Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Di Kolong Ranjang
11
Suka
12,921
Dibaca

Bel tanda pelajaran berakhir berbunyi. Anak-anak bersorak. Hepp, anak berusia 10 tahun yang pemurung melewati anak-anak lainnya dengan langkah tergesa, seolah tak ingin terlihat. Ia tidak suka menunggu seperti anak lainnya karena ia tahu tak akan ada yang menjemputnya. Ibunya meninggal setahun yang lalu dan ayahnya sibuk bekerja. Lagipula, jarak sekolah dan rumahnya tak terlalu jauh.

Tak terasa Hepp tiba di depan rumahnya. Ia menggeser pintu pagar yang tinggi menjulang dengan bahu kanannya, lalu masuk dan menutupnya kembali.

Hepp melepas jaket tebalnya lalu meletakkannya dengan rapi di atas sofa. Tak ada siapa-siapa di rumah. Ia tahu ayahnya selalu pulang larut malam saat ia tertidur dan berangkat saat ia masih belepotan kantuk. Mungkin karena itulah ia jadi mandiri meski juga merasa kesepian.

Hepp mendadak teringat tugas dari gurunya sebelum pelajaran berakhir tadi. Ia iri dengan teman sekelasnya yang setiap hari bisa bertemu ayah dan ibunya, lalu menanyakan pada mereka tentang benda yang sering mereka pakai sehari-hari. Karena itu ia memberanikan diri memasuki kamar ayahnya. Kebetulan hari itu ayahnya lupa menguncinya. Kamar itu besar namun terasa asing. Hepp agak takut. Namun, hanya dengan cara inilah ia bisa menyelesaikan tugas sekolahnya.

Hepp tak dapat menemukan benda apapun di kamar itu selain ranjang, lemari, serta sebuah cermin besar. Perlahan ia membuka lemari. Penuh dengan kemeja dan pakaian lainnya yang tersusun rapi. Kemudian, Hepp mengintip ke kolong ranjang. Ia menemukan sebuah kotak kardus besar dan panjang. Hepp yang penasaran menariknya keluar. Lalu, ia duduk bersila di depan kotak itu dan membukanya. Hepp terkejut sekaligus kagum melihat isinya. Sebuah boneka cantik seukuran wanita dewasa terbaring kaku di sana. Kemudian, Hepp menutup kembali kotak itu dan mengembalikannya ke tempat semula.

***

Teman sebangku Hepp maju ke depan kelas lalu bercerita sambil melihat buku catatannya.

"Benda yang sering dipakai ayahku setiap hari adalah parfum. Ayah menggunakannya setiap akan berangkat kerja atau saat bepergian bersamaku. Cara pakainya adalah dengan menekan bagian atasnya dan menyemprotkannya ke tubuh. Dengan memakai parfum kita jadi lebih wangi. Terima kasih."

Ibu guru memberi tepuk tangan diikuti semua anak. Teman sebangku Hepp kembali ke kursinya.

Sekarang giliran Hepp. Ia maju sambil memeluk buku catatannya dan bersiap membacakannya di depan kelas.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (8)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Komik
Magang Di Tempat Supervillains
Kyriepoda
Flash
Karena Aku Bosan
Noer Eka
Flash
I-phone , Bukan Jodohku ( Selamat Jalan I-phone 12 )
Alwinn
Komik
Siblings
Anintan Savytri
Cerpen
Bronze
Si Gembul Sahabatku
Pena Sastra
Komik
Sebutir Manusia
Sukriyadi
Cerpen
Percaya Mitos Yang Kurang Lengkap
cahyo laras
Komik
Bronze
YATO & IATO
Animarska
Flash
Modus Baju
Ravistara
Cerpen
Bronze
Tiga Hari Saja
Saifoel Hakim
Flash
Menahan Berak
Alviandromeda | DigitAlv
Flash
Bronze
Standar Tiktok
Ron Nee Soo
Cerpen
Mancing gaya. Ikan Raya
Bang Jay
Flash
Kuasi-surat XIII : Surat dari Mimpi yang Jelek
Ade Anugrah
Rekomendasi
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Flash
Koran Pagi
Sugiadi Azhar
Flash
Harmonika Tua
Sugiadi Azhar
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar
Skrip Film
PEBINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Skrip Film
NADA MINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Sisa Hujan
Sugiadi Azhar
Flash
Rapor Dari Tuhan
Sugiadi Azhar
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Flash
SLURRPPP
Sugiadi Azhar
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar