Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Biarkan aku bahagia part2
1
Suka
17
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

28 Desember, di meja keluarga Zhang pagi itu.

Salju di luar mulai turun sejak kemarin malam. Hawa dingin menusuk sampai ke tulang. Membawa sedikit rasa malas untuk melakukan apapun.

Di meja keluarga Zhang pagi itu semua orang berkumpul di depan meja bundar, dalam suasana hangat yang sederhana.

Di atas meja kayu Nanmu yang megah. Berbagai hidangan panas telah lama di sajikan. Semangkuk mie umur panjang dan kue ulang tahun coklat bertingkat yang indah telah lama menunggu Kirana.

Ya, hari ini adalah ulang tahun Kirana. Saat ini Kirana duduk di tengah di antara ibu dan kakek angkatnya, juga ada ayah angkat dan lima saudara laki-lakinya.

Semua orang menatap wajah cantik gadis muda itu dengan kasih sayang yang hangat. Kirana merasa sangat terharu. Hari ini pagi-pagi sekali ibunya membangunkannya untuk memberinya kejutan.

Hari ini Kirana memakai gaun berwarna biru muda yang cantik dengan lengan panjang yang lebar dan renda berwarna putih di pinggangnya.

Nyonya Zhang, ibu angkatnya menggenggam tangan Kirana dengan hati-hati dan penuh kasih berkata dengan lembut. " Yulan(nama pemberian keluarga Zhang), hari ini adalah ulang tahun mu. Ibu tahu, bukan ibu yang melahirkan mu. Tapi memiliki mu di kehidupan ini membuatku tahu bagaimana rasanya memiliki seorang puteri. Terimakasih sudah datang ke keluarga Zhang."

Nyonya Zhang memberikan sebuah kotak merah besar berisi beberapa baju tidur. Baju tidur berwarna hijau dengan motif bunga kecil dan baju tidur berwarna putih dengan tepian biru tua di penuhi bintik-bintik hitam kecil dengan gambar boneka beruang yang lucu di sebelah kiri dan saku di kanan. Serta beberapa baju yang imut dan cantik. Yang ukurannya pas dengan dirinya.

" Ibu... Bagaimana... Bagaimana kamu tahu?" Kirana menyentuh satu persatu dan air matanya mengalir deras. Itu adalah kado ulang tahun dari keluarga kandungnya saat berumur 3 sampai 5 tahun. Itu baju favorit Kirana saat kecil, ibu angkatnya sekarang membuat tiruannya dengan sempurna.

" Baguslah jika suka." Nyonya Zhang sering membelikannya gaun cantik. Tapi Kirana seringkali memakai kaos putih sederhana ataupun pakaian santai. Tidak suka hal-hal mewah dan mahal.

Ayah angkatnya juga ikut berkata. " Yulan.... Mimpiku untuk memiliki seorang anak perempuan juga telah tercapai. Bahkan jika aku mati, aku bisa mati dengan tenang." Ketika selesai berbicara dia diam-diam mengusap sudut matanya yang agak basah.

Kekek Zhang mengetukkan tongkat ke lantai berpura-pura marah. " Kalian ini... Jangan merusak suasana hati cucu perempuan ku yang berharga. Nak cobalah mie umur panjang yang di buat ibu mu." Kakek Zhang menyodorkan semangkuk mie ke hadapannya.

Kirana mengambil sumpit dan mulai memakannya dengan perlahan. Matanya tiba-tiba sedikit basah, Air matanya kembali mengenang di sudut-sudut mata dan menghalangi pemandangan. Hatinya juga terasa sedikit asam.

Hari ini, keluarga itu mengingatkannya pada masa kecilnya yang manis dan indah namun terasa jauh.

Seandainya dulu dia tidak meminta adik perempuan kecil. Apakah keluarga kandungnya tidak akan berubah....

Seandainya.....

Tapi sudahlah, sudah 20 tahun berlalu bagaimana mungkin dia masih bisa begitu benci.

Sekarang semua orang menerimanya baik sebagai Kirana maupun sebagai Yulan.

Kirana menghabiskan suapan terakhirnya dengan air mata yang masih basah di pipinya. Lalu mengelap mulutnya dengan sapu tangan yang di berikan oleh kakak pertama.

"Yulan, meskipun kamu bukan adik kandung ku. Aku akan selalu membela mu, jangan pernah berpikir sendirian lagi." Kakak pertama menyerahkan sebuah amplop merah tebal sebagai hadiah ulang tahun.

Kakak kedua membawa kotak hitam bergaris putih dengan pita merah besar di atasnya, dan berkata."selama ada aku, tidak ada yang boleh menindas adikku. Yulan selamat ulang tahun."

Kakak ketiga memberinya sebuah kunci mobil " yang menyakiti tuan putri kita akan aku pukul sampai menyebut leluhurnya."

Kakak keempat membawakan sebuah kotak merah yang indah lalu membukanya, di dalamnya terdapat satu set perhiasan terbuat dari blue safir yang indah dan elegan. "Adik kecil ku, aku tidak akan membiarkan siapapun mengecewakannya."

Kakak kelima memberikan sebuah map berisi surat kepemilikan sebuah resort di barat kota. "Yang di impikan adik ku, aku akan berusaha memenuhinya."

Kirana tertawa tetapi air matanya mengalir deras. " Kakak terimakasih banyak, aku tidak sanggup membalasnya."

"Yulan aku tidak punya hadiah apa pun. Tapi restoran di barat kota itu untuk mu saja." Pak Zhang menyerahkan surat kepemilikan restoran di barat kota yang dia beli tahun lalu.

" Kau tahu teman lama kakek si tua Ding hampir bangkrut pabrik gioknya, jadi bulan lalu dia menjualnya kepada ku. Tapi aku sudah tua, mulai sekarang kamu saja yang mengurusnya."

" Kakek ini terlalu berharga, ayah..." Kirana benar-benar tidak sanggup menerima semuanya.

" Bukankah kau memanggilku ayah, mengapa tidak pantas? Sebagai putriku kamu juga berhak atas kekayaan keluarga kita, meskipun keluarga kita bukan nomor satu, setidaknya putriku tidak boleh menderita." Pak Zhang berkata dengan tegas tanpa menerima penolakan.

Nyonya Zhang juga berkata sambil memasangkan gelang giok ke tangan Kirana.

"Ayah mu benar, Yulan kamu menganggap kami orang tua. Pemberian ini terasa wajar, jangan menolak lagi, mulai sekarang jalani hidup dengan baik."

Kirana mengangguk sambil terisak. " Ayah, ibu, kakek, saudara laki-laki. Kalian benar. Mulai sekarang aku akan menjalani hidup dengan baik."

Nyonya Zhang memeluk Kirana untuk menenangkan hatinya sambil mengusap punggungnya dengan lembut. " Gadis baik."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Not For Falling In Love
Rizqia Salsa Bila
Novel
KALANDRA JOHSON DESMOND
Fabriana Hanif😍
Flash
Biarkan aku bahagia part2
Nur Hasanah
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Skrip Film
SOULMATE
Cassandra Reina
Novel
LALAKA
PALRIS JAYA
Novel
Bronze
ZAIRA
Malini
Novel
Kembali, Pulang
Regina Mega P
Novel
The Director
Annisa Fitrianti
Novel
Aku, Kamu, Kita Semua Harus Kuat!
C R KHAN
Skrip Film
Her Podcast Case
Irvinia Margaretha Nauli
Novel
Goresan Luka ~New Story~
ATTAR DARNIS
Novel
Tiga Hati Satu Cinta
Farasha
Novel
Bronze
REMINISCENCE ELEGY
mahes.varaa
Skrip Film
Sebelum Kita Menikah
Ressy
Rekomendasi
Flash
Biarkan aku bahagia part2
Nur Hasanah
Novel
Lembayung di langit 70an
Nur Hasanah
Novel
Arutala: putri dari negeri yang hilang
Nur Hasanah
Flash
Biarkan aku bahagia
Nur Hasanah