Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
2
Suka
692
Dibaca

Secarik surat baru saja diterimanya dari pos. Surat itu datang dari ibunya, yang kini berada di Mekkah.

"Bismillah, Hanafi anakku tersayang,"

Tulisan tangan ibunya yang sama seperti dulu, tapi di beberapa bagian, tinta hitam itu tampak memudar, bercampur dengan bercak yang Han tahu itu air mata ibunya. Ibu selalu bilang bahwa dia kuat, tetapi rindu tak bisa disembunyikan kekuatan itu.

"Di sini sedang hujan. Langit Mekkah terasa seperti memelukku dengan sejuknya tetes-tetes air yang jarang datang. Aku baik-baik saja, Nak. Tapi hatiku penuh rindu."

Hanafi menahan sesak. Ingatannya melayang ke masa kecil, saat hujan turun deras, ibunya selalu berkata, "Hujan adalah berkah, Han. Jangan takut."

Namun, malam ini, hujan yang turun di luar jendelanya tidak terasa seperti berkah. Itu hanya mengingatkannya pada jarak yang memisahkan mereka.

Sudah lima tahun sejak mereka terakhir kali bertemu. Lima tahun penuh dengan surat-surat yang datang dari Mekkah, mengabarkan kehidupan ibunya di sana. Lima tahun penuh dengan janji bahwa suatu hari mereka akan bertemu lagi.

"Setiap kali aku melihat Ka'bah, aku berdoa agar Allah mempertemukan kita kembali. Aku berdoa agar aku bisa memelukmu lagi, melihat wajahmu tanpa perantara surat atau foto. Tapi semua ini butuh waktu. Allah punya rencana terbaik untuk kita."

Tapi kenyataan tidak seindah mimpi. Malam itu, Hanafi menulis balasan untuk surat ibunya.

"Ibu,

Aku membaca surat Ibu dengan hati yang penuh rindu. Aku membayangkan hujan di Mekkah, membayangkan Ibu berdiri di bawahnya sambil tersenyum meski hati kita terpisah jarak.

Ibu, aku juga selalu berdoa agar kita bisa bertemu lagi. Mungkin tidak sekarang, tapi aku yakin Allah akan memberikan jalan.

Aku baik-baik saja di sini, bu. Aku akan terus belajar dan bekerja keras, seperti yang selalu Ibu ajarkan.

Suatu hari nanti, aku akan datang ke Mekkah, atau Ibu yang pulang ke sini. Kita akan berlebaran bersama lagi, seperti dulu, berbagi cerita di bawah langit yang sama.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
RANGGAS
Abdul Khalim
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Muslimah Punya Cerita (A journey off surrender to Allah)
Larasati
Novel
Gold
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (Republish)
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Jihad Julia
Mizan Publishing
Novel
Gold
Dari Delft Hingga Madinah
Noura Publishing
Novel
Gold
Cinta yang Seharusnya
Mizan Publishing
Novel
Pelukis Austria
Heinrich Wilhelm Franz Schantzfeuer
Novel
Gold
Dari Allah Menuju Allah
Noura Publishing
Novel
A Blessing in Disguise
Bambang
Novel
Terjebak
Kangguru
Novel
Gold
Allah, You are My Everything
Mizan Publishing
Novel
Gold
Hidup Kadang Begitu
Noura Publishing
Novel
I Know Everything
Arjuna Ajisaka Putra Liandno
Rekomendasi
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Flash
MAKLAR
Hans Wysiwyg
Cerpen
Maybe Someday
Hans Wysiwyg
Flash
RUMAH BERTABUR BAN
Hans Wysiwyg
Novel
Rumah Ibu 3.915 Mil Jauhnya
Hans Wysiwyg
Flash
Kafe Diatas Langit
Hans Wysiwyg
Flash
Seorang Perempuan dan Sarang Lebah di Kamarnya
Hans Wysiwyg
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Cerpen
SYURGA YANG DILELANG
Hans Wysiwyg
Flash
Pemenang Kedua
Hans Wysiwyg
Novel
DI BAWAH LANGIT YANG TERLUKA Beneath The Wounded Sky
Hans Wysiwyg
Flash
Tetangga Toko Sebelah
Hans Wysiwyg
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Semalam
Hans Wysiwyg
Flash
Orang Asing di Ujung Jembatan
Hans Wysiwyg