Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pengawal Pribadi
1
Suka
865
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Kalau dalam lima detik lagi kamu belum keluar, pintunya saya dobrak."

Aku melirik jam lalu mulai menghitung, empat menit lima puluh delapan detik.

Tidak ada jawaban, dan waktu lima detik itu berlalu, lalu berikutnya.

Brak.

Pintu kamarku benar-benar copot, seorang pria berjas hitam berdiri di ambang pintu sambil menatap engsel yang kini tergeletak mengenaskan di lantai.

"Oke." Ia menghela napas.

"Aku baru pertama kali merusak properti majikan sebelum mulai bekerja."

Aku menyilangkan tangan.

"Kau siapa?"

"Betta."

"Aku tidak tanya nama ikan cupangmu."

Ia berkedip sekali.

"Namaku memang Betta."

"Oh."

Aku tetap tidak merasa bersalah. Ia mengeluarkan sebuah amplop.

"Mulai hari ini saya ditugaskan menjaga Nona."

Aku tertawa keras sampai perutku sakit. Lalu kutunjuk gerbang rumah yang bahkan lebih tinggi dari tembok Benteng Vredeburg .

"Aku tinggal di rumah yang dijaga dua belas satpam."

"Iya."

"Ada tiga puluh enam CCTV."

"Iya."

"Ayahku mantan jenderal."

"Iya."

"Lalu kau mau menjagaku dari apa?"

Ia berpikir sebentar.

"Dari keputusan-keputusanmu."

Aku berhenti tertawa.

"Maaf?"

Ia membuka map lain.

"Laporan tiga bulan terakhir."

Ia mulai membaca.

"Keluar rumah pukul dua dini hari karena ingin membeli es krim rasa stroberi."

Aku berdehem.

"Tersesat di pusat perbelanjaan sendiri."

"Itu karena denahnya jelek."

"Naik taksi yang salah sampai provinsi sebelah."

"Itu sopirnya terlalu ramah."

"Mencoba memasak mi instan tanpa memasukkan air."

"Itu eksperimen."

"Mengirim uang kuliah ke nomor rekening tukang galon."

"Itu...."

Aku mengangkat telunjuk.

"Tunggu."

Ia menunggu.

"Aku memang sebodoh itu?"

Ia menutup map.

"Masih ada tiga puluh dua halaman lagi."

Aku tiba-tiba merasa Tuhan terlalu jujur saat menciptakan saksi hidup, sampai harus menyimpan begitu banyak catatan kebodohanku dan memberikannya kepada seseorang yang mengaku sebagai "pengawal pribadiku".

"Kakekku yang menyuruhmu?"

"Iya."

"Orang tuaku?"

"Menyetujui."

"Para satpam?"

"Mereka membuat grup khusus."

Aku memejamkan mata.

"Grup apa?"

"'Menyelamatkan Nona Sebelum Terlambat'."

"..."

"Aku adminnya." jawab si laki-lai berjas hitam itu, masih dengan posisi siaga.

Aku menatap langit, barangkali akan lebih baik jika meteor jatuh sekarang juga, menghantamku sekalian menghancurkan seisi rumah, termasuk penjaga pribadiku itu. Sayangnya Tuhan tampaknya sedang menikmati penderitaanku.

"Baik." Aku mengembuskan napas. "Kalau begitu, mulai hari ini aku akan membuat hidupmu sengsara sampai kau menyerah."

Betta mengangguk pelan.

"Semua pengawal sebelum saya juga berpikir begitu."

Aku mengernyit.

"Sebelum?"

"Iya."

"Lalu mereka ke mana?"

"Satu mengundurkan diri."

"Dua?"

"Menikah."

"Tiga?"

"Meninggal."

Aku membeku.

"Karena apa?"

Betta mengeluarkan ponsel.

Memperlihatkan sebuah berita.

Pengawal pribadi putri keluarga Mahardika tewas ditembak ketika menggagalkan upaya penculikan enam bulan lalu.

Dadaku mendadak sesak, itu kejadian gara-gara keteledoranku sebulan lalu.

"Ayahku bilang dia pindah kerja."

"Itu supaya Nona tetap tidur nyenyak."

Ia memasukkan kembali ponselnya.

"Lelaki pemesan penculikan nona baru bebas dari penjara minggu lalu."

Aku masih diam.

"Dan sejak pagi tadi."

Ia menoleh ke jendela.

"...mobil hitam yang sama sudah tiga kali melintas di depan rumah."

Suara mesin mobil terdengar pelan dari luar pagar. Tiba-tiba aku ingin meralat permintaanku kepada Tuhan yang sempat singgah di benakku barusan.

Sekarang aku berharap pria asing yang baru saja mencopot pintu kamarku itu benar-benar tahu cara melindungiku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
JEJAK RAGA
Dyah
Novel
Ibu Tanpa Rahim
Nur Azizah
Novel
Bronze
hope beyond my limits
Nur dotul jannah
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Tragedi Cinta Jilid 1
Tinta Emas
Novel
LAMPA'
A. F Rianti
Novel
Bronze
Sayat-Sayat Rindu Bidadari (Sebuah Novelette Psikologi Penggugah Jiwa)
Imajinasiku
Novel
Bronze
Cut Off
Dewi Fortuna
Flash
Layar Laptop
Lialuck777
Flash
Garis Keturunan
ryunee samaya
Flash
Laras Hebat!
Yutanis
Novel
Sang Penggoda
Monique Iinz
Flash
Pangestri, Sebuah Anak Panah Dari Raga Yang Menari
Foggy FF
Flash
Bronze
Canon for Your New Girl
Silvarani
Novel
Derita Istri Muda
Novia dewi
Rekomendasi
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Novel
Stalker Misterius KOZMIC BLUES
Hans Wysiwyg
Flash
Dinda
Hans Wysiwyg
Cerpen
THE CHOICE
Hans Wysiwyg
Flash
Biar Tuhan Saja yang Menulis Ceritanya
Hans Wysiwyg
Flash
Kota Sunyi Di Malam Hari
Hans Wysiwyg
Cerpen
Harmonika Déjà vu
Hans Wysiwyg
Novel
DEKUT MERPATI PEMURUNG--The Mourning Dove Calling
Hans Wysiwyg
Flash
Rezeki Mandra Dipatok Saep
Hans Wysiwyg
Cerpen
SYURGA YANG DILELANG
Hans Wysiwyg
Flash
BAJINGAN
Hans Wysiwyg
Cerpen
Susah Lupa
Hans Wysiwyg
Flash
Kesempatan Kedua
Hans Wysiwyg
Flash
CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Hans Wysiwyg
Flash
Mestakkung
Hans Wysiwyg