Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Sakit
0
Suka
71
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Tubuhku meradang terpilih pilu

"Tolong ... tolong belikan obatku ...."

Diberikanlah obat itu,

Lalu sakitku beberapa hari masih belum sembuh.

"Kapan kamu sembuh? Habis berapa untuk pengobatanmu ini?"

Kini, bertambah satu lagi sakitku.

....

Tubuhku meradang pilu

"Tolong aku ... badanku sungguh pilu ...."

Aku merintih ..

Memohon, berharap seseorang melihat keadaan rapuhku dan menolongku dengan lembut ..

Akhirnya seseorang datang, dengan letih aku mengadu ..

"Perutku lagaknya sedang terhujam tombak, sakit sekali aku tak kuasa ...."

Ucapku sambil berkaca-kaca.

Suaranya aku dengar, "Sana ambil kompres jangan hanya diam saja! Kalau sudah tahu tubuh sakit itu ya jalan beli obat bukan hanya diam!"

Aku pun memaksa diri untuk berjalan, mencari obat dan apapun yang bisa aku makan.

Sambil merintih kesakitan kutahan-tahan

Sebab kini jantungku pula terhujam tombak

...

Di kemudian hari aku kembali terkapar lagi

Kali ini kepalaku seperti retak menjadi seribu

Aku tak lagi bersuara, telah habis tenagaku untuk menahan denyut pilu

Seseorang yang lain melihatku

Diam sambil menetes air mataku

"Kenapa kau?" ucapnya.

"Pusing ..." ucapku letih.

Sembari berharap ia datang dengan obat atau selimut hangat dan ucapan doa lekas sembuh.

"Kau sudah besar! Jangan seperti anak bayi! Cepat beli obat sana! Diam saja pusingmu tidak akan sembuh!"

Akupun beranjak, betapa perihnya jantung itu sampai aku lupa kepalaku yang retak seribu.

Akupun akhirnya tahu, sebaiknya kupendam lukaku, sebaiknya kusembunyikan saja air mata perihku, supaya sakitku hanya satu.

...

Suatu waktu lagi tetiba saja aku ambruk, aku sudah tahu bahwa haram bagiku untuk memohon pertolongan indah itu.

Berusahalah aku menambah perutku yang bocor itu, sendirian sambil menangis di jalan mencari makan dan pengobatan.

Sampai akhirnya aku tak kuasa lagi.

Aku hendak tumbang.

Bergegaslah aku menuju rumah dewa para manusia

Aku lupa aku tak cukup sesaji untuk bisa membeli pertolongannya. Sehingga aku harus pulang menahan sakitku sendirian.

Tatkala di sana aku lihat, sesiapapun pergi ke rumah dewa itu tiada yang pergi sendirian seperti aku malam itu.

Bertubu-tubilah kini rasa sakitku

Tangisku pecah

Jatuhlah aku dan harga diriku berserakan

Obat dan perawatan datang

Bantuan itu datang

Diiringi dengan petirnya ..

"Seharusnya kalau tahu sakit itu bilang, bukannya apa-apa malah sok-sokan ditanggung sendirian."

Sekarang matilah aku, dihujam rasa sakit bertubi-tubi itu.

...

"Kubungkam saja mulutku"

"Ketika meradang tubuhku"

"Supaya sakitku hanya satu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Novel
Nataraja
Ghozy Ihsasul Huda
Flash
Bronze
Different World
May Marisa
Flash
Bronze
Werewolf: Adegan ke 2
Rere Valencia
Flash
Bronze
Apel Hijau untuk Ketum
Silvarani
Flash
Pembantai Tirani #1
Diva Pramudhya
Novel
LEGION : UNKNOWN KNIGHT
Delta
Cerpen
Bronze
Izinkanlah Aku Memakan Hatinya
Nurul Arifah
Flash
Bronze
Smell of Blood
Khay khay
Cerpen
Bronze
Aksi 12%
AndikaP
Flash
Meraih Asa, Menggapai Impian
Sandra Arq
Novel
Bronze
Sholat Yo
Hermawan
Flash
Play Game
Fitri Handayani Siregar
Flash
Bronze
Balada Sedih
Rere Valencia
Flash
Kesaksian Langit
Alita
Rekomendasi
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Novel
Putri Cahaya Suci dan Penjaga Agungnya.
Dinda Kusuma Ati
Novel
Maya
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Novel
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati