Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Rengkuh
3
Suka
2,157
Dibaca

Semesta kadang suka bercanda. 

Adakalanya, seseorang berhasil menumbuhkan tekad untuk berubah. 

Lalu semesta seakan merestui. 

Tekad itu sungguh tumbuh. Berkembang, semakin kuat. 

Lalu ada kalanya, semesta mengajak bergurau, dengan menjatuhkan keadaan bahkan tidak cukup pada kondisi nol, tapi bahkan minus. 

Ke mana perginya tekad yang dipupuk sekian lama itu menghilang? Kalau terbenam, seberapa dalam ia masuk? 

Bagaimana cara menggalinya kembali? 

Kalau sudah ditemukan, bagaimana cara kembali menumbuhkannya dengan utuh? Bukankah saat sempat tenggelam dan terbenam, ada beberapa bagian yang sempat koyak? 

Ia bertanya pada semesta. 

Ia berteriak dalam luka. 

Ia jatuh dalam hilangnya asa. 

Kenapa? 

Lalu sekarang harus bagaimana? 

Ia lama diam. 

Ia lama tak mendengar jawaban. 

Semesta seakan tak pernah peduli pada ratapnya. 

Ia berteriak sekali lagi, dan tetap sunyi. 

Ia menyerah. 

Ia diam. 

Ia menunduk. 

Air mata bahkan berhenti jatuh. 

Ia tak peduli lagi apakah tanyanya akan berujung jawab. 

Ia tak ambil pusing apakah teriakannya akan didengar. 

Ia duduk, diam. 

Ia biarkan segalanya berlaku. 

Ia biarkan yang tertawa

Ia biarkan suara yang menghina

Ia biarkan suara yang menghibur

Semua ia biarkan, cukup ia dengar. 

Cukup ia terima. 

Perlahan semua terasa hening. 

Suara bercampur baur yang tadinya bising, menjadi jernih. 

Ia dengar, tapi hening. 

Ia rasa, tapi hening

Perlahan bisikan mengisi suatu ruang dalam hati. 

Tepukan terasa lembut dalam jiwa. 

Ia tidak lagi sendiri. 

Ada yang hadir menitipkan rasa tenang. 

Ada yang tiba untuk menjelaskan makna air mata yang sempat tumpah. 

Ada yang lewat untuk sekadar membuatnya merasa kembali berjiwa. 

Hai, atma. 

Kembalilah melangkah. 

Di depanmu bisa jadi ada jalan terjal yang bisa membuatmu terjatuh. 

Atau bisa jadi di depanmu jalan menanjak yang melelahkanmu. 

Atau justru jalan landai yang membawamu ke tujuan dengan cepat. 

Atau bisa jadi jalan terindah menuju-KU

Apapun di depanmu, bukan tugasmu menghakimi. Tugasmu menjalankan hidupmu. 

Tugasmu menuju tujuanmu. 

Tentang apa yang ada di antara kamu dan tujuanmu, itu urusanKU. 

Berjalanlah, hanya untukKU, dan pada-KU

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Rengkuh
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Lensa di Balik Tirai Dapur
INeeTha
Cerpen
Neraka bagi Sang Munafik
Yovinus
Flash
JANGAN JADI GURU!
Hans Wysiwyg
Novel
Bronze
Yang Terpilih
Kemala88
Novel
Bronze
Ruang Untuk Rindu
Diah kurniawati Ade Tenu Kurnia
Flash
Seri Kerangka Berpikir: Sudut Pandang
M. Fagih Alhafizh
Cerpen
Bronze
Aku dan Tenang Pikiranku
Ezra Jo
Flash
Arunika
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Setangkai Bunga Sedap Malam yang Tak Berbau Sedap
Silvarani
Cerpen
Bronze
KEPADA SENJA
angin lembah
Flash
Bronze
Akselerasi Politis Jakarta Bandung
Silvarani
Flash
Bronze
Larik Takdir
Y. N. Wiranda
Flash
Bronze
AWAN
Y. N. Wiranda
Rekomendasi
Flash
Rengkuh
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Menebus Rasa
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Bronze
CETHIK
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Bronze
Hujan di Bulan September
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Bronze
Lelaki Yang Dibawa Hujan
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Bronze
DIGDAYA
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Bronze
WILOKA
Wulan Kashi Dhamar
Cerpen
Bronze
Jam Tanpa Detak
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Bronze
Dia, Perempuan di Ambang Titian
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Bronze
Manusia Teras
Wulan Kashi Dhamar
Cerpen
Bronze
RENGKAH
Wulan Kashi Dhamar
Flash
SIRKUS HEMAT
Wulan Kashi Dhamar
Flash
BADUT KEDUA
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Topografi Luka
Wulan Kashi Dhamar