Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pengawal Pribadi
4
Suka
5,301
Dibaca

"Kalau dalam lima detik lagi kamu belum keluar, pintunya saya dobrak."

Aku melirik jam lalu mulai menghitung, empat menit lima puluh delapan detik.

Tidak ada jawaban, dan waktu lima detik itu berlalu, lalu berikutnya.

Brak.

Pintu kamarku benar-benar copot, seorang pria berjas hitam berdiri di ambang pintu sambil menatap engsel yang kini tergeletak mengenaskan di lantai.

"Oke." Ia menghela napas.

"Aku baru pertama kali merusak properti majikan sebelum mulai bekerja."

Aku menyilangkan tangan.

"Kau siapa?"

"Betta."

"Aku tidak tanya nama ikan cupangmu."

Ia berkedip sekali.

"Namaku memang Betta."

"Oh."

Aku tetap tidak merasa bersalah. Ia mengeluarkan sebuah amplop.

"Mulai hari ini saya ditugaskan menjaga Nona."

Aku tertawa keras sampai perutku sakit. Lalu kutunjuk gerbang rumah yang bahkan lebih tinggi dari tembok Benteng Vredeburg .

"Aku tinggal di rumah yang dijaga dua belas satpam."

"Iya."

"Ada tiga puluh enam CCTV."

"Iya."

"Ayahku mantan jenderal."

"Iya."

"Lalu kau mau menjagaku dari apa?"

Ia berpikir sebentar.

"Dari keputusan-keputusanmu."

Aku berhenti tertawa.

"Maaf?"

Ia membuka map lain.

"Laporan tiga bulan terakhir."

Ia mulai membaca.

"Keluar rumah pukul dua dini hari karena ingin membeli es krim rasa stroberi."

Aku berdehem.

"Tersesat di pusat perbelanjaan sendiri."

"Itu karena denahnya jelek."

"Naik taksi yang salah sampai provinsi sebelah."

"Itu sopirnya terlalu ramah."

"Mencoba memasak mi instan tanpa memasukkan air."

"Itu eksperimen."

"Mengirim uang kuliah ke nomor rekening tukang galon."

"Itu...."

Aku mengangkat telunjuk.

"Tunggu."

Ia menunggu.

"Aku memang sebodoh itu?"

Ia menutup map.

"Masih ada tiga puluh dua halaman lagi."

Aku tiba-tiba merasa Tuhan terlalu jujur saat menciptakan saksi hidup, sampai harus menyimpan begitu banyak catatan kebodohanku dan memberikannya kepada seseorang yang mengaku sebagai "pengawal pribadiku".

"Kakekku yang menyuruhmu?"

"Iya."

"Orang tuaku?"

"Menyetujui."

"Para satpam?"

"Mereka membuat grup khusus."

Aku memejamkan mata.

"Grup apa?"

"'Menyelamatkan Nona Sebelum Terlambat'."

"..."

"Aku adminnya." jawab si laki-lai berjas hitam itu, masih dengan posisi siaga.

Aku menatap langit, barangkali akan lebih baik jika meteor jatuh sekarang juga, menghantamku sekalian menghancurkan seisi rumah, termasuk penjaga pribadiku itu. Sayangnya Tuhan tampaknya sedang menikmati penderitaanku.

"Baik." Aku mengembuskan napas. "Kalau begitu, mulai hari ini aku akan membuat hidupmu sengsara sampai kau menyerah."

Betta mengangguk pelan.

"Semua pengawal sebelum saya juga berpikir begitu."

Aku mengernyit.

"Sebelum?"

"Iya."

"Lalu mereka ke mana?"

"Satu mengundurkan diri."

"Dua?"

"Menikah."

"Tiga?"

"Meninggal."

Aku membeku.

"Karena apa?"

Betta mengeluarkan ponsel.

Memperlihatkan sebuah berita.

Pengawal pribadi putri keluarga Mahardika tewas ditembak ketika menggagalkan upaya penculikan enam bulan lalu.

Dadaku mendadak sesak, itu kejadian gara-gara keteledoranku sebulan lalu.

"Ayahku bilang dia pindah kerja."

"Itu supaya Nona tetap tidur nyenyak."

Ia memasukkan kembali ponselnya.

"Lelaki pemesan penculikan nona baru bebas dari penjara minggu lalu."

Aku masih diam.

"Dan sejak pagi tadi."

Ia menoleh ke jendela.

"...mobil hitam yang sama sudah tiga kali melintas di depan rumah."

Suara mesin mobil terdengar pelan dari luar pagar. Tiba-tiba aku ingin meralat permintaanku kepada Tuhan yang sempat singgah di benakku barusan.

Sekarang aku berharap pria asing yang baru saja mencopot pintu kamarku itu benar-benar tahu cara melindungiku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Semuanya Asumsimu
Muhammad Ridhoi
Flash
Kereta
Nurmala Manurung
Flash
Bronze
Drama
B12
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Skrip Film
Love Apps
san hanna
Flash
Kutunggu Kau di BIL
Martha Z. ElKutuby
Cerpen
Bronze
Cikgu Cleo
Foggy FF
Cerpen
Bronze
Playboy Kelas Tuna
awanbiru
Novel
Hari Kebalikan
Wina Anggraeni
Komik
Komikecil Series Life
edokomikecil
Komik
The Last Three
Hans Kamari
Novel
Bronze
ASA kali kedua
Mahessa Gandhi
Novel
Bronze
Surat Yang Tak Terbalas
Lail Arrubiya
Novel
Bayang-bayang Dibalik Janji
Lukmanul Hakim
Novel
Pahit Lebih Manis
Yesno S
Rekomendasi
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
Summer yang Tak Pernah Hilang
Hans Wysiwyg
Flash
Laras
Hans Wysiwyg
Flash
Aruna dan Robin
Hans Wysiwyg
Flash
Orang Asing di Ujung Jembatan
Hans Wysiwyg
Flash
Traces Left Behind
Hans Wysiwyg
Cerpen
Pamit
Hans Wysiwyg
Novel
DI BAWAH LANGIT YANG TERLUKA Beneath The Wounded Sky
Hans Wysiwyg
Flash
Traitor
Hans Wysiwyg
Flash
Bahasa Cinta
Hans Wysiwyg
Novel
GARIS TAKDIR TANPA AKHIR
Hans Wysiwyg
Flash
Tetonam
Hans Wysiwyg
Flash
Suami Terba(l)ik
Hans Wysiwyg
Flash
RUMAH BERTABUR BAN
Hans Wysiwyg
Flash
Suatu Hari di Toko
Hans Wysiwyg