Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Satu Dini Hari
0
Suka
804
Dibaca

Setelah berhenti bermain instagram, aku menaruh ponsel di sisi bantal, lalu menarik selimut untuk persiapan tidur.

“Katanya mau nikah di umur dua puluh tiga tahun. Kok, sampai sekarang nggak kejadian?”

Mulut siapa itu?!

Aku yang nyaris terlelap ini spontan membuka mata lebar. Sumber suara itu sudah mengambil tempat di sampingku, berbaring menghadapku.

Ah, dia lagi.

Tatapan nyalak kuberikan padanya. Tidak ada perasaan takut, gadis remaja itu malah tersenyum. “Katamu dulu paling lambat umur dua puluh lima, lho,” lanjutnya.

Biadab betul! Aku melirik jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari. Kenapa dia suka muncul di waktu aku ingin tidur, sih? Kenapa?!

“Bisa diam, nggak?” pintaku.

Dia menggeleng tegas. “Jawab dulu, nanti kamu baru bisa tidur.”

“Tapi aku lagi ngantuk, lho!”

“No, no, no….” Telunjuk tangannya bergerak tanda tidak setuju.

Sialan!

Seperti kejadian-kejadian sebelumnya, jika tidak dipaksa pergi, gadis ini tidak akan menghilang. Karena kesabaranku menipis, aku mencekik lehernya sekuat tenaga. Daripada mengerang kesakitan, dia malah tertawa. Apa aku kelihatan lucu di matanya?

Melihatnya semakin bahagia, aku jadi merasa kalah.

Aku membuang napas berat, terpaksa menjawab pertanyaannya. “Aku belum siap.” Genggaman tanganku di lehernya merenggang.

“Kenapa?” tanyanya dengan wajah menyendu. Aku bisa melihat kulit pipinya yang masih mulus seperti belum mengenal berbagai macam produk kecantikan.

“Banyak hal yang harus dipikirkan, tahu. Ini bukan soal dana pernikahan, tapi lebih pada substansi pernikahannya. Cinta doang nggak cukup. Kehidupan era dewasa itu memang banyak yang nggak sesuai ekspektasi.” Aku menjeda saat melihat keningnya berkerut. “Ngerti, nggak?”

“Makanya kalo ngomong itu dipikir dulu, jangan suka janji-janji.”

“LAH, KITA KAN ORANG YANG SAMA, KOCAK! MAKANYA KALO MASIH SEKOLAH ITU MULUTNYA JANGAN SUKA ASAL BUNYI!!”

Gadis itu tertawa, lalu sepersekian detik sosoknya memudar bagai uap air yang keluar dari ketel panas.

Melihat dia benar-benar pergi, aku meremas rambutku dan berdecak kesal. Sudah pukul satu lewat sepuluh. Aku menarik selimut hingga menutupi dagu, mencoba kembali terpejam, tapi kantukku sudah benar-benar hilang.

Ah, dia besok pasti bakal datang lagi.[]



— Deharuka 2026 —

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Satu Dini Hari
Deharuka
Novel
Apapun Situasinya Bakso Jawabannya
Gabriela kezia
Novel
my brother my bodyguard
Makrifatul Illah
Novel
Tersenyapkan
Lada Ungu
Novel
Stigma
Nita Simamora
Novel
YANG BULAN SAKSIKAN
Raden Maesaroh
Novel
Bronze
DUA DARA DI ATAS PRAHARA
Atis Dee Jay
Flash
LOKAYA
AnotherDmension
Flash
Bronze
Radio Kuna Kunawi
Sulistiyo Suparno
Novel
Gema Terakhir di Lantai Rumah
Sy. Ghina Alifatunnisa
Novel
Arjuna (Menata Mimpi, Menjalani Takdir)
Puspa Artheria
Novel
Pura-pura Buta
rarapinku
Novel
Last Seen
madeinnight
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Flash
Bronze
Ketua Kelas
Herman Siem
Rekomendasi
Flash
Satu Dini Hari
Deharuka
Cerpen
Sansuyu Tumbuh Di Kepalaku
Deharuka
Cerpen
The Last Place We Belong
Deharuka