Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Monoton
2
Suka
38
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Kalian pernah dengar lagu ini?

"Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi..."

Entah kenapa lagu itu tiba-tiba terngiang di kepalaku, saat rebahan malas di sofa. Masalahnya, aku bukan kanak-kanak lagi, usiaku sudah lewat dua puluh tahun. Orang bilang aku "generasi rebahan". Aku metasa sekarang hidupku diam-diam sedang dikendalikan persis seperti pengulangan lagu anak-anak itu. Dulu mungkin bernilai baik, tapi sekarang rasanya jadi beda.

Bangun.

Mandi.

Gosok gigi.

Sarapan.

Main HP.

Makan siang.

Tidur siang.

Main HP lagi.

Makan malam.

Tidur.

Besoknya begitu terus berulamg dari awal. Membosankan!

Kalau hidupku dijadikan serial televisi, penonton pasti berhenti nonton di episode kedua karena semua episodenya persis sama. Monoton!.

Aku merasa seperti lakon NPC dalam video game, karakter yang setiap hari berdiri di tempat yang sama. Kalau diajak bicara jawabannya juga selalu sama, itu-itu saja, mereka "manusia mesin".

"Selamat pagi."

"Cuacanya cerah, ya."

Aku takut suatu hari nanti ada orang yang menekan tombol Skip Dialogue saat berbicara denganku, karena dikiranya aku juga mesin.

Aku harus bangun, harus lakukan sesuatu, apa saja, asalkan hidupku tak lagi seperti tombol Repeat, karena manusia tidak diciptakan hanya untuk bangun, makan, tidur.

Kalau hanya itu yang bisa kulakukan, ayam tetangga jauh lebih bernilai dari aku. Setidaknya setiap pagi ia selalu membangunkan orang-orang.

Sedangkan aku?

"Apakah hidupmu monoton sepertiku?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Monoton
Hans Wysiwyg
Cerpen
Melintasi Dimensi
Kirana
Cerpen
JEDA SUNYI
zanu ariska wakhida ainia
Novel
Ketika Langit Tak Lagi Memelukmu
Dyah
Flash
Bronze
Solitaire Beauty
Silvarani
Flash
Bronze
Industrial Bakurocho Station Monologue
Silvarani
Cerpen
Di Antara Luka Kehilangan
Mochamad Rozikin
Flash
Menikmati Takdir
Husein AM.
Cerpen
Bronze
Halte Kehidupan
Nuniek Sobari
Cerpen
Sinden Jugala
Lail Arahma
Cerpen
Akasia dalam diriku
Rain Dandelion
Flash
Bronze
Srigala berbulu domba
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Bintang
Dingu
Flash
Bronze
Dia Masih di Sini
Keita Puspa
Novel
Bronze
Love is (not) War
Aulia Fitrillia
Rekomendasi
Flash
Monoton
Hans Wysiwyg
Novel
Cinta Tanpa Kasta KOZMIC BLUES
Hans Wysiwyg
Flash
SUMMON LEVEN
Hans Wysiwyg
Novel
DI BAWAH LANGIT YANG TERLUKA Beneath The Wounded Sky
Hans Wysiwyg
Flash
Rezeki Mandra Dipatok Saep
Hans Wysiwyg
Flash
Laut Itu Luka
Hans Wysiwyg
Cerpen
KOTAK MERAH
Hans Wysiwyg
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Flash
Luruh Bersama Angin
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg
Flash
Hari Ini Bapak Menyemir Sepatuku
Hans Wysiwyg
Novel
DEKUT MERPATI PEMURUNG--The Mourning Dove Calling
Hans Wysiwyg
Cerpen
Jendela yang Pecah
Hans Wysiwyg
Cerpen
MESIN WAKTU
Hans Wysiwyg
Flash
SOULMATE
Hans Wysiwyg