Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Dalam Bayang Bulan
10
Suka
25,819
Dibaca

Sepasang Suami-Istri, dalam Peperangan

Mereka berdua terus berlari menyusuri hutan-hutan. Kakinya yang telah bergetar diakibatkan pertarungan, tidak digubris keduanya. Nafasnya terengah-engah dan kejam nian dunia baginya. Tidak ada kata lain yang dapat digambarkan.

Laksmi menunduk lesu. Ia tak bersemangat, seperti sudah berada dalam ujung keputusasaan. Melupakan mimpi dan jiwa-jiwa yang baru saja kemarin berteriak memimpikan masa depan indah sebagai wanita seutuhnya. Seketika Laksmi sadar.

“Aku akan membantumu” Purwa bersungguh-sungguh.

“Ah sudahlah, sudah terlambat. Aku sudah tidak memiliki hasrat seperti itu lagi.” Laksmi memalingkan muka.

Kali ini, tak ada yang lebih mengagumkan dari mencintai. Mengadu kasih dan berdua saling melindungi. Dalam kondisi yang memilukan sekalipun, nyatanya kekuatan cinta tak terpupus oleh rasa takut.

Yang ada terus menggebu, mengejar, mencintai lelaki yang tak pernah putus-putus. Berjatuh-jatuh meringsut meminta, menagih apa yang telah dikatakan mengenai saling cinta-mencintai.

Tetapi tak ada yang lebih pasti, selain kata pasrah. Mata menghujam ke bawah, mentari sudah tidak pernah terbit semenjak penangkapan Purwa. Laksmi tengadah pada Tuhan yang Maha Esa.

Purwa lantas dihajar, dipukuli Prabu. Disiksa habis-habisan. Kepalanya di hujamkan lagi ke tanah. Matanya dibogem sampai bengkak. Tak ada ampun.

Seketika berakhir tragis, dalam perjalanan Laksmi menyusul Purwa. Purwa tak dapat bertahan sebelum kedatangan Laksmi. Purwa seketika gugur demi mencintai, mempertahankan, walau menjadi pahlawan kesiangan yang merebut Laksmi hanya dalam sekejap. Malam berdua dalam keheningan tempo waktu, hanya itu kenangan terindah bagi Purwa. Setelah itu, tidak ada kata lagi. Purwa tewas seketika.

Sedangkan Laksmi lari tergopoh-gopoh. Mendatangi Purwa sama dengan memasuki kandang singa. Laksmi mendohok tak percaya. Kabar kematian Purwa terdengar cepat ke telinganya. Ia lantas kembali berlari ke kota sembari menangis tersedu sedan. Pelarian untuk kesekian kalinya.

Jiwanya tersayat-sayat. Semalaman tidur di alam terbuka hanya berlapis rumput-rumput liar. Melamuni nasib, memikirkan cinta yang kandas. Cinta yang seolah baru bermekaran setelah sebelumnya hanya dinikmati dalam diam. Lalu tenggelam belum lama. Laksmi terkatung-katung dalam pelarian.

Selesai

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Novel
Asmara Tahun 1998
Mona Cim
Cerpen
Bronze
Perihal Kematian
Anjrah Lelono Broto
Novel
Bulan dan Langit
sabina
Novel
Bronze
Couple goals?
catatanv
Skrip Film
One of The Finest Memories
Ralali Sinaw
Novel
Square Zone
Arvel
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
Balasan Surat Untukmu, Sean
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hidroponik
Keita Puspa
Novel
Jalan Tanpa Tepi
Nurul Fajriani
Novel
11/13
Egitya Melati
Novel
The Meaning Of You
Febby Juniatara
Komik
Thirtysomething
Kanistha
Skrip Film
For my twin
Widayanti
Rekomendasi
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Novel
Kinandita
Gita Oktavia
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Flash
Hasna Jasmine
Gita Oktavia
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Flash
Kama
Gita Oktavia
Novel
Nadir
Gita Oktavia
Novel
Manggala
Gita Oktavia