Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Baju Bonekaku
1
Suka
1,181
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Waktu itu aku menerima boneka dari Paman. Katanya hadiah ulang tahunku yang kesepuluh. Boneka itu berbentuk beruang tampak polos dan berwarna cokelat muda, dengan garis bibir yang tersenyum. Aku memeluknya, membawanya kemana-mana. Hingga akhirnya sebuah ide terlintas di pikiranku: Bagaimana jika aku dandani saja boneka ini? Pasti dia akan lebih cantik dan keren.

Hari pertama, aku mulai mendudukan dia di meja belajar, memintanya memaniku memecah itungan matematika dasar. Hari kedua, aku punya ide untuk menyelipkan pensil di tangannya yang berbulu. Lalu berikutnya, aku meminta nenek menjahitkan baju untuknya.

Waktu terus berlalu hingga sekarang aku sudah tujuh belas tahun. Boneka beruang manisku sudah cantik terhias, bajunya bagus, bulunya bersih, semuanya tampak sempurna.

Hingga semuanya berubah ketika ada kompetisi barang antik. Tanpa berpikir panjang, aku mendaftarkan boneka beruangku ke dalam kompetisi itu dengan harapan bahwa semua dandanan ku akan dinilai sempurna dan menjadi juaranya.

Hasil penilaian pun keluar, aku melihat urutan nomor satu, dua, dan seterusnya, aku mendaftarkan bonekaku dengan nama Berry the Best. Namun TIDAK ADA. Nihil. Aku membolak-balik daftar pemenang itu dengan frustasi. Berry the Bestku dia tidak ada dalam daftar ini. Aku segera pengajukan protes ke panitia dan akhirnya penjelasan jurilah yang membuatku kaget.

"Kompetisi ini dinilai dari kemurniannya. Semua peserta wajib mengembalikan boneka ke bentuk paling dasar saat pertama kali diproduksi. idak boleh ada atribut tambahan, tidak boleh ada modifikasi."

Apa? Aku keluar dari ruangan tak percaya. Usaha yang kubuat selama ini, semuanya sia-sia. Aku harus melepas kemeja mini yang dijahit oleh Nenek dengan sisa benang tenunya. Aku juga harus mencabut pensil kayu yang sudah bertahun-tahun kuselipkan di lengan berbulunya yang empuk itu. Semua hasil dandananku selama belasan tahun, yang kubangun dengan segenap hati ternyata hanyalah sebuah atribut yang harus dipelas seketika.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Baju Bonekaku
Nona Vian
Novel
Gold
Terapi Shalat Tahajud
Noura Publishing
Novel
Theresia
Be. One
Novel
Gold
Rezeki Nomplok
Mizan Publishing
Novel
Bu, Jahit Juga Luka Ku
Marliana
Novel
Bronze
Aku Memilih Hijrah
Ellesss
Novel
Bronze
The Prophet
Imajinasiku
Novel
Sebelum Tintamu Memudar
Kairavya
Novel
Gold
Jangan Khawatir, Allah Bersamamu
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Takdir Sang Pencopet
Ahmad Iki Muqimudin
Novel
Gold
Kapal Nuh Abad 21
Bentang Pustaka
Novel
Pulang Itu Kamu
Bias Divhanka
Novel
Akademi Militer Api Abadi: Badai Yang Mendekat
Ahmada45
Novel
Bocah Angin
Arief Setiawan, M.M.
Novel
Remaja di Akhir Zaman
Muhammad Ari Pratomo
Rekomendasi
Flash
Baju Bonekaku
Nona Vian
Flash
Bronze
Hilang
Nona Vian
Flash
Bronze
Sibuk
Nona Vian
Flash
Superstar
Nona Vian
Flash
Tawa
Nona Vian
Flash
Bicara Lewat Mata
Nona Vian
Novel
Tamu
Nona Vian
Flash
Dia yang Datang
Nona Vian