Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Sakit
0
Suka
1
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Tubuhku meradang terpilih pilu

"Tolong..tolong belikan obatku.."

Diberikan lah obat itu,

Lalu sakitku beberapa hari masih belum sembuh.

"Kapan kamu sembuh? Habis berapa untuk pengobatanmu ini ?"

Kini, bertambah satu lagi sakitku.

....

Tubuhku meradang pilu

"Tolong aku.. badanku sungguh pilu"

Aku merintih..

Memohon, berharap seseorang melihat keadaan rapuhku dan menolongku dengan lembut..

Akhirnya seseorang datang, dengan letih aku mengadu..

"Perutku lagaknya sedang terhujam tombak, sakit sekali aku tak kuasa.."

Ucapku sambil berkaca - kaca

"Sana ambil kompres jangan hanya diam saja ! Kalau sudah tahu tubuh sakit itu ya jalan beli obat bukan hanya diam !"

Aku pun memaksa diri untuk berjalan, mencari obat dan apapun yang bisa aku makan.

Sambil merintih kesakitan ku tahan tahan

Sebab kini jantungku pula terhujam tombak

...

Di kemudian hari aku kembali terkapar lagi

Kali ini kepalaku seperti retak menjadi seribu

Aku tak lagi bersuara, telah habis tenagaku untuk menahan denyut pilu

Seseorang yang lain melihatku

Diam sambil menetes air mataku

"Kenapa kau?" Ucapnya

"Pusing.." ucapku letih.

Sembari berharap ia datang dengan obat atau selimut hangat dan ucapan doa lekas sembuh.

"Kau sudah besar ! Jangan seperti anak bayi ! Cepat beli obat sana! Diam saja pusingmu tidak akan sembuh !"

Akupun beranjak, betapa perihnya jantung itu sampai aku lupa kepalaku yang retak seribu.

Akupun akhirnya tahu, sebaiknya ku pendam lukaku, sebaiknya ku sembunyikan saja air mata perihku, supaya sakitku hanya satu.

...

Suatu waktu lagi tetiba saja aku ambruk, aku sudah tahu bahwa haram bagiku untuk memohon pertolongan indah itu.

Berusahalah aku menambah perutku yang bocor itu, sendirian sambil menangis di jalan mencari makan dan pengobatan.

Sampai akhirnya aku tak kuasa lagi.

Aku hendak tumbang.

Bergegaslah aku menuju rumah dewa para manusia

Aku lupa aku tak cukup sesaji untuk bisa membeli pertolongannya. Sehingga aku harus pulang menahan sakitku sendirian.

Tatkala di sana aku lihat, sesiapapun pergi ke rumah dewa itu tiada yang pergi sendirian seperti aku malam itu.

Bertubu tubilah kini rasa sakitku

Tangisku pecah

Jatuhlah aku dan harga diriku berserakan

Obat dan perawatan datang

Bantuan itu datang

Diiringi dengan petirnya..

"Seharusnya kalau tahu sakit itu bilang, bukannya apa apa malah sok Sokan ditanggung sendirian."

Sekarang mati lah aku, dihujam rasa sakit bertubi tubi itu.

...

"Ku bungkam saja mulutku"

"Ketika meradang tubuhku"

"Supaya sakitku hanya satu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Novel
TITIK BUTA
Shireishou
Novel
Suara Dari Tribun
Setia S Putra
Novel
Bronze
Queen Of Mafia
Kakco
Novel
Bronze
100 Laskar Katak
JWT Kingdom
Flash
Bronze
Desa Naga Api
Silvarani
Flash
Most Wanted Person!
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
MERANTAU
hendri putra
Novel
Bronze
Rama's Story : Krisna - Pandawa Pertama
Cancan Ramadhan
Novel
Tak Kunjung Penantian
muhamad Rifki
Novel
Gold
The Young Elites
Mizan Publishing
Novel
Bronze
HITAM - PUTIH
hendri putra
Flash
Bayang Pengkhianat
Putri Rafi
Cerpen
Senggol Tonjok
Astromancer
Cerpen
Paradoks
Varenyni
Rekomendasi
Flash
Sakit
Dinda Kusuma Ati
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Flash
Surga Kerdus
Dinda Kusuma Ati
Flash
Pemilu Tak Kasat Mata
Dinda Kusuma Ati
Flash
Di Ambang Pintu
Dinda Kusuma Ati
Flash
Kuda Delman
Dinda Kusuma Ati
Novel
Putri Cahaya Suci dan Penjaga Agungnya.
Dinda Kusuma Ati
Novel
From now to 1414 years ago
Dinda Kusuma Ati
Cerpen
Duka
Dinda Kusuma Ati
Flash
Dunia yang terikat pada jantungku
Dinda Kusuma Ati
Flash
Awam
Dinda Kusuma Ati
Novel
Kelana Ruang Sang Merpati
Dinda Kusuma Ati
Flash
Percakapan Lama
Dinda Kusuma Ati
Flash
Jika Bukan Karena Engkau, Tuhan
Dinda Kusuma Ati
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati