Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Thriller
Tawa di Apartemen 14B
0
Suka
449
Dibaca

Hari sial tidak mengenal waktu. Untukku, pindah ke Apartemen ini salah satunya. Dinding yang tipis, cat yang mengelupas seperti kulit yang telalu lama memikul cuaca, dan lift yang selalu berhenti di lantai tujuh seolah sedang berpikir akan keputusan hidupnya.

Di sebelah unitku, 14B, tinggal seorang pria bernama Arman. "Tinggal sendiri?" tanyaku waktu kami berpapasan.

Dia tersenyum kecil. "Kayaknya."

Aneh sih. Tapi orang-orang kota memang sering bicara seperti puzzle yang kehilangan beberapa potong.

Malam pertama, aku mendengar suara tawa. Banyak tawa. Suara gelas beradu, musik pelan, percakapan yang bertumpuk, seolah ada pesta kecil di sana.

Aku menempelkan telinga ke dinding.

"...gila, lama nggak ketemu!"

"Hahaha, serius?"

"Kangen, bangsat."

Tawa lagi.

Tawa manusia itu aneh. Bisa terdengar seperti rumah. Bisa juga terdengar seperti sesuatu yang dipinjam dari tempat lain.

Aku kesal awalnya. Jam dua pagi dan mereka masih berisik. Tapi malam berikutnya sama. Dan malam berikutnya lagi.

Aneh karena aku tidak pernah melihat siapa pun masuk ke unit itu. Tak ada sepatu tambahan di depan pintu. Tak ada suara langkah ramai. Tak ada suara lift berhenti.

Cuma tawa.

Suatu sore aku bertanya ke satpam.

"Mas Arman sering bikin pesta ya?"

Satpam itu mengeryit.

"Arman?"

"14B."

Dia diam sebentar.

Lalu tertawa kecil, tapi tawa yang canggung. Tawa yang dipakai orang untuk menutupi sesuatu.

"Mas bercanda?"

Ada rasa dingin merayap di punggungku.

"Dia meninggal tiga minggu lalu."

Aku ingat suara AC di pos satpam waktu itu. Dengung rendah ditemani bau kopi saset dan dilengkapi hujan mengetuk atap seng pelan-pelan.

Aku menatapnya.

"Apa?"

"Serangan jantung, di dalam apartemennya."

Aku tertawa kecil.

Refleks.

Karena kadang orak manusia menolak ketakutan. Kita tertawa saat gugup. Saat bingung. Saat dunia tiba-tiba geser beberapa sentimeter dari tempatnya.

"Haha... lucu."

Satpam tidak ikut tertawa.

Malamnya aku berdiri di depan 14B. Pintu tertutup dan sunyi. Lalu...

"Hahahahah!"

Suara itu muncul lagi. Jelas dari dalam.

Aku mundur satu langkah, darahku terasa dingin. Ada banyak kemungkinan, pikirku. TV menyala, orang baru pindah, atau satpam yang salah. Logika manusia itu seperti lilin kecil. Dia terus berusaha menyala meski angin sudah masuk lewat semua jendela. Aku mengetuk.

Tok.

Tak ada jawaban.

Tok tok.

Tawa di dalam berhenti mendadak. Lalu suara langkah terdengar pelan mendekat.

Aku menahan napas. Siluet muncul di bawah celah pintu. Sepasang kaki. Berdiri diam.

"Arman?" suaraku serak.

Tak ada jawaban. Lalu muncul suara di balik pintu. Suara Arman.

"Aku pikir mereka masih di sini."

Aku membeku.

"Maksudnya?"

"...teman-temanku."

Sunyi.

"Mereka pulang waktu ambulan datang."

"Apa?" Aku mundur satu langkah, dua langkah, lalu aku lari.

Besok paginya polisi membuka unit itu. Tak ada siapa-siapa, tak ada TV yang menyala, tak ada speaker, bahkan tak ada tanda orang masuk.

Hanya satu hal. Di ruang tamu, ada foto-foto pesta berserakan di lantai. Dalam semua foto, Arman tersenyum, tertawa dikelilingi teman-temannya.

Yang aneh... di setiap foto, kursi di sebelah Arman kosong. Seolah seseorang seharusnya duduk di sana. Dan di foto terakhir...

Aku ada di situ.

Tersenyum.

Di belakang foto terdapat burung origami hitam. Di kakinya terikat satu kertas bertuliskan

"12 Oktober."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Flash
Tawa di Apartemen 14B
A. R. Tawira
Novel
Gold
Into the Water
Noura Publishing
Novel
Bronze
Sekelam Dendam Abraham
Randy Arya
Flash
Bronze
The Happiness
Hamli Akbar Pramulyana
Cerpen
Darahmu Tetap Saja Berwarna Merah
Galang Gelar Taqwa
Novel
ALMIRA
Andi Sukma Asar
Novel
Bronze
BEHIND THE STAGE
I. Majid
Cerpen
Sarang Peluru
Liopolt09
Novel
MISTERI LANDHUIS GOALPARA
Heru Sanjaya
Flash
Bronze
Otak
Afri Meldam
Flash
Bronze
Kakak
Gia Oro
Novel
Rahasia Tante Nina
Johanes Gurning
Flash
The Singing Bride
KOJI
Flash
Bronze
Saksi Mata
Gia Oro
Flash
Tragedi Jeruk Nipis
Noer Eka
Rekomendasi
Flash
Tawa di Apartemen 14B
A. R. Tawira