Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Bukan Milik Dunia
0
Suka
2,512
Dibaca

‎Di tengah badai yang baru menyapu. Di pinggiran North Carolina. Sam terpaku. ‎Ia diam sangat lama. Menatap lingkungan tetangganya yang hancur porak-poranda karena terjangan badai.

Sedangkan rumahnya sendiri berdiri kokoh. Bukan karena mukjizat Tuhan, tapi lebih ke kekokohan bangunan.

‎Ia pun mengingat kembali perkataan Madden, seorang pendeta yang membimbingnya.

"Jika dunia memusuhi Kristus, bagaimana mungkin tidak dengan pengikut-Nya? Karena pengikut Kristus bukan milik dunia."

‎Ya. Selama ini Sam merasa dialah salah satu pengikut-Nya. Bukan karena awalnya ia tinggi hati, tapi lebih ke proses keadaan yang ia alami sejak lama.

‎Sedangkan Madden memandangnya dari seberang jalan. Di tengah-tengah rumahnya yang habis tersapu, serta istrinya yang hilang. Madden tahu betul ‎apa yang ada di dalam pikiran Sam. Sombong rohani.

‎Sejak tadi Sam hanya terdiam. Para tetangga tahu, mata Sam meremehkan. Tapi mereka tahu kejadian tornado tepat terjadi setelah sumpah serapahnya. Membuat seolah Sam benar. Apalagi mereka semua imannya cukup kuat.

‎Madden yang tahu hal sebenarnya, sebetulnya sudah coba menjelaskan, bahwa badai dan serapah Sam hanya kebetulan waktunya berdekatan. ‎Tapi Sam dan para tetangga sudah kadung kukuh dengan kepercayaan mereka.

‎"Bukannya kamu pendeta? Harusnya kamu lebih tahu."

‎Begitulah omongan yang keluar dari salah satu warga. Yang diiyakan oleh semuanya, termasuk Sam.

‎Sam pun menyatakan dengan emosi yang tinggi, ia menderita sejak kecil. Sering dipersalahkan, dijadikan kambing hitam, bahan permainan. Bahkan ia ‎seringnya dimusuhi.

‎Lalu yang ia lakukan adalah pasrah. Pasrah dan tak bisa melawan. Sampai ia mendengar sendiri firman Tuhan lewat mulut Madden. Ayat yang ‎menyatakan, ia bukan bagian dari dunia, sehingga orang-orang tak lagi berdaya mengganggunya.

‎Sam juga merasa Madden tak memiliki iman, sebab meragukan firman Tuhan, yang justru keluar dari mulut nya sendiri.

Madden pun mencoba menjelaskan, dengan menyatakan tidak hanya pengikut Kristus yang dimusuhi. Semua manusia pun mengalami. Hanya saja dalam ayat tersebut, konteksnya diperkhususkan untuk umat Kristen, sesuai kondisi jaman.

‎Tapi Sam tetap kukuh pada pendiriannya. Ia yang dibully sejak kecil, dipermainkan saat dewasa, serta banyak luka lainnya, hanya memiliki satu ‎logika. Bahkan itu semua ciri dari protagonis. Dan seorang tokoh utama akan berdiri di sisi-Nya. Sebab tidaklah mungkin orang benar menjadi ‎antagonis.

‎Madden terkejut. Mempertanyakan pemahaman Sam. Apakah ada dasarnya? Atau tercatat di Injil? Sam yang dasarnya sudah mabuk rohani tersebut, berkilah. Bahwa satu ayat sudah cukup melegalisasikan bahwa orang benar adalah orang benar.

‎Madden sudah tak tahan, ia mengarahkan tinjunya pada Sam. Orang yang dulu ia anggap paling tak menimbulkan emosi. Tapi Madden terantuk batu. Kemudian kepalanya tertusuk material bangunan. Madden tewas.

‎Semua orang terkejut, mereka berusaha mendekati Madden. Menaruh harapan jika pendeta tersebut masih hidup. Tapi bukan harapan mereka yang tak ‎terwujud yang membuat kecewa. Tapi pernyataan dari Sam. Sam menyatakan Tuhan turun tangan langsung untuk membelanya.

‎Warga yang murka langsung membabi buta menghajar Sam. Sam babak belur, ia rubuh. Untungnya ia tidak tewas. Warga yang sadar dengan amukan mereka kembali waras, dan berniat menolong Sam, kemudian meminta maaf.

‎Tapi ada kalimat dari Sam yang membuat warga kembali emosi, kemudian mengurungkan niat.

‎Sam berucap,

‎"Aku tak tewas meski sudah dihajar gorila, kutu buku bermata empat, seorang petinju sekaligus germo, dan preman terkuat."

‎"Mungkin aku inkarnasi Yesus."

‎Warga pun meninggalkan Sam sendirian. Sam lemah tak berdaya sendiri, meyakini dirinya adalah Tuhan yang mewujud.

Meski sekilas ia melihat kerumunan tetangga yang meninggalkannya. Yang satupun tidak mengetahui bagaimana asal-usulnya, sejak ia berusia 9 tahun.

Sam kembali menoleh ke arah langit dan yakin. Lalu...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Novel
Gold
Patah Hati di Tanah Suci
Bentang Pustaka
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia
Novel
Hi, Dear Diary
Heretemian
Cerpen
Bronze
Me VS The Rich Kid
Rosa L.
Flash
NING NONG NING GUNG
Syauqi Sumbawi
Flash
Bronze
Ibu Merindukanmu
Daud Farma
Novel
Gold
Lentera Ukhuwah
Mizan Publishing
Novel
Gold
On the Way to Jannah
Bentang Pustaka
Flash
SANG PENDO(S)A
Risna Pramesti
Novel
Dalam Naungan Cinta
Nova
Novel
Bronze
Senandung Bukit Cinta
Dudun Parwanto
Flash
Bronze
Sketsa Wajah Halwa
Binar Bestari
Flash
SUMMON LEVEN
Hans Wysiwyg
Cerpen
Tangan yang Tak Terlihat
Penulis N
Novel
Rangkuman Syiar Islam
silvi budiyanti
Rekomendasi
Flash
Bukan Milik Dunia
Rere Valencia
Flash
Kisah Insan Yang Bertahan Untuk Hari Ini
Rere Valencia
Flash
Bronze
Horor Terseram Yang Pernah Ada
Rere Valencia
Flash
Bronze
Ditertawakan Demi Bertahan Hidup
Rere Valencia
Flash
Bronze
Lebaran Yang Berbeda
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sebelum Jumat Tanggal 13
Rere Valencia
Flash
Waria Berperut Buncit & Berkumis Tipis
Rere Valencia
Cerpen
Bisakah Kupunyai Kamera?
Rere Valencia
Flash
Bronze
Si Raja Ketik
Rere Valencia
Flash
Sunyi Yang Ramai
Rere Valencia
Flash
Bronze
Warisan Untuk Orang Serakah
Rere Valencia
Flash
Bronze
Kimia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Zee
Rere Valencia
Flash
Bronze
Siapalah Aku?
Rere Valencia
Cerpen
Setia
Rere Valencia