Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Pengawal Pribadi
1
Suka
1,421
Dibaca

"Kalau dalam lima detik lagi kamu belum keluar, pintunya saya dobrak."

Aku melirik jam lalu mulai menghitung, empat menit lima puluh delapan detik.

Tidak ada jawaban, dan waktu lima detik itu berlalu, lalu berikutnya.

Brak.

Pintu kamarku benar-benar copot, seorang pria berjas hitam berdiri di ambang pintu sambil menatap engsel yang kini tergeletak mengenaskan di lantai.

"Oke." Ia menghela napas.

"Aku baru pertama kali merusak properti majikan sebelum mulai bekerja."

Aku menyilangkan tangan.

"Kau siapa?"

"Betta."

"Aku tidak tanya nama ikan cupangmu."

Ia berkedip sekali.

"Namaku memang Betta."

"Oh."

Aku tetap tidak merasa bersalah. Ia mengeluarkan sebuah amplop.

"Mulai hari ini saya ditugaskan menjaga Nona."

Aku tertawa keras sampai perutku sakit. Lalu kutunjuk gerbang rumah yang bahkan lebih tinggi dari tembok Benteng Vredeburg .

"Aku tinggal di rumah yang dijaga dua belas satpam."

"Iya."

"Ada tiga puluh enam CCTV."

"Iya."

"Ayahku mantan jenderal."

"Iya."

"Lalu kau mau menjagaku dari apa?"

Ia berpikir sebentar.

"Dari keputusan-keputusanmu."

Aku berhenti tertawa.

"Maaf?"

Ia membuka map lain.

"Laporan tiga bulan terakhir."

Ia mulai membaca.

"Keluar rumah pukul dua dini hari karena ingin membeli es krim rasa stroberi."

Aku berdehem.

"Tersesat di pusat perbelanjaan sendiri."

"Itu karena denahnya jelek."

"Naik taksi yang salah sampai provinsi sebelah."

"Itu sopirnya terlalu ramah."

"Mencoba memasak mi instan tanpa memasukkan air."

"Itu eksperimen."

"Mengirim uang kuliah ke nomor rekening tukang galon."

"Itu...."

Aku mengangkat telunjuk.

"Tunggu."

Ia menunggu.

"Aku memang sebodoh itu?"

Ia menutup map.

"Masih ada tiga puluh dua halaman lagi."

Aku tiba-tiba merasa Tuhan terlalu jujur saat menciptakan saksi hidup, sampai harus menyimpan begitu banyak catatan kebodohanku dan memberikannya kepada seseorang yang mengaku sebagai "pengawal pribadiku".

"Kakekku yang menyuruhmu?"

"Iya."

"Orang tuaku?"

"Menyetujui."

"Para satpam?"

"Mereka membuat grup khusus."

Aku memejamkan mata.

"Grup apa?"

"'Menyelamatkan Nona Sebelum Terlambat'."

"..."

"Aku adminnya." jawab si laki-lai berjas hitam itu, masih dengan posisi siaga.

Aku menatap langit, barangkali akan lebih baik jika meteor jatuh sekarang juga, menghantamku sekalian menghancurkan seisi rumah, termasuk penjaga pribadiku itu. Sayangnya Tuhan tampaknya sedang menikmati penderitaanku.

"Baik." Aku mengembuskan napas. "Kalau begitu, mulai hari ini aku akan membuat hidupmu sengsara sampai kau menyerah."

Betta mengangguk pelan.

"Semua pengawal sebelum saya juga berpikir begitu."

Aku mengernyit.

"Sebelum?"

"Iya."

"Lalu mereka ke mana?"

"Satu mengundurkan diri."

"Dua?"

"Menikah."

"Tiga?"

"Meninggal."

Aku membeku.

"Karena apa?"

Betta mengeluarkan ponsel.

Memperlihatkan sebuah berita.

Pengawal pribadi putri keluarga Mahardika tewas ditembak ketika menggagalkan upaya penculikan enam bulan lalu.

Dadaku mendadak sesak, itu kejadian gara-gara keteledoranku sebulan lalu.

"Ayahku bilang dia pindah kerja."

"Itu supaya Nona tetap tidur nyenyak."

Ia memasukkan kembali ponselnya.

"Lelaki pemesan penculikan nona baru bebas dari penjara minggu lalu."

Aku masih diam.

"Dan sejak pagi tadi."

Ia menoleh ke jendela.

"...mobil hitam yang sama sudah tiga kali melintas di depan rumah."

Suara mesin mobil terdengar pelan dari luar pagar. Tiba-tiba aku ingin meralat permintaanku kepada Tuhan yang sempat singgah di benakku barusan.

Sekarang aku berharap pria asing yang baru saja mencopot pintu kamarku itu benar-benar tahu cara melindungiku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
Berkunjung
Rolly Roudell
Flash
Bronze
Khayalan Pembaca Ayat-Ayat Cinta
Daud Farma
Flash
Ku Taruh Semua Yang Telah Selesai
Fadel Ramadan
Flash
Orang Asing di Ujung Jembatan
Hans Wysiwyg
Novel
A Little Hope
Triyanti Fitri
Novel
MELANGITNYA DOA KARTINAH
Tjut Zakiyah Anshari
Novel
Ekawarna atau Pancarona?
vaarani
Flash
Rupawan Monster Selalu Menyerupai Mangsanya
Fadel Ramadan
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Sarjana Pandemi
Fajar R
Flash
Bronze
Cermin Waktu
DMRamdhan
Flash
Bronze
Dialog Kematian
SIONE
Flash
Bronze
Time Alone
DMRamdhan
Flash
Bronze
Frekuensi
SIONE
Rekomendasi
Flash
Pengawal Pribadi
Hans Wysiwyg
Flash
IBU, AKU DAN DIA
Hans Wysiwyg
Flash
Tertawan Hati
Hans Wysiwyg
Flash
Orang Asing di Ujung Jembatan
Hans Wysiwyg
Flash
Pensil Untuk Lira
Hans Wysiwyg
Flash
DI BAWAH LANGIT YANG SAMA
Hans Wysiwyg
Flash
Luruh Bersama Angin
Hans Wysiwyg
Flash
Tiga Hati, Satu Ustaz
Hans Wysiwyg
Flash
CINTA MATI
Hans Wysiwyg
Novel
Rumah Ibu 3.915 Mil Jauhnya
Hans Wysiwyg
Flash
BAJINGAN
Hans Wysiwyg
Cerpen
Pamit
Hans Wysiwyg
Flash
Kesempatan Kedua (the end)
Hans Wysiwyg
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Flash
Seorang Perempuan dan Sarang Lebah di Kamarnya
Hans Wysiwyg