Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Surga di Telapak Kakiku
0
Suka
208
Dibaca

Mudah sekali bagi air mataku turun apabila menyangkut putraku. Mulai dari pertama kali aku melihat dua garis merah di test pack, air mataku sudah turun deras. Selama sembilan bulan tidak pernah sehari pun hatiku tak berdegup kencang menantinya.

Sembilan bulan berlalu, aku kembali menangis ketika berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkannya dari rahimku. Teriakan, tangisan, dan doa terus aku lantunkan hingga suara tangisannya menyaingi tangisku.

Tangisan putraku begitu kencang dan lantang, aku yakin dia akan menjadi pria tangguh di masa depan. Dan aku terus menangis setelah itu.

Aku menangis ketika untuk pertama kalinya putraku tersenyum melihatku. Aku menangis ketika putraku berhasil tengkurap setelah puluhan kali mencoba. Aku menangis ketika putraku berhasil duduk tegap tanpa bantuan bantal dan guling sebagai benteng perlindungan.

Aku menangis ketika putraku berhasil mendapat langkah pertama, langkah kedua, dan langkah-langkah selanjutnya. Aku menangis ketika putraku memanggilku, "Ibu! Ibu! Ibu!"

Aku menangis ketika putraku menenteng tas yang lebih besar dari tubuhnya. Aku menangis ketika wajah putraku lebam-lebam karena bertengkar dengan temannya di lapangan bola.

Putraku tumbuh begitu cepat ketika aku masih melihatnya sebagai bayiku. Dia menjadi seperti yang aku inginkan. Tampan dan tinggi. Sangat membantuku untuk memasang bohlam lampu.

Dia juga pintar, selalu mendapat ranking satu. Bahkan sering sekali pulang membawa piala lomba debat. Dan sampai pada waktunya aku menjadi lawan debatnya.

Aku menangis ketika putraku mulai berani membantahku. Aku tahu ia sudah remaja dan sudah baligh. Aku tak melarangnya untuk bersenang-senang dengan teman atau perempuan cantik di kelasnya. Tapi aku hanya takut ia kelewat batas ketika sering kali ku pergok putraku pulang malam.

"Ibu tidak ada hak untuk menasehatiku. Aku sudah besar. Aku berhak nentuin hidupku sendiri!"

"Tapi kamu anak ibu. Sampai kapan pun anak ibu."

"Anak haram tepatnya."

Dadaku sesak. Sulit sekali untuk mengambil napas.

"Nggak pernah ibu anggap kamu gitu."

"Tapi faktanya memang begitu kan, Bu. Aku tak pernah tahu siapa ayahku atau di mana dia sekarang. Atau bahkan Ibu pun tak pernah tahu yang mana?"

""Be-rani...kamu ngomong gitu sama ibu? Nggak takut jadi anak durhaka?"

"Anak durhaka?" Putraku tersenyum sinis kepadaku.

"Kamu lupa? Surga ada di bawah telapak kaki ibu."

Putraku tertawa sinis. Dia menatapku tajam dengan matanya yang tak lagi manis.

"Telapak kaki Ibu mana yang pantas ditempati surga?"

Seketika air mataku berhenti turun. Rasanya duniaku seketika berhenti mendengar ucapan itu keluar dari mulut putraku. Perlahan aku menatap telapak kakiku yang bersih, putih, dan mulus. Telapak kaki yang selalu mendapat tamu baru setiap minggu. Bukan untuk mengetuk pintu surgaku, tetapi untuk mengetuk pintu nerakaku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Surga di Telapak Kakiku
Alifia Sastia
Cerpen
Bronze
Lelaki Kenangan dan Kupu-Kupu di Lampu Merah
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
PAYUNG DI MUSIM KEMARAU
Fadhil Abdillah kafii
Novel
Bronze
NARANDINI
Dzalabu
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Flash
Bronze
Forbidden Rice
Silvarani
Novel
Bronze
Atteindre
Agid Zoe
Novel
Jejak Rasa
Arzam Perdana Lubis
Novel
Bronze
Introvert
rimachmed
Novel
LDR (Long Distance Religionship)
A Story by Fidnaa
Flash
Bronze
Bapak Usahain
Neil E. Fratér
Skrip Film
Insan Pilihan
intan elsa lantika
Novel
Bronze
Lynn
Onet Adithia Rizlan
Novel
Kasih Tak Sampai
Syifa Maziyyah
Novel
Gold
Deessert
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Surga di Telapak Kakiku
Alifia Sastia
Flash
Tangan Kanan
Alifia Sastia
Novel
Bronze
Hard for Me
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Anak Durhaka
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Jas Hujan
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Headset Kabel dan Lagu Jelek
Alifia Sastia
Skrip Film
Keluarga Tanpa Ibu (Script)
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Orang Gila
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Jam Malam
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Saklar
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Warisan Turun Temurun
Alifia Sastia
Flash
Bronze
Puber
Alifia Sastia