Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Surga Kerdus
0
Suka
1,924
Dibaca

Sebuah Opera permainan Sang Penjaga Surga

Di tangannya lah sesiapa yang layak dan tidak layak.

Semua yang ia beri dihitung ketat, semua yang ia lalaikan menguap di udara.

Pena di tangannya tidak berhenti menulis sumpah dan catatan sesiapa saja yang berbau neraka.

Dan sibuk memberi tanda centang tentang sesiapa saja yang menurutnya berbau surga.

Di tangannya pula ada lembaran lembaran apa yang harus dilakukan orang orang agar ia memberikan kalung surga.

Kalung surga palsu yang hanya berisi rantai untuk menjadi budak yang menyembah dirinya yang malas dan tidak bisa melakukan apa apa.

Diberikannya kalung surga kepada orang yang menguntungkan ego rapuhnya.

Diberikannya kalung neraka kepada orang yang membuatnya tak nyaman.

....

Sungguh aku sudi berkalung neraka

Daripada aku harus mengorbankan sesiapa dan apapun yang aku cinta untuk berujung sama atau mengingatkanku bagaimana aku berkalung rantai bergerigi tajam yang berbau wewangian moral.

"Lagipula, siapa yang bercita cita masuk pada surga dalam kepalamu? "

"Surga dari manusia rapuh yang memasak agama untuk menambal egonya dan menjerat orang lain hanyalah surga dari kerdus lapuk nan bau"

"Siapa yang bercita cita masuk dalam surga di kepalamu?"

"Yang pasti bukan aku!"

"Tuhan yang Maha Mengetahui dan pemilik segala ilmu tidak mungkin membuat agama dangkal seperti yang kau promosikan!"

"Kau merasa sebagai tangan kanan Tuhan padahal hanya manusia yang membendung surga Tuhan dan menciptakan surga kerdus penuh bau air liur dan bau kotoran gigi yang diperjualbelikan."

"Kau membendung orang orang yang hendak mencari jalan ke surga Tuhan yang Maha Besar agar mereka tersesat dan masuk pada istana kerdus di surga air liur dan kedangkalan pikiran!"

"Sudah, jangan tawarkan padaku tiket surgamu itu. Aku tidak akan terpesona."

"Aku berharap surga yang abadi dan kokoh milik Tuhan Besarku !"

"Aku menyembah Tuhanku Yang Maha Bijaksana serta Berkehendak, bukan menyembah serapah halus maupun kasar yang memabukkan dari bau mulut dan ludah yang kau pamerkan sebagai jalan kebenaran."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Bronze
VIP Rank Party wo Ridatsu shita Ore wa
Mochammad Ikhsan Maulana
Flash
Takdir Kehidupan
Diyanti Rita
Flash
MERANTAU
Shina El Bucorie
Novel
Dongeng Sebelum Tidur
HanaR_qisti
Novel
Bronze
belati dan verisai
SAKSI PENA
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sembilan Ketua BEM
Silvarani
Novel
Just Bodyguard
Ankano Wen
Flash
Betapa Dekatnya Sang Cahaya
Intan Rahmadani
Skrip Film
Akhir Cerita Riki
Maldalias
Flash
Bronze
Gandewa
Ravistara
Flash
Reverse # 3 : Gelombang
Yesno S
Novel
MISI RAHASIA PENJUAL ES CINCAU
Bung Rey Reborn
Cerpen
Bronze
Sayounara Ryuusei, Konnichiwa Jinsei
Mochammad Ikhsan Maulana
Rekomendasi
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Novel
Putri Cahaya Suci dan Penjaga Agungnya.
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Gadis Kecil dan Kaca Kristalnya
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Flash
A Most Earnest Letter to Those Who Brought Me Forth
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pengakuan
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Novel
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati