Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Laki-laki itu seorang yang baik. Ia bekerja sebagai pengusir lebah.
Suatu hari, seorang perempuan menemuinya meminta tolong mengusir sekumpulan lebah yang bersarang di kamarnya. Meskipun rumah perempuan itu agak jauh, berada di pinggiran kota, karena perempuan itu sudah datang langsung, hatinya luluh. Ia sedikit mengabaikan soal harga. Ia pun datang ke rumah perempuan tersebut, dan masuk ke kamar perempuan tempat lebah-lebah itu bersarang.
Setelah semua pekerjaannya selesai, perempuan itu akhirnya mengatakan dengan jujur bahwa ia sebenarnya tidak bisa membayarnya karena tidak memiliki uang. Sebagai gantinya, ia menawarkan dirinya, dan bersedia menikah dengannya.
Namun, laki-laki itu menolak.
Tak lama kemudian, seorang laki-laki lain datang dan mengaku sebagai pacar perempuan tersebut. Ia menuduh keduanya telah bermain gila di dalam kamar yang tertutup itu. Meskipun laki-laki si pengusir lebah dan perempuan itu berkali-kali membantah, pacarnya tersebut tetap menuduh mereka.
Akhirnya, pacar perempuan itu meminta uang tebusan sebesar sepuluh juta rupiah agar masalah tersebut dianggap selesai, sebagai tutup mulut.
Laki-laki pengusir lebah itu merasa dirinya tidak bersalah, karena itu, ia terus bersikeras menolak memberikan uang tersebut.
Ketika perempuan itu diminta menjadi saksi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, ia justru menolak. Katanya, jika masalah itu dilaporkan kepada polisi, pacarnya pasti akan bebas dengan mudah, lalu ia pasti akan mengancam dan menyiksanya lebih keras.
Beruntung, laki-laki itu memiliki kenalan, seorang opsir polisi berpangkat tinggi yang bisa membantu membereskan semuanya.
***
Namun, laki-laki pengusir lebah itu merasa penasaran.
Mengapa perempuan itu bersusah payah memintanya datang, padahal tempat tinggalnya sangat jauh? dan berbohong soal uang?
Perempuan itu juga seperti sengaja membuat dirinya berada di dalam kamar berdua dengannya hingga pacarnya datang.
Ternyata, itu cara perempuan tersebut meminta pertolongan agar bisa terlepas dari penjahat yang selama ini menjualnya dengan paksa disertai ancaman.
Selama ini, ia mengaku sebagai pacarnya dan selalu menyiksa dan mengancamnya. Setiap kali ditangkap polisi, laki-laki itu selalu bisa bebas dengan mudah, dan kembali menyiksa perempuan itu lebih keras. Maka perempuan itu tidak pernah berani melaporkannya lagi karena takut.
Ia tahu, jika penjahat itu ditangkap dan bebas lagi, hidupnya akan menjadi semakin buruk, karena itu, ia membutuhkan seseorang yang bisa menjadi saksi atas kejahatannya.
Ia sengaja meminta laki-laki si pengusir lebah datang dari tempat yang jauh. Ia tahu, pengusir lebah itu bukan orang sembarang, dan ia juga tahu penjahat itu pasti akan datang dan membuat keributan ketika melihat seorang laki-laki berada di kamar bersama dirinya.
Kali ini, penjahat benar-benar diproses secara hukum. Ia juga diberi ancaman jika setelah bebas ia kembali mendekati atau mengancam perempuan itu.
Laki-laki pengusir lebah itu tidak pernah menyangka bahwa kedatangannya untuk mengusir sekumpulan lebah ternyata bukan sekadar pekerjaan biasa.
Perempuan itu tanpa disadarinya sejak awal, telah memilihnya, membantunya keluar dari sebuah neraka yang selama ini menjadi sumber ancaman ketakutan hidupnya.