Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Dalam Bayang Bulan
10
Suka
28,976
Dibaca

Sepasang Suami-Istri, dalam Peperangan

Mereka berdua terus berlari menyusuri hutan-hutan. Kakinya yang telah bergetar diakibatkan pertarungan, tidak digubris keduanya. Nafasnya terengah-engah dan kejam nian dunia baginya. Tidak ada kata lain yang dapat digambarkan.

Laksmi menunduk lesu. Ia tak bersemangat, seperti sudah berada dalam ujung keputusasaan. Melupakan mimpi dan jiwa-jiwa yang baru saja kemarin berteriak memimpikan masa depan indah sebagai wanita seutuhnya. Seketika Laksmi sadar.

“Aku akan membantumu” Purwa bersungguh-sungguh.

“Ah sudahlah, sudah terlambat. Aku sudah tidak memiliki hasrat seperti itu lagi.” Laksmi memalingkan muka.

Kali ini, tak ada yang lebih mengagumkan dari mencintai. Mengadu kasih dan berdua saling melindungi. Dalam kondisi yang memilukan sekalipun, nyatanya kekuatan cinta tak terpupus oleh rasa takut.

Yang ada terus menggebu, mengejar, mencintai lelaki yang tak pernah putus-putus. Berjatuh-jatuh meringsut meminta, menagih apa yang telah dikatakan mengenai saling cinta-mencintai.

Tetapi tak ada yang lebih pasti, selain kata pasrah. Mata menghujam ke bawah, mentari sudah tidak pernah terbit semenjak penangkapan Purwa. Laksmi tengadah pada Tuhan yang Maha Esa.

Purwa lantas dihajar, dipukuli Prabu. Disiksa habis-habisan. Kepalanya di hujamkan lagi ke tanah. Matanya dibogem sampai bengkak. Tak ada ampun.

Seketika berakhir tragis, dalam perjalanan Laksmi menyusul Purwa. Purwa tak dapat bertahan sebelum kedatangan Laksmi. Purwa seketika gugur demi mencintai, mempertahankan, walau menjadi pahlawan kesiangan yang merebut Laksmi hanya dalam sekejap. Malam berdua dalam keheningan tempo waktu, hanya itu kenangan terindah bagi Purwa. Setelah itu, tidak ada kata lagi. Purwa tewas seketika.

Sedangkan Laksmi lari tergopoh-gopoh. Mendatangi Purwa sama dengan memasuki kandang singa. Laksmi mendohok tak percaya. Kabar kematian Purwa terdengar cepat ke telinganya. Ia lantas kembali berlari ke kota sembari menangis tersedu sedan. Pelarian untuk kesekian kalinya.

Jiwanya tersayat-sayat. Semalaman tidur di alam terbuka hanya berlapis rumput-rumput liar. Melamuni nasib, memikirkan cinta yang kandas. Cinta yang seolah baru bermekaran setelah sebelumnya hanya dinikmati dalam diam. Lalu tenggelam belum lama. Laksmi terkatung-katung dalam pelarian.

Selesai

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
SILENCE
Laily Suci
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Novel
Bronze
Cinta Tak Perlu Tanda Baca
sri ulang sari
Novel
Bronze
Sugar Baby Wanna be
Franciarie
Novel
Feel My Rhythm
Caroline
Novel
Sweet Agony
Sugianes
Flash
Bronze
Valentine Setiap Hari
Silvarani
Cerpen
Bronze
Have You Ever Liked Me?
Akara Drawya
Novel
Detektif Palsu: Fail Romansa si Antibetina
Zangi al'Fayoum
Novel
Dengarkanlah Gemuruhku, Dhawa
ayyy
Novel
Gold
Because Its You
Bentang Pustaka
Flash
KUTITIPKAN RINDU INI
DENI WIJAYA
Flash
Bronze
Sebuah Pengakuan
Faisal Susandi
Novel
Bronze
Wedding Planner
Viky Aulia Safitri
Novel
Gold
JATUH KE ANGKASA
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Dalam Bayang Bulan
Gita Oktavia
Flash
Penulis yang Patah Hati
Gita Oktavia
Flash
Lina Groningen
Gita Oktavia
Flash
Catatan Pembunuh
Gita Oktavia
Flash
Mangue-ku Mangrove
Gita Oktavia
Flash
Hasna Jasmine
Gita Oktavia
Flash
Kama
Gita Oktavia
Flash
Dosa dari Surga
Gita Oktavia
Novel
My Andrean
Gita Oktavia
Novel
Kinandita
Gita Oktavia
Novel
Nadir
Gita Oktavia
Novel
Manggala
Gita Oktavia