Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Tangga
7
Suka
27,975
Dibaca

"Ha-haah...?!"

Sejenak aku hanya bisa terpaku melihat satu tangga yang menjadi penghubung antara peron dengan koridor stasiun. Sembari menggeret koper besar dan berat aku mencob mencari jalur lain, lift; eskalator; apapun yang bisa memudahkan perjalananku untuk berpindah ke peron berikutnya, tapi tidak ada.

"Heeh... Yang benar saja..."

Setelah dimanjakan dengan segala fasilitas perjalanan kendaraan umum di negeri matahari terbit ini dan kini aku dihempaskan dengan satu kenyataan: masih ada stasiun kecil yang tidak punya fasilitas canggih seperti yang lain.

Di saat aku termenung kebingungan, orang-orang sudah datang dan pergi; naik dan turun; mengurusi kehidupan mereka sendiri. Aku pasti terlihat seperti orang bodoh. Dengan satu helaan nafas panjang, aku langsung mengambil keputusan. Kuangkat koper melewati anak tanggal satu per satu. Melihat staminaku yang tak seberapa, jangan-jangan bisa menghabiskan setengah hari sendiri hanya untuk ini. Tapi, masih lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali. Bisa-bisa tidak akan sampai asrama yang nanti masih harus dicapai dengan mendaki jalanan menanjak.

"Mamonaku, Fuji—"

Baru mencapai setengah jalan, terdengar suara pengunguman yang menandakan kereta berikutnya sudah datang, sekaligus tanda bahwa aku sudah menghabiskan waktu sekian menit hanya untuk naik tangga. Aku memutuskan istirahat sejenak. Ketika menoleh, baru kusadari ada seseorang yang memperhatikan. Seorang anak laki-laki dengan headphone di telinganya. Hanya sebentar, kemudian dia melanjutkan langkahnya ke atas.

Huh, sana-sana! Dasar nggak punya empati! Ngapain coba tadi cuma ngeliatin doang?!

Tak ayal kesal juga melihatnya. Namun, baru saja berniat untuk lanjut, koperku sudah terangkat duluan. Bukan aku yang melakukannya. Anak tadi, si bocah pengguna headphone tadi ternyata turun lagi dan melakukannya. Dia tidak berkata apa-apa dan langsung saja main angkat koperku ke atas. Haah... laki-laki tenaganya memang beda, ya. Padahal kelihatannya kurus begitu meskipun ditutupi jaket.

—eh, tunggu, harusnya aku tidak berpikir begitu, ya. Apa jangan-jangan dia pencuri koper?!

Dengan panik aku mengikutinya naik ke atas. Ingin berteriak tapi terlalu takut untuk melakukan. Sedangkan anak itu terus saja melangkah tanpa berkata apa-apa. Begitu mencapai ujung tangga, koper itu diletakkannya dan dia mengangguk sopan ke arahku. Sepertinya murni hanya ingin membantu.

"Ah, itu..." Aku harus mengatakan sesuatu. Eh, tapi, bagaimana menyebutnya? "A, ariga—"

Belum sempat bicara, sosoknya sudah pergi cepat sekali. Belok ke peron yang berbeda dengan tujuanku setelah ini. Sungguh anak yang aneh. Diam-diam melihat, tiba-tiba membantu, kemudian pergi begitu saja.

Apa bisa bertemu lagi, ya? Kalau berpapasan lagi, aku ingin bisa mengucapkannya dengan benar.

"Arigatou."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Tangga
Eri Fin
Novel
Cinta Rahasia Sang Dokter
Rinaha Ardelia (Seorin Lee)
Cerpen
Bronze
Hari Keseratus Satu
Illa Fadillah
Novel
Gold
Melankolia Ninna
Falcon Publishing
Cerpen
Bokap Selingkuh
E. N. Mahera
Novel
Narakha
Ajensha
Cerpen
Bronze
JELAGA
Mada Elliana
Novel
Clarissa & Gloria
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Di Antara Dua Deru Ombak
Ratu Aisyah Noelle
Novel
THE SHIP & THE LIGHTHOUSE
Jessamine
Flash
Bronze
Senyum Kala Hujan (Membicarakan Adam 1)
Silvarani
Novel
Gold
For Better or Worse
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Jika Mantanmu Curhat...
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Sang Mantan
Sunarti
Cerpen
Bronze
Love Story
Sri Asrianti
Rekomendasi
Flash
Tangga
Eri Fin
Flash
Senyuman Hana
Eri Fin