Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
1
Suka
6
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Secarik surat baru saja diterimanya dari pos. Amplopnya sudah basah oleh air matanya sendiri sebelum ia sempat membacanya hingga tuntas. Surat itu datang dari ibunya, yang kini berada di Mekkah.

"Bismillah, Hanafi anakku tersayang,"

Tulisan tangan ibunya yang sama seperti dulu, tapi di beberapa bagian, tinta hitam itu tampak memudar, bercampur dengan bercak yang Han tahu pasti itu air mata ibu. Ibu selalu bilang bahwa dia kuat, tetapi rindu tak bisa disembunyikan kekuatan itu.

"Di sini sedang hujan. Langit Mekkah terasa seperti memelukku dengan sejuknya tetes-tetes air yang jarang datang. Aku baik-baik saja, Nak. Tapi hatiku penuh rindu."

Hanafi menahan sesak. Ingatannya melayang ke masa kecil, saat hujan turun deras, ibunya selalu berkata, "Hujan adalah berkah, Han. Jangan takut."

Namun, malam ini, hujan yang turun di luar jendelanya tidak terasa seperti berkah. Itu hanya mengingatkannya pada jarak yang memisahkan mereka.

Sudah lima tahun sejak mereka terakhir kali bertemu. Lima tahun penuh dengan surat-surat yang datang dari Mekkah, mengabarkan kehidupan ibunya di sana. Lima tahun penuh dengan janji bahwa suatu hari mereka akan bertemu lagi.

"Setiap kali aku melihat Ka'bah, aku berdoa agar Allah mempertemukan kita kembali. Aku berdoa agar aku bisa memelukmu lagi, melihat wajahmu tanpa perantara surat atau foto. Tapi semua ini butuh waktu. Allah punya rencana terbaik untuk kita."

Tapi kenyataan tidak seindah mimpi. Malam itu, Hanafi menulis balasan untuk surat ibunya.

"Ibu,

Aku membaca surat Ibu dengan hati yang penuh rindu. Aku membayangkan hujan di Mekkah, membayangkan Ibu berdiri di bawahnya sambil tersenyum meski hati kita terpisah jarak.

Ibu, aku juga selalu berdoa agar kita bisa bertemu lagi. Mungkin tidak sekarang, tapi aku yakin Allah akan memberikan jalan.

Aku baik-baik saja di sini, bu. Aku akan terus belajar dan bekerja keras, seperti yang selalu Ibu ajarkan.

Suatu hari nanti, aku akan datang ke Mekkah, atau Ibu yang pulang ke sini. Kita akan berlebaran bersama lagi, seperti dulu, berbagi cerita di bawah langit yang sama.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Novel
PEREMPUAN SURGAWI
ChumeyOks
Novel
Kurisutaru Qalbu
Dzurriyyatul Afifah
Novel
Gold
On the Way to Jannah
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Perjumpaan dengan Iblis
Mizan Publishing
Novel
KARYA-NYA KONTRIBUTOR NURANIKU: Edisi 2023
Nuraniku UNJ
Novel
Bidadari Milik Hudzaifah
khesya suci afifatul salwa
Novel
Bronze
Mantan: Masih Ada Cahaya Di sana!
Imajinasiku
Novel
Dia Rehema
Lani Nurohmah
Novel
Gold
Love & Happiness
Mizan Publishing
Novel
Gold
The Prophetic Wisdom
Mizan Publishing
Skrip Film
Hujan Paling Jujur di Matamu - Skrip Film
Hadis Mevlana
Novel
Air Mata Yang Diharamkan
Temu Sunyi
Novel
Cinta Dalam Mimpi
Muyassarotul Hafidzoh
Novel
Dream Or Love
dhiinasaf
Rekomendasi
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Flash
Suami Selamanya
Hans Wysiwyg
Cerpen
Secarik Kertas
Hans Wysiwyg
Novel
GARIS TAKDIR TANPA AKHIR
Hans Wysiwyg
Cerpen
Kencan Buta
Hans Wysiwyg
Flash
Jatuh Cinta, Ternyata....
Hans Wysiwyg
Flash
Jarak dan Rindu
Hans Wysiwyg
Cerpen
When I Was Your Man
Hans Wysiwyg
Novel
Stalker Misterius KOZMIC BLUES
Hans Wysiwyg
Flash
ORANG DALAM
Hans Wysiwyg
Cerpen
Musim Gugur Tak Pernah Menunggu
Hans Wysiwyg
Flash
CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Hans Wysiwyg
Cerpen
Susah Lupa
Hans Wysiwyg
Novel
DI BAWAH LANGIT YANG TERLUKA Beneath The Wounded Sky
Hans Wysiwyg
Cerpen
Aku Dalam Cermin
Hans Wysiwyg