Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Bukan Milik Dunia
0
Suka
167
Dibaca

‎Di tengah badai yang baru menyapu. Di pinggiran North Carolina. Sam terpaku. ‎Ia diam sangat lama. Menatap lingkungan tetangganya yang hancur porak-poranda karena terjangan badai.

Sedangkan rumahnya sendiri berdiri kokoh. Bukan karena mukjizat Tuhan, tapi lebih ke kekokohan bangunan.

‎Ia pun mengingat kembali perkataan Madden, seorang pendeta yang membimbingnya.

"Jika dunia memusuhi Kristus, bagaimana mungkin tidak dengan pengikut-Nya? Karena pengikut Kristus bukan milik dunia."

‎Ya. Selama ini Sam merasa dialah salah satu pengikut-Nya. Bukan karena awalnya ia tinggi hati, tapi lebih ke proses keadaan yang ia alami sejak lama.

‎Sedangkan Madden memandangnya dari seberang jalan. Di tengah-tengah rumahnya yang habis tersapu, serta istrinya yang hilang. Madden tahu betul ‎apa yang ada di dalam pikiran Sam. Sombong rohani.

‎Sejak tadi Sam hanya terdiam. Para tetangga tahu, mata Sam meremehkan. Tapi mereka tahu kejadian tornado tepat terjadi setelah sumpah serapahnya. Membuat seolah Sam benar. Apalagi mereka semua imannya cukup kuat.

‎Madden yang tahu hal sebenarnya, sebetulnya sudah coba menjelaskan, bahwa badai dan serapah Sam hanya kebetulan waktunya berdekatan. ‎Tapi Sam dan para tetangga sudah kadung kukuh dengan kepercayaan mereka.

‎"Bukannya kamu pendeta? Harusnya kamu lebih tahu."

‎Begitulah omongan yang keluar dari salah satu warga. Yang diiyakan oleh semuanya, termasuk Sam.

‎Sam pun menyatakan dengan emosi yang tinggi, ia menderita sejak kecil. Sering dipersalahkan, dijadikan kambing hitam, bahan permainan. Bahkan ia ‎seringnya dimusuhi.

‎Lalu yang ia lakukan adalah pasrah. Pasrah dan tak bisa melawan. Sampai ia mendengar sendiri firman Tuhan lewat mulut Madden. Ayat yang ‎menyatakan, ia bukan bagian dari dunia, sehingga orang-orang tak lagi berdaya mengganggunya.

‎Sam juga merasa Madden tak memiliki iman, sebab meragukan firman Tuhan, yang justru keluar dari mulut nya sendiri.

Madden pun mencoba menjelaskan, dengan menyatakan tidak hanya pengikut Kristus yang dimusuhi. Semua manusia pun mengalami. Hanya saja dalam ayat tersebut, konteksnya diperkhususkan untuk umat Kristen, sesuai kondisi jaman.

‎Tapi Sam tetap kukuh pada pendiriannya. Ia yang dibully sejak kecil, dipermainkan saat dewasa, serta banyak luka lainnya, hanya memiliki satu ‎logika. Bahkan itu semua ciri dari protagonis. Dan seorang tokoh utama akan berdiri di sisi-Nya. Sebab tidaklah mungkin orang benar menjadi ‎antagonis.

‎Madden terkejut. Mempertanyakan pemahaman Sam. Apakah ada dasarnya? Atau tercatat di Injil? Sam yang dasarnya sudah mabuk rohani tersebut, berkilah. Bahwa satu ayat sudah cukup melegalisasikan bahwa orang benar adalah orang benar.

‎Madden sudah tak tahan, ia mengarahkan tinjunya pada Sam. Orang yang dulu ia anggap paling tak menimbulkan emosi. Tapi Madden terantuk batu. Kemudian kepalanya tertusuk material bangunan. Madden tewas.

‎Semua orang terkejut, mereka berusaha mendekati Madden. Menaruh harapan jika pendeta tersebut masih hidup. Tapi bukan harapan mereka yang tak ‎terwujud yang membuat kecewa. Tapi pernyataan dari Sam. Sam menyatakan Tuhan turun tangan langsung untuk membelanya.

‎Warga yang murka langsung membabi buta menghajar Sam. Sam babak belur, ia rubuh. Untungnya ia tidak tewas. Warga yang sadar dengan amukan mereka kembali waras, dan berniat menolong Sam, kemudian meminta maaf.

‎Tapi ada kalimat dari Sam yang membuat warga kembali emosi, kemudian mengurungkan niat.

‎Sam berucap,

‎"Aku tak tewas meski sudah dihajar gorila, kutu buku bermata empat, seorang petinju sekaligus germo, dan preman terkuat."

‎"Mungkin aku inkarnasi Yesus."

‎Warga pun meninggalkan Sam sendirian. Sam lemah tak berdaya sendiri, meyakini dirinya adalah Tuhan yang mewujud.

Meski sekilas ia melihat kerumunan tetangga yang meninggalkannya. Yang satupun tidak mengetahui bagaimana asal-usulnya, sejak ia berusia 9 tahun.

Sam kembali menoleh ke arah langit dan yakin. Lalu...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Sabar
Lia
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia
Novel
Gold
Sedang Tuhan pun Cemburu
Mizan Publishing
Novel
Menemukan Cinta Yang Hilang
nurul wala halabia
Cerpen
Tuhan Merestui Kita Bersama Menuju Surga
Erlani Puspita
Novel
Tumbuh Dari Hati
Hendrini Esvi W
Novel
Gold
Iblis Tidak Butuh Pengikut
Bentang Pustaka
Novel
Rain Heart
A. Noveisha_Anya W
Novel
Bronze
Temaram: Ada Cinta di Balik Cinta!
Imajinasiku
Skrip Film
Hati Ayam
Aniqul Umam
Novel
Bronze
Istri yang Tak Dirindukan
Morina
Novel
Isyarat Sabda Cinta
Hanang Ujiantoro Putro
Novel
Bidadari Milik Hudzaifah
khesya suci afifatul salwa
Novel
Ketika Tangan Tuhan Memelukku
Sri Rokhayati
Skrip Film
Diary Indira
Mira Herani
Rekomendasi
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lebaran Yang Berbeda
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kesendirian
Rere Valencia
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kamu bukan Do-Young
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Rahma
Rere Valencia
Flash
Bronze
Talenta Yang Tersiakan
Rere Valencia
Flash
Bronze
The Chinatown's Crew
Rere Valencia
Skrip Film
Pahit
Rere Valencia
Flash
Bronze
PION
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Flash
Bronze
Menit-Menit Genting
Rere Valencia
Flash
Bronze
Suatu Hari Pasti Terjadi
Rere Valencia
Flash
Terlalu indah
Rere Valencia
Flash
Bronze
Aku dan Ijah
Rere Valencia