Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pengawal Pribadi
3
Suka
2,819
Dibaca

"Kalau dalam lima detik lagi kamu belum keluar, pintunya saya dobrak."

Aku melirik jam lalu mulai menghitung, empat menit lima puluh delapan detik.

Tidak ada jawaban, dan waktu lima detik itu berlalu, lalu berikutnya.

Brak.

Pintu kamarku benar-benar copot, seorang pria berjas hitam berdiri di ambang pintu sambil menatap engsel yang kini tergeletak mengenaskan di lantai.

"Oke." Ia menghela napas.

"Aku baru pertama kali merusak properti majikan sebelum mulai bekerja."

Aku menyilangkan tangan.

"Kau siapa?"

"Betta."

"Aku tidak tanya nama ikan cupangmu."

Ia berkedip sekali.

"Namaku memang Betta."

"Oh."

Aku tetap tidak merasa bersalah. Ia mengeluarkan sebuah amplop.

"Mulai hari ini saya ditugaskan menjaga Nona."

Aku tertawa keras sampai perutku sakit. Lalu kutunjuk gerbang rumah yang bahkan lebih tinggi dari tembok Benteng Vredeburg .

"Aku tinggal di rumah yang dijaga dua belas satpam."

"Iya."

"Ada tiga puluh enam CCTV."

"Iya."

"Ayahku mantan jenderal."

"Iya."

"Lalu kau mau menjagaku dari apa?"

Ia berpikir sebentar.

"Dari keputusan-keputusanmu."

Aku berhenti tertawa.

"Maaf?"

Ia membuka map lain.

"Laporan tiga bulan terakhir."

Ia mulai membaca.

"Keluar rumah pukul dua dini hari karena ingin membeli es krim rasa stroberi."

Aku berdehem.

"Tersesat di pusat perbelanjaan sendiri."

"Itu karena denahnya jelek."

"Naik taksi yang salah sampai provinsi sebelah."

"Itu sopirnya terlalu ramah."

"Mencoba memasak mi instan tanpa memasukkan air."

"Itu eksperimen."

"Mengirim uang kuliah ke nomor rekening tukang galon."

"Itu...."

Aku mengangkat telunjuk.

"Tunggu."

Ia menunggu.

"Aku memang sebodoh itu?"

Ia menutup map.

"Masih ada tiga puluh dua halaman lagi."

Aku tiba-tiba merasa Tuhan terlalu jujur saat menciptakan saksi hidup, sampai harus menyimpan begitu banyak catatan kebodohanku dan memberikannya kepada seseorang yang mengaku sebagai "pengawal pribadiku".

"Kakekku yang menyuruhmu?"

"Iya."

"Orang tuaku?"

"Menyetujui."

"Para satpam?"

"Mereka membuat grup khusus."

Aku memejamkan mata.

"Grup apa?"

"'Menyelamatkan Nona Sebelum Terlambat'."

"..."

"Aku adminnya." jawab si laki-lai berjas hitam itu, masih dengan posisi siaga.

Aku menatap langit, barangkali akan lebih baik jika meteor jatuh sekarang juga, menghantamku sekalian menghancurkan seisi rumah, termasuk penjaga pribadiku itu. Sayangnya Tuhan tampaknya sedang menikmati penderitaanku.

"Baik." Aku mengembuskan napas. "Kalau begitu, mulai hari ini aku akan membuat hidupmu sengsara sampai kau menyerah."

Betta mengangguk pelan.

"Semua pengawal sebelum saya juga berpikir begitu."

Aku mengernyit.

"Sebelum?"

"Iya."

"Lalu mereka ke mana?"

"Satu mengundurkan diri."

"Dua?"

"Menikah."

"Tiga?"

"Meninggal."

Aku membeku.

"Karena apa?"

Betta mengeluarkan ponsel.

Memperlihatkan sebuah berita.

Pengawal pribadi putri keluarga Mahardika tewas ditembak ketika menggagalkan upaya penculikan enam bulan lalu.

Dadaku mendadak sesak, itu kejadian gara-gara keteledoranku sebulan lalu.

"Ayahku bilang dia pindah kerja."

"Itu supaya Nona tetap tidur nyenyak."

Ia memasukkan kembali ponselnya.

"Lelaki pemesan penculikan nona baru bebas dari penjara minggu lalu."

Aku masih diam.

"Dan sejak pagi tadi."

Ia menoleh ke jendela.

"...mobil hitam yang sama sudah tiga kali melintas di depan rumah."

Suara mesin mobil terdengar pelan dari luar pagar. Tiba-tiba aku ingin meralat permintaanku kepada Tuhan yang sempat singgah di benakku barusan.

Sekarang aku berharap pria asing yang baru saja mencopot pintu kamarku itu benar-benar tahu cara melindungiku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
The Journey of My Life | Dimension
Anisatul Wafiroh
Novel
Bekas Rumah
Nina Nola Boang M
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
Deadline
anifah setyawati
Novel
Bronze
Deklarasi Rasa
Ulil Absor
Novel
LDF (long distance friend)
Luthfia Izza Nafara
Flash
Airnya Gak Nyala
Hilwa Athifah
Cerpen
Distraksi
Anisah Ani06
Flash
Remuk Bersama Rindu
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Novel
SARASWATI
Malichatus Sa'diyah
Novel
Gold
One Little Thing Called Hope
Gagas Media
Flash
Bronze
Instruksi Hati
Hesti Ary Windiastuti
Flash
Bronze
Malam di Bulan November
qiararose
Novel
Bangkit
Sean alvaro
Cerpen
Karmini Karmila
SURIYANA
Rekomendasi
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
IBU, AKU DAN DIA
Hans Wysiwyg
Flash
Tertawan Hati
Hans Wysiwyg
Flash
Biar Tuhan Saja yang Menulis Ceritanya
Hans Wysiwyg
Flash
Titik Nol
Hans Wysiwyg
Cerpen
FAKE PSIKOPAT
Hans Wysiwyg
Novel
GARIS TAKDIR TANPA AKHIR
Hans Wysiwyg
Flash
Gadis Kecil Di Trotoar
Hans Wysiwyg
Flash
CINTA MATI
Hans Wysiwyg
Cerpen
Genggam Tangan
Hans Wysiwyg
Flash
SAM DAN MESIN UANGNYA
Hans Wysiwyg
Flash
Kisi-Kisi
Hans Wysiwyg
Flash
Jangan Bangunkan Mimpi Ini
Hans Wysiwyg
Novel
DEKUT MERPATI PEMURUNG--The Mourning Dove Calling
Hans Wysiwyg
Flash
Pacar Lima Ratus Langkah
Hans Wysiwyg