Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
MAKANAN SULTAN
1
Suka
958
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Bagi kebanyakan orang, kardus bekas adalah sampah. Tapi bagi Udin, bocah sepuluh tahun dengan rambut kaku ala sapu ijuk, sebuah kardus pizza adalah cetak biru masa depannya.

Kardus itu ia temukan bulan lalu di tong sampah. Masih ada bercak saus tomat dan sisa aroma keju yang menempel di ujungnya. Udin merobek logonya, membawanya pulang ke kolong jembatan.

Sebelum tidur dengan perut keroncongan, ia akan berpidato di depan adik-adiknya. 

“Kalian lihat gambar ini? Orang kaya menyebutnya pijja. Kalau nanti Abang sukses, Abang belikan kalian Pijja segede ban tronton! Kita makan sampai perut kita buncit!” Kedua adiknya menelan ludah pasrah.

Jangankan pijja segede ban tronton, bisa beli segenggam beras di warung Mak Esah susahnya minta ampun. Udin harus mengumpulkan botol plastik bekas seharian, itu pun kadang hanya cukup untuk membeli mie instan satu bungkus yang kuahnya dibikin seember agar mereka bertiga bisa kebagian. 

Hidup ini lucu, pikir Udin. Orang kaya pusing mikirin diet karbohidrat, sementara Udin pusing mikirin cara agar cacing di perutnya tidak mati kelaparan.

Jam sudah menunjukkan tengah malam. Udin menyeret karung goninya yang baru terisi setengah, melewati basement parkir sebuah mall mewah yang sudah tutup. Lampu neon berkedip-kedip sepi. Suara langkah kaki Udin yang memakai sandal jepit beda sebelah, menggema di antara pilar-pilar beton.

Sebuah kotak “Pizza Hit” tergeletak. Udin celingukan. Kosong. Tidak ada mobil, tidak ada satpam, tidak ada siapa-siapa. Ia mengendap mendekati kotak itu, dengan tangan gemetar Udin menyentuh permukaan kardus tersebut. Hangat.

“Ini pasti punya orang kaya yang lupa pas masukin barang ke bagasi,” gumam Udin. “Kalau aku ambil, namanya mencuri. Kata almarhum Bapak, biar miskin asal jangan jadi maling.”

Tapi perutnya memprotes keras, ‘Gak usah sok suci, Din! Adik-adikmu di rumah lagi gigitin kuku nungguin kamu bawa makanan!’ Udin bimbang bukan main.

“HEI, SEDANG APA KAMU DI SANA!”

Sebuah suara bariton menggema keras dari ujung lorong basement, membuat tubuh Udin membeku ketakutan sambil memeluk sekotak pizza hangat di dadanya ….

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
MAKANAN SULTAN
Maryanti Oktaviani
Flash
Kisah Tengik
Rains Peter Aro
Flash
VIRAL! SEKOLAH TERAPKAN TIDUR SIANG BERBALUT KAIN KAFAN UNTUK SISWA. KEPALA SEKOLAH: SUDAH WAKTUNYA ANAK-ANAK MEMIKIRKAN MASA DEPAN.
Ade Anugrah
Flash
LIDAHMU MEMBUNUHMU
Ratna Arifian
Flash
Bronze
Reviewer Handal
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Naga dan Nasi Goreng
Wahyu Hidayat
Flash
Di Kolong Ranjang
Sugiadi Azhar
Flash
Suara Hati Pohon Kampus
Vivinanavina
Flash
Mbak Kunti yang Cengeng
9inestories
Komik
Candra Tawa
Uniipia
Cerpen
Akew yang Tersakiti
E. N. Mahera
Cerpen
Senjata Biologis Buatan Gebetan
cahyo laras
Flash
Kecoak Terbang
Noer Eka
Flash
Bronze
Pesawat Terbang Pembawa Kejutan
Siti rokhmah
Cerpen
Datang Bawa Malu, Pulang Bawa Duit (lagi)
cahyo laras
Rekomendasi
Flash
MAKANAN SULTAN
Maryanti Oktaviani
Flash
Saat Kelemahan Jadi Kemenangan
Maryanti Oktaviani
Flash
TAMAT.
Maryanti Oktaviani
Flash
Kuyang
Maryanti Oktaviani