Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Di Kolong Ranjang
14
Suka
16,995
Dibaca

Bel pulang berteriak lantang disambut sorakan dari tiap kelas. Hepp, anak berusia sepuluh tahun keluar paling awal. Ia benci jika harus bergabung dalam kerumunan dan melihat anak lainnya dijemput atau menunggu di depan gerbang sekolah karena ia tahu tak akan ada yang menjemputnya. Ibunya meninggal setahun yang lalu dan ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Lagipula, jarak sekolah dan rumahnya hanya setengah kilo.

Hepp menggeser pintu pagar rumahnya yang menjulang dengan bahu kanan, lalu masuk dan menutupnya kembali.

Karena mengantuk, ia pun jatuh tertidur di sofa ruang tamu hingga adzan magrib membangunkannya.

Rumah itu terlalu besar, terlalu hening. Ia tahu ayahnya selalu pulang larut malam saat ia tertidur dan berangkat pagi sekali saat ia masih belepotan kantuk.

Usai menelantarkan sisa pasta yang ia panaskan menggunakan microwave, Hepp mendadak teringat tugas dari gurunya sebelum pelajaran berakhir tadi. Ia iri dengan teman sekelasnya yang setiap hari bisa bertemu orangtuanya, lalu menanyakan pada mereka tentang benda yang sering mereka pakai sehari-hari.

Tak ada pilihan selain memberanikan diri masuk ke kamar ayahnya. Kebetulan hari itu ayahnya lupa menguncinya. Ia merasa sedang masuk kamar orang lain. Ada rasa takut memberati kakinya. Namun, hanya dengan cara inilah ia bisa menyelesaikan tugas sekolahnya.

Hepp memindai seisi kamar, tapi tak dapat menemukan benda yang menarik untuk ditulis. Hanya ada ranjang, cermin besar, dan sebuah lemari—yang dipenuhi kemeja serta pakaian lainnya yang tersusun begitu rapi, seolah tak pernah tersentuh.

Sesaat sebelum keluar, Hepp mengintip ke kolong ranjang. Mata lebarnya terpaku pada kotak kardus besar dan panjang yang tersembunyi di sana.

Cukup lama ia duduk bersila dan menimbang-nimbang apakah ia harus membuka kotak itu. Rasa penasaran membuat Hepp mengangkat penutupnya. Ia terhenyak dan tubuhnya limbung ke belakang. Kedua tangannya menyangga tubuhnya di lantai keramik yang dingin. Napasnya yang terengah-engah kembali tenang. Sebuah boneka seukuran wanita dewasa berpakaian kimono terbaring kaku di sana. Jemari Hepp yang gemetar menyusuri wajah orientalnya, begitu halus dan lembut. Kulit tangannya kenyal saat dicubit. Persis seperti kulit manusia, pikirnya. Sejenak ia ingin memeluk boneka itu hingga tertidur. Namun, Hepp memilih mengembalikannya ke tempat semula, takut ayahnya tiba-tiba datang dan memergokinya.

***

Besoknya, teman sebangku Hepp maju ke depan kelas lalu membacakan buku berisi tugasnya.

"Benda yang sering dipakai ayahku setiap hari adalah parfum. Ayah menggunakannya setiap akan berangkat kerja atau saat bepergian bersamaku. Cara pakainya adalah dengan menekan bagian atasnya dan menyemprotkannya ke tubuh. Dengan memakai parfum kita jadi lebih wangi. Terima kasih."

Ibu guru memberi tepuk tangan diikuti semua anak. Teman sebangku Hepp kembali ke kursinya.

Sekarang giliran Hepp. Ia maju sambil memeluk buku catatannya dan bersiap membacakannya di depan kelas.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (8)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
Bronze
Antagonis Menggugat
hidayatullah
Flash
Absurd
Adrikni LR
Flash
Bronze
KELILING DUNIA
Hanan Rafidah
Flash
Bronze
Sepiring Nasi Pare
Silvarani
Komik
Pabo Comic
moris avisena
Cerpen
Split Bill, Split Hidup
cahyo laras
Flash
DIPAKSA DEWASA
lany hardila
Cerpen
Jangan Ge-Er, Dia gitu ke semua orang
cahyo laras
Cerpen
Bronze
The Most Loser Person On Earth
Affry Johan
Komik
Bronze
Orang Orang Indonesia
Orang Tanpa Identitas
Komik
KAOS HITAM
moris avisena
Cerpen
Pitak Di Kepala Suami
cahyo laras
Cerpen
Bronze
Agen konyol
Noboti
Komik
Ubi Depresi
nanda putri diasshifatul karimah
Rekomendasi
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
Koran Pagi
Sugiadi Azhar
Flash
Sampah di Atas Aspal
Sugiadi Azhar
Flash
Terkoyak
Sugiadi Azhar
Skrip Film
PEBINOR (Skenario Film)
Sugiadi Azhar
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Flash
Setan Curhat
Sugiadi Azhar
Flash
Hutang Fiksi
Sugiadi Azhar
Flash
Rapor Dari Tuhan
Sugiadi Azhar
Flash
Sleding Neraka
Sugiadi Azhar
Flash
Harmonika Tua
Sugiadi Azhar
Flash
It's My Tackle
Sugiadi Azhar
Flash
Sisa Hujan
Sugiadi Azhar
Flash
Lantai Keramik
Sugiadi Azhar
Flash
SLURRPPP
Sugiadi Azhar