Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Final Piala Dunia
0
Suka
65
Dibaca

‎Ini final piala dunia pertama bagiku, dan yang terakhir untuk kakek.

‎Aku membunyikan bel, nenek menyambut. Nenek melihatku mengenakan seragam Timnas Prancis.

‎Dengan tersenyum nenek menyambut, tapi dia bilang,

‎"Tunggu sebentar ya, Ndi. Kamu ke ruang tivi aja."

‎Aku pun mengangguk. Kemudian nenek masuk ke kamarnya. Ia berbicara dengan kakek, tapi suaranya pelan. Jadi aku tak bisa mendengarnya.

‎Kemudian kakek menyambut aku. Ia juga menggunakan seragam Timnas Prancis. Kakek ku sudah berusia sembilan puluh delapan tahun, ia pun mengenakan kursi roda. Tapi semangatnya tidak pernah hilang.

‎Pertandingan final pun dimulai, antara Prancis vs. Brazil. Aku bersemangat karena ini piala dunia pertama aku sejak aku menyukai sepakbola di usia lima tahun. Sedang kakek pun nampak tersenyum lebar juga bersemangat.

‎Permainan babak pertama usai. Skor Tiga Satu untuk keunggulan Prancis. Nampaknya Les Bleus akan kembali juara untuk ketiga kalinya, menyamai pencapaian Argentina. Tapi aku lihat senyum kakek sedikit redup.

‎Babak kedua pun dimulai, baru lima menit berjalan, Mbappe mencetak skor. Skor Empat Satu membuatku melayang. Aku bahagia bukan main. Kakek ikut tertawa bahagia, tapi aku yang masih berusia sembilan tahun ini tidak sadar, bahwa senyum kakek sangat dipaksakan.

‎Akhirnya Prancis menang dengan skor lima tiga. Aku merayakannya bersama kakek. Kakek yang sudah sangat uzur itu nampak masih bersemangat, tapi kemudian nenek datang, ia memperingatkan supaya Kakek tidak banyak gerak, karena bisa merusak alat bantu jantungnya.

‎Aku pun menurut. Kami melanjutkan kemenangan dengan perayaan yang tak heboh. Setengah jam kemudian aku pamit pada kakek, karena ayah menjemput. Aku tidak tahu itu terakhir kali aku bertemu kakek. Kakek meninggal delapan hari setelah final yang menyenangkan itu.

‎Kemudian aku mencoba membahas final piala dunia sebagai kenangan terakhir ku bersama kakek. Salah seorang teman kakek kemudian memotong. Ia bertanya,

‎"Bukannya Timnas kebanggaan opa itu Brasil?"

‎Aku terkejut. Aku yang masih bocah ini balik bertanya,

‎"Benarkah?"

‎Teman kakekku itu pun membalas, kakek sudah mengikuti piala dunia sejak tahun 1958 saat masih tinggal di Swedia. Ia langsung jatuh cinta pada Timnas Brasil saat mengalahkan negeri nenek buyut, yaitu Swedia, di final.

‎Aku mendekati peti mati kakek. Aku elus rambutnya lalu meminta maaf. Menyatakan aku sama sekali tidak tahu.

‎Nenek kemudian mendekat, memberitahu jika sebetulnya kakek kala final piala dunia, sudah mengenakan jersey Timnas Brasil. Tapi diurungkan kemudian mengenakan seragam Timnas Prancis, karena aku pecinta timnas tersebut.

‎Nenek berkata, waktu itu kakek bersyukur karena punya banyak stok seragam timnas dari berbagai negara. Aku pun menyesal. Aku sudah menghancurkan harapan kakek untuk terakhir kalinya melihat timnas impiannya juara.

‎Nenek kemudian mengelus pipiku, ia menyatakan itu tidak benar. Memang iya kakek pecinta Timnas Brasil, dan Brasil kalah di final piala dunia terakhirnya. Tapi ada yang lebih ia cintai, yaitu aku.

Kebahagiaan ku bagi kakek diatas kebahagiaan dirinya. Jadi saat Prancis juara, kakek pun juga bahagia melihat Timnas yang cucunya cintai tersebut bisa mengukir sejarah.

‎Saat itu aku melongok pada kakek, seolah aku bertanya, "Benarkah?" Dan saat kulihat, jasad kakek seolah berkata "Ya." karena kulihat senyum darinya.

‎Aku kemudian memeluk jasad kakek, kemudian mundur dan duduk di kursiku, untuk mendengarkan khotbah dari pendeta. Pikiranku kemudian menerawang,

‎"Kek, kelak aku menyusul nanti. Kita nonton lagi ya pertandingan timnas kesayangan kita. Prancis vs. Brasil." Gumamku dalam hati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Final Piala Dunia
Rere Valencia
Novel
ORANG YANG DATANG
Aga Lesmana
Novel
Bronze
Antara Rasa
Keefe R.D
Novel
Gold
Magnitudo
Bentang Pustaka
Novel
Toni's Secret
Yurlian
Novel
Catatan Hati Anak Terakhir
Muhammad Ridho
Novel
Langkah Kaki
Adikanda
Novel
Timah Cair Dinda
Muhammad Sapril
Novel
Bronze
Shinta : Cinta dan Pengorbanan
Bagas Adhianta
Novel
SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG
Aga Lesmana
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Taman Sore
eko s
Cerpen
MALAM ALUNA
IGN Indra
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Cerpen
Bronze
Without You
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
Final Piala Dunia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Flash
Terlalu indah
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Flash
Bronze
Hikayatnya Hikayat
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tak Bisa Memilih
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Rahma
Rere Valencia
Flash
Bronze
Penyala Bara
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pecundang Yang Merendahkan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Dia, Si Pemain Judol
Rere Valencia
Flash
Bronze
Jalani Dulu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pendamba
Rere Valencia
Flash
Bronze
Menyusul
Rere Valencia
Flash
Bronze
Vrum
Rere Valencia
Novel
Bronze
Destiny
Rere Valencia