia yang ideal bagi Indra, ternyata baru beberapa hari di dunia nyata.

‎Jika Indra tahu kenyataan, entah ia akan memilih yang mana.

‎

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Terlalu indah
Rere Valencia
Novel
KHADAM
Husni Magz
Cerpen
Bronze
TERIAKAN SETAN
zidan fadlan robbah
Novel
Pesugihan Bulus Putih
ABIDIN UBAIDILLAH
Cerpen
Hari Pertama
Riana Dewi
Novel
Gold
Spooky Stories: Haunted School
Noura Publishing
Skrip Film
DERING KM 16
R Hani Nur'aeni
Novel
Bronze
Lenting
A.R. Rizal
Komik
Selamat Datang di Toko Batavia
Tri Agustinauli
Novel
Dead Girl's Diary
Roy Rolland
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Flash
Wanita Tua dan Tangisnya
Lebah Bergantung
Novel
HORRIBLE NIGHT ( SEASON 1 )
Audhy R.H
Novel
29 (Dua Puluh Sembilan)
Sri Winarti
Novel
Awakening - Sixth Sense
Kevin Aryanto Wijaya
Rekomendasi
Flash
Terlalu indah
Rere Valencia
Flash
Bronze
Si Penulis Kwikku
Rere Valencia
Flash
Bronze
Siapalah Aku?
Rere Valencia
Flash
Bronze
Amour
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ekosistem
Rere Valencia
Flash
Mio Yang Tetap Mengeong
Rere Valencia
Flash
Bronze
Nakal
Rere Valencia
Flash
Bronze
Permintaan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Alvin dan Lagunya
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Saksi Sekejap
Rere Valencia
Skrip Film
Buih Pikiran
Rere Valencia
Flash
Bronze
Dunia Yang Berbeda
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lebur
Rere Valencia
Flash
Bronze
The Chinatown's Crew
Rere Valencia
Flash
Bronze
McQueen
Rere Valencia