Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Isi Kepala : Tentang Petrichor
0
Suka
2,505
Dibaca

Ada yang aneh belakangan ini, entah kenapa keinginan membuat cerita menjadi motivasi terbesarku, padahal aku tidak pandai menulis juga tidak jago merangkai kata.

Dan ketika aku mencoba menulis, anggap saja aku sedang menuangkan isi kepala...

Namun janga pernah keliru menilai isi otakku begitu berharga, karena isinya tidak selalu mempesona. Kadang hanya barang rongsokan, benda-benda sisa, alat yang bahkan aku sendiri tidak tahu gunanya, bahkan hanya informasi tidak lengkap yang terpaksa harus di keluarkan, karena di dalam sudah cukup sesak.

Akan aku bocorkan di sini, sebuah rahasia tentang otaku yang yang tidak pernah berhenti untuk selalu bertanya, dia selalu punya banyak bahan untuk mengurai hal sepele menjadi lebih ribet.

Seperti kejadian hari itu di saat aku baru saja terbangun dari tidur, aku tidak segera beranjak bangun, aku memicingkan mata, menatap langit langit, dan otaku mulai bertanya:

Kenapa setelah dewasa, manusia jadi malas hujan-hujanan?

padahal kalau alasannya karena takut basah, baju bisa di keringkan, kalau alasannya takut sakit obat sekarang gampang di dapatkan, jadi tidak ada alasan untuk tidak kebasahan berhujan ria.

Tapi anehnya...tetep aja males...

Akhirnya dari kemalasan itulah, aku punya keinginan untuk membuat cerita tentang seseorang yang suka hujan, dalam rangka mewujudkan keinginan otak itulah, aku membuat cerita tentang hujan, tentang suara gemericik, tentang rumah dalam berbagai bentuk, tentang keterbatasan dan upaya manusia untuk tetap hidup di tengah derasnya Badai.

Hey hey alasannya seharusnya tidak semulia itu...

Intinya aku ingin hujan hujanan, tapi bukan dalam bentuk wujudku sekarang, dalam wujud seorang anak kecil sepertinya lebih seru dan mengasyikan...😅

Untuk kalian yang masih menyempatkan waktu berjalan di bawah hujan tanpa buru-buru mencari atap. Semoga kita tidak pernah benar-benar kehilangan anak kecil yang dulu begitu bahagia hanya karena langit memutuskan untuk menurunkan hiburan.

Nikmatilah pestanya...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Interval Langkah
Tarisa Adistia
Flash
Isi Kepala : Tentang Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
SEBELUM MATA ANGIN TERJADI
Ni Made Juni Artami
Flash
Gelap
Fajar R
Flash
Bukan yang Terbaik
Rilaiqaza
Cerpen
Bronze
Penyair dan Cerpenis Kampret
Sulistiyo Suparno
Novel
My Lucky Black Cat
Angeline Kartika
Skrip Film
BFF (Script)
Ariesta Mansoer
Flash
Obat Untuk Iman
Hariz Rizki
Cerpen
Bronze
Balas Dendam Seorang Pengarang Yunior
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
KALA CINTA
Yeni Lestari
Novel
Bunga Kertas
Aku Ria
Novel
Teratai di Atas Bukit
Justang Zealotous
Novel
Jejak di Tengah Kerudung
Nabila Ghaida Zia
Cerpen
Induk Anjing
E. N. Mahera
Rekomendasi
Flash
Isi Kepala : Tentang Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
SEMESTA AETHYRIS
Kal Q Fawzie
Novel
Wima Laksana Putra Kerta Hadi wiratma
Kal Q Fawzie
Novel
168 Jam
Kal Q Fawzie