Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
3
Suka
3,197
Dibaca

Secarik surat baru saja diterimanya dari pos. Surat itu datang dari ibunya, yang kini berada di Mekkah.

"Bismillah, Hanafi anakku tersayang,"

Tulisan tangan ibunya yang sama seperti dulu, tapi di beberapa bagian, tinta hitam itu tampak memudar, bercampur dengan bercak yang Han tahu itu air mata ibunya. Ibu selalu bilang bahwa dia kuat, tetapi rindu tak bisa disembunyikan kekuatan itu.

"Di sini sedang hujan. Langit Mekkah terasa seperti memelukku dengan sejuknya tetes-tetes air yang jarang datang. Aku baik-baik saja, Nak. Tapi hatiku penuh rindu."

Hanafi menahan sesak. Ingatannya melayang ke masa kecil, saat hujan turun deras, ibunya selalu berkata, "Hujan adalah berkah, Han. Jangan takut."

Namun, malam ini, hujan yang turun di luar jendelanya tidak terasa seperti berkah. Itu hanya mengingatkannya pada jarak yang memisahkan mereka.

Sudah lima tahun sejak mereka terakhir kali bertemu. Lima tahun penuh dengan surat-surat yang datang dari Mekkah, mengabarkan kehidupan ibunya di sana. Lima tahun penuh dengan janji bahwa suatu hari mereka akan bertemu lagi.

"Setiap kali aku melihat Ka'bah, aku berdoa agar Allah mempertemukan kita kembali. Aku berdoa agar aku bisa memelukmu lagi, melihat wajahmu tanpa perantara surat atau foto. Tapi semua ini butuh waktu. Allah punya rencana terbaik untuk kita."

Tapi kenyataan tidak seindah mimpi. Malam itu, Hanafi menulis balasan untuk surat ibunya.

"Ibu,

Aku membaca surat Ibu dengan hati yang penuh rindu. Aku membayangkan hujan di Mekkah, membayangkan Ibu berdiri di bawahnya sambil tersenyum meski hati kita terpisah jarak.

Ibu, aku juga selalu berdoa agar kita bisa bertemu lagi. Mungkin tidak sekarang, tapi aku yakin Allah akan memberikan jalan.

Aku baik-baik saja di sini, bu. Aku akan terus belajar dan bekerja keras, seperti yang selalu Ibu ajarkan.

Suatu hari nanti, aku akan datang ke Mekkah, atau Ibu yang pulang ke sini. Kita akan berlebaran bersama lagi, seperti dulu, berbagi cerita di bawah langit yang sama.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Religi
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Flash
A Thousand Gods, a Thousand Prayers
Wina Sari Ardini
Flash
Filosofi Rokok
Sukini
Flash
Bronze
Quantum Tauhid
Silvarani
Cerpen
Bronze
JANDA by Iman Siputra
Iman Siputra
Novel
Juli Selepas Senja
Mochamad Rozikin
Cerpen
Penyesalan Ainur
Ifha Karima
Flash
Bronze
Seorang Sultan yang menjadi debu
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Manusia Yang Telah Ditakdirkan
Relung Fajar Sukmawati
Flash
Bronze
La Tahzan (Untuk hati yang memilih cinta-Nya)
Nisa Amalia
Novel
SAYAP-SAYAP DOA
Fendi Hamid
Flash
Tuhan, Engkau di Langit yang Mana?
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Telaga Itu Bukan Dongeng
Raz Aka Yagit
Cerpen
Bronze
Sarung Terakhir Abah
Dwi Wahyu Kurniawati
Cerpen
Bronze
Tabiat tentang Keturunan
rohmat yazid nashiruddin
Rekomendasi
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Novel
DEKUT MERPATI PEMURUNG--The Mourning Dove Calling
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bandang
Hans Wysiwyg
Flash
Jarak dan Rindu
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Baper
Hans Wysiwyg
Flash
Traces Left Behind
Hans Wysiwyg
Flash
Heaven Can Wait
Hans Wysiwyg
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Flash
Gadis Kecil Di Trotoar
Hans Wysiwyg
Flash
Mestakkung
Hans Wysiwyg
Flash
Tetonam
Hans Wysiwyg
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
IBU, AKU DAN DIA
Hans Wysiwyg
Flash
Bos Kubikel
Hans Wysiwyg
Flash
Pensil Untuk Lira
Hans Wysiwyg