Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Isi Kepala : Tentang Petrichor
0
Suka
3,746
Dibaca

Ada yang aneh belakangan ini, entah kenapa keinginan membuat cerita menjadi motivasi terbesarku, padahal aku tidak pandai menulis juga tidak jago merangkai kata.

Dan ketika aku mencoba menulis, anggap saja aku sedang menuangkan isi kepala...

Namun janga pernah keliru menilai isi otakku begitu berharga, karena isinya tidak selalu mempesona. Kadang hanya barang rongsokan, benda-benda sisa, alat yang bahkan aku sendiri tidak tahu gunanya, bahkan hanya informasi tidak lengkap yang terpaksa harus di keluarkan, karena di dalam sudah cukup sesak.

Akan aku bocorkan di sini, sebuah rahasia tentang otaku yang yang tidak pernah berhenti untuk selalu bertanya, dia selalu punya banyak bahan untuk mengurai hal sepele menjadi lebih ribet.

Seperti kejadian hari itu di saat aku baru saja terbangun dari tidur, aku tidak segera beranjak bangun, aku memicingkan mata, menatap langit langit, dan otaku mulai bertanya:

Kenapa setelah dewasa, manusia jadi malas hujan-hujanan?

padahal kalau alasannya karena takut basah, baju bisa di keringkan, kalau alasannya takut sakit obat sekarang gampang di dapatkan, jadi tidak ada alasan untuk tidak kebasahan berhujan ria.

Tapi anehnya...tetep aja males...

Akhirnya dari kemalasan itulah, aku punya keinginan untuk membuat cerita tentang seseorang yang suka hujan, dalam rangka mewujudkan keinginan otak itulah, aku membuat cerita tentang hujan, tentang suara gemericik, tentang rumah dalam berbagai bentuk, tentang keterbatasan dan upaya manusia untuk tetap hidup di tengah derasnya Badai.

Hey hey alasannya seharusnya tidak semulia itu...

Intinya aku ingin hujan hujanan, tapi bukan dalam bentuk wujudku sekarang, dalam wujud seorang anak kecil sepertinya lebih seru dan mengasyikan...😅

Untuk kalian yang masih menyempatkan waktu berjalan di bawah hujan tanpa buru-buru mencari atap. Semoga kita tidak pernah benar-benar kehilangan anak kecil yang dulu begitu bahagia hanya karena langit memutuskan untuk menurunkan hiburan.

Nikmatilah pestanya...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
La Douleur Exquise
Afiska Dila Ananda
Novel
Perjaka Magrib ~Novel~
Herman Sim
Novel
Bronze
UNQUALIFIED
Putri Lailani
Novel
MELEPAS HARAP
Deya Nurfadilah
Skrip Film
HALAMAN PALING BELAKANG
Vitri Dwi Mantik
Flash
Spidol Biru
Ralali Sinaw
Flash
Bronze
Buku Bertanda Tangan
Afri Meldam
Flash
SIMPUL YANG KUAT
Tourtaleslights
Flash
Isi Kepala : Tentang Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
unbroken
Hadley
Cerpen
Bronze
Kami Membuat Ibu Tobat
Jie Jian
Skrip Film
Squadahlia
Attar Darnis
Flash
Perang Terbuka
Berkat Studio
Cerpen
Bronze
Rahasia Hati
Herumawan Prasetyo Adhie
Novel
Meraki, Sebuah Catatan Kehidupan
Dian Y.
Rekomendasi
Flash
Isi Kepala : Tentang Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
SEMESTA AETHYRIS
Kal Q Fawzie
Novel
Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
Wima Laksana Putra Kerta Hadi wiratma
Kal Q Fawzie
Novel
168 Jam
Kal Q Fawzie