Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Dalam Bayang Bulan
10
Suka
30,304
Dibaca

Sepasang Suami-Istri, dalam Peperangan

Mereka berdua terus berlari menyusuri hutan-hutan. Kakinya yang telah bergetar diakibatkan pertarungan, tidak digubris keduanya. Nafasnya terengah-engah dan kejam nian dunia baginya. Tidak ada kata lain yang dapat digambarkan.

Laksmi menunduk lesu. Ia tak bersemangat, seperti sudah berada dalam ujung keputusasaan. Melupakan mimpi dan jiwa-jiwa yang baru saja kemarin berteriak memimpikan masa depan indah sebagai wanita seutuhnya. Seketika Laksmi sadar.

“Aku akan membantumu” Purwa bersungguh-sungguh.

“Ah sudahlah, sudah terlambat. Aku sudah tidak memiliki hasrat seperti itu lagi.” Laksmi memalingkan muka.

Kali ini, tak ada yang lebih mengagumkan dari mencintai. Mengadu kasih dan berdua saling melindungi. Dalam kondisi yang memilukan sekalipun, nyatanya kekuatan cinta tak terpupus oleh rasa takut.

Yang ada terus menggebu, mengejar, mencintai lelaki yang tak pernah putus-putus. Berjatuh-jatuh meringsut meminta, menagih apa yang telah dikatakan mengenai saling cinta-mencintai.

Tetapi tak ada yang lebih pasti, selain kata pasrah. Mata menghujam ke bawah, mentari sudah tidak pernah terbit semenjak penangkapan Purwa. Laksmi tengadah pada Tuhan yang Maha Esa.

Purwa lantas dihajar, dipukuli Prabu. Disiksa habis-habisan. Kepalanya di hujamkan lagi ke tanah. Matanya dibogem sampai bengkak. Tak ada ampun.

Seketika berakhir tragis, dalam perjalanan Laksmi menyusul Purwa. Purwa tak dapat bertahan sebelum kedatangan Laksmi. Purwa seketika gugur demi mencintai, mempertahankan, walau menjadi pahlawan kesiangan yang merebut Laksmi hanya dalam sekejap. Malam berdua dalam keheningan tempo waktu, hanya itu kenangan terindah bagi Purwa. Setelah itu, tidak ada kata lagi. Purwa tewas seketika.

Sedangkan Laksmi lari tergopoh-gopoh. Mendatangi Purwa sama dengan memasuki kandang singa. Laksmi mendohok tak percaya. Kabar kematian Purwa terdengar cepat ke telinganya. Ia lantas kembali berlari ke kota sembari menangis tersedu sedan. Pelarian untuk kesekian kalinya.

Jiwanya tersayat-sayat. Semalaman tidur di alam terbuka hanya berlapis rumput-rumput liar. Melamuni nasib, memikirkan cinta yang kandas. Cinta yang seolah baru bermekaran setelah sebelumnya hanya dinikmati dalam diam. Lalu tenggelam belum lama. Laksmi terkatung-katung dalam pelarian.

Selesai

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Novel
Bronze
Organic Matcha
i
Novel
Bronze
Rama's Story : Virgo
Cancan Ramadhan
Novel
Euphoria
jenkyjen
Novel
About MOLLY
Evy Andriani
Novel
Setiap Momen adalah Kamu
Jane Lestari
Novel
Bronze
Gamer's Romantic
Aldrich Candra
Flash
Sebatang Rosewood
Ravistara
Flash
Bronze
Suhu Nol Pada Seratus Derajat
Silvarani
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Novel
Gold
Asal Muasal Pelukan
Bentang Pustaka
Novel
Amore
komang sutiani
Novel
Kenangan yang beriringan
Illa fadila
Novel
Bronze
My Author
Nurul Lathiffah
Novel
Gold
Lovhobia
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Flash
Hasna Jasmine
Gita Oktavia
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Flash
Kama
Gita Oktavia
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Novel
Kinandita
Gita Oktavia
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Novel
Nadir
Gita Oktavia
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Novel
Manggala
Gita Oktavia