Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Dalam Bayang Bulan
10
Suka
29,496
Dibaca

Sepasang Suami-Istri, dalam Peperangan

Mereka berdua terus berlari menyusuri hutan-hutan. Kakinya yang telah bergetar diakibatkan pertarungan, tidak digubris keduanya. Nafasnya terengah-engah dan kejam nian dunia baginya. Tidak ada kata lain yang dapat digambarkan.

Laksmi menunduk lesu. Ia tak bersemangat, seperti sudah berada dalam ujung keputusasaan. Melupakan mimpi dan jiwa-jiwa yang baru saja kemarin berteriak memimpikan masa depan indah sebagai wanita seutuhnya. Seketika Laksmi sadar.

“Aku akan membantumu” Purwa bersungguh-sungguh.

“Ah sudahlah, sudah terlambat. Aku sudah tidak memiliki hasrat seperti itu lagi.” Laksmi memalingkan muka.

Kali ini, tak ada yang lebih mengagumkan dari mencintai. Mengadu kasih dan berdua saling melindungi. Dalam kondisi yang memilukan sekalipun, nyatanya kekuatan cinta tak terpupus oleh rasa takut.

Yang ada terus menggebu, mengejar, mencintai lelaki yang tak pernah putus-putus. Berjatuh-jatuh meringsut meminta, menagih apa yang telah dikatakan mengenai saling cinta-mencintai.

Tetapi tak ada yang lebih pasti, selain kata pasrah. Mata menghujam ke bawah, mentari sudah tidak pernah terbit semenjak penangkapan Purwa. Laksmi tengadah pada Tuhan yang Maha Esa.

Purwa lantas dihajar, dipukuli Prabu. Disiksa habis-habisan. Kepalanya di hujamkan lagi ke tanah. Matanya dibogem sampai bengkak. Tak ada ampun.

Seketika berakhir tragis, dalam perjalanan Laksmi menyusul Purwa. Purwa tak dapat bertahan sebelum kedatangan Laksmi. Purwa seketika gugur demi mencintai, mempertahankan, walau menjadi pahlawan kesiangan yang merebut Laksmi hanya dalam sekejap. Malam berdua dalam keheningan tempo waktu, hanya itu kenangan terindah bagi Purwa. Setelah itu, tidak ada kata lagi. Purwa tewas seketika.

Sedangkan Laksmi lari tergopoh-gopoh. Mendatangi Purwa sama dengan memasuki kandang singa. Laksmi mendohok tak percaya. Kabar kematian Purwa terdengar cepat ke telinganya. Ia lantas kembali berlari ke kota sembari menangis tersedu sedan. Pelarian untuk kesekian kalinya.

Jiwanya tersayat-sayat. Semalaman tidur di alam terbuka hanya berlapis rumput-rumput liar. Melamuni nasib, memikirkan cinta yang kandas. Cinta yang seolah baru bermekaran setelah sebelumnya hanya dinikmati dalam diam. Lalu tenggelam belum lama. Laksmi terkatung-katung dalam pelarian.

Selesai

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Novel
Bronze
Binar Sendu
Permatasari
Skrip Film
NAJELINA
eriana sofiani
Novel
Bronze
Boss & Guard
nadyanml
Novel
Bronze
Rama's Story : Virgo Chapter 2 - Guardian Angel
Cancan Ramadhan
Novel
Bronze
ENDLESS LOVE
Rex Delmora
Novel
SURAT CINTA YANG TAK BIASA
Muhammad Kholil Luthfi
Novel
Tentang Kita
Brigita Yurictia Lela
Novel
Gold
Dilarang Bercanda dengan Kenangan
Republika Penerbit
Novel
Bronze
Sebelum Dunia Menjadi Sunyi
A.A.Pusung
Cerpen
Bronze
Seharusnya, Ku Beranikan Diri Menatap Matamu
Autami Anita
Novel
Bintang di Hari Selasa
Penulis N
Novel
Kontrakan Cinta : Rian dan Bayu
Tara Joo
Flash
Bronze
Bayang
lidia afrianti
Novel
SECRET ON THE 19TH FLOOR
FRI
Rekomendasi
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Flash
Hasna Jasmine
Gita Oktavia
Novel
Kinandita
Gita Oktavia
Flash
Kama
Gita Oktavia
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Novel
Nadir
Gita Oktavia
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Novel
Manggala
Gita Oktavia