Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Lelaki itu dulu memanggilnya bunga liar. Katanya, “Kau tumbuh tanpa izin, tapi justru itu yang membuatmu indah.”
Lalu ia mulai menyiramnya dengan amarah. Dengan cemburu. Dengan ancaman. Sampai satu malam, Mei menyadari: ia bukan bunga. Ia tidak liar. Ia hanya ingin hidup.
Ia tidak ingin hidup dalam udara yang beracun. Tersedak dalam tipu-daya yang berulang. Ia kini sadar: lelaki itu takkan pernah berubah.