Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Azazil
1
Suka
706
Dibaca

Panas menyengat sejak kila mulai. Darah yang mengering mulai menyatu dengan warna tanah, hanya tersisa bau anyir. Di sinilah tempat para iblis berperang melawan semua para entitas kehidupan. Aku duduk terkapar, ditemani oleh pengawal setiaku.

“Baginda Azazil, kita sudah terdesak! Kita harus segera pergi dari area perang!”

“Sialan! Bagaimana bisa dia menusukku hanya dengan cenderasa?”

“Baginda, bukan saatnya membahas itu. Mengobati luka Baginda adalah prioritas!”

“Diam kau! Aku masih bisa melawan para serangga itu! Jika aku mundur sekarang, ini akan mencoreng namaku sebagai Raja!”

“Ampuni hamba, Baginda. Hamba akan kerahkan pasukan tersisa untuk menyerang secara bersama.”

Aku berdiri dari tanah, melangkah maju meninggalkan parit begitu pula dengan prajurit dan pengawal setiaku. Cenderasa itu masih menancap di dadaku. Dengan daya yang tersisa, aku maju menebas kepala lawanku dengan senjata yang kupegang. 

Melihat nyawa mereka berjatuhan, kukira ini adalah makna kemenangan. Kesenangan itu tak berangsur lama, ketika aku menoleh ke belakang. Mataku terbelalak melihat kenyataan.

Emosiku meluap melihat para pasukan dibantai habis oleh Jenderal Langit. Tanpa sadar, aku berteriak keras. Amarah yang sesungguhnya baru meledak ketika pengawal setiaku tersandera oleh Jenderal Langit. 

Ketika aku hendak menolongnya raut wajahnya aneh. Pengawalku tampak terkejut, takut, dan sedih. Pandanganku tiba-tiba berputar. Ini terasa janggal bagiku.

Dingin.

Saat ini yang aku rasakan. 

Gedebug….

Hanya bunyi itu yang aku dengar, seperti karung berisi pasir jatuh ke tanah. Cenderasa yang menancap pada tubuhku masih berdiri di sana. Dari sudut pandang yang sangat rendah, aku melihat dua kaki masih tegak.

Samar-samar kulihat bayangan entitas berada di belakang tubuhku. Kucoba menajamkan pandanganku, ternyata itu manusia menjijikan. Dengan syamsir berlumuran darah berada di tangannya.

Bagaimana mungkin aku bisa menatap tubuhku seluruhnya?

Bagaimana dengan ambisiku untuk menaklukan dunia?

Tanpa ada jawaban, kini aku benar-benar hancur. Ditelan oleh kegelapan sejati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Azazil
Fahmi Irwan Utomo
Flash
Amongst Laughters
Adinda Amalia
Novel
Gold
Wundersmith
Noura Publishing
Novel
Bronze
belati dan verisai
SAKSI PENA
Novel
Bronze
Jalan Pulang
Widiyati Puspita Sari
Novel
Gasing Bambu
bomo wicaksono
Cerpen
I Have Nothing
Yutanis
Novel
Nataraja
Ghozy Ihsasul Huda
Novel
Bhairava
Ghozy Ihsasul Huda
Novel
Bronze
The Thief
Aspasya
Novel
KESEMPATAN KEDUA SEORANG OBITO
Safinatun naja
Novel
Shangkara
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Serba Pertama Kali
Veron Fang
Flash
The Scion
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
Bronze
Darah yang Menyatu di Tengah Kabut
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Flash
Azazil
Fahmi Irwan Utomo
Novel
Bronze
Makna Hakikat
Fahmi Irwan Utomo