Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Tomat
0
Suka
16
Dibaca

🍅

Sekitar jam setengah enam, aku ingin pergi joging tapi tidak ada temannya. Kalau pun ada, jaraknya jauh-jauh. Kebetulan, bapak yang tak kemana-mana mengajak pergi. Tak menyiakan kesempatan, aku segera menyetujuinya untuk menemani joging. Seru tau lari pagi dengan bapak walau kadang, aku suka mengeluh karena capek setelah beberapa menit berjalan. Puas rasanya menikmati pemandangan langit yang belum sepenuhnya menampakkan sang Surya.

“Pak, kalau lewat jalan ini bisa gak?” tanyaku penasaran oleh rute jalan yang cukup asing ditumbuhi asri pepohonan disekelilingnya dengan aliran air alami disisi entah dimana ujungnya dan sepertinya jarang dilalui orang. Bapak hanya menatapnya sebentar lalu menggeleng mungkin tak setuju untuk melewati jalan ini.

“Kamu memang gak takut lewat sana soalnya mirip jalan setapak,” jawab bapak akhirnya tapi aku sangat yakin kalau lewat sana pasti seru. Jadi, aku maju duluan dan bapak mengikuti. Banyak cerita yang aku lontarkan disepanjang jalan sesekali terpesona oleh pemandangan yang berbeda dari biasanya. Lalu, perhatianku jatuh pada satu tomat yang tergeletak di tengah semak-semak ditumbuhi rerumputan melingkar.

Bapak tak berkomentar saat aku mengambil tomatnya. Aku hanya menggenggamnya dan kembali melanjutkan jalan dengan penuh semangat namun jalan yang ku lalui semakin gelap bahkan tadinya tenang berubah menjadi agak menakutkan ditambah suara serangga bersahutan agak kencang.

“Pak…,”

Loh bapak juga menghilang? Yang artinya aku sendirian. Tidak mungkin, jelas-jelas bapak ada di belakangku mendengarkan semua ceritaku lalu sekarang, aku ditinggal gitu?

Wah, ini tidak lucu-sangat tidak lucu. Aku memanggil bapak berulang kali hingga kembali ke tempat dimana tomat itu ditemukan tapi keberadaan bapak benar-benar tidak diketahui. Lalu aku harus kemana sekarang?

Aku takut, aku ingin pulang saja.

Samar-samar suara orang terdengar yang otomatis aku ikuti sumbernya. Berjalan dengan tergesa dan ya, aku melihat orang-orang. Mereka juga menggunakan pakaian untuk lari santai dan tomat ditangan masing-masing. Tunggu, tomat? Aku juga menggenggam tomat. Apa orang-orang disini memungut tomat persis yang ku lakukan? Kalau iya…Ah tidak-tidak.

Tempat ini mirip area taman dengan beberapa jalan setapak lalu pohon-pohon yang tumbuh asri dibeberapa bagian lalu sebuah gedung yang pintunya cukup jauh untuk di jangkau karena lantainya memanjang mirip lorong. Aku memilih menepi untuk mendekat pada bangku terbuat dari semen kokoh lalu duduk memperhatikan orang-orang nampak asyik melakukan aktivitas peregangan atau sekadar lari kecil seolah tomat digenggaman bukan halangan.

Tomat ini… bisa dimakan gak ya?

Ku segera gelengkan kepala. Jika sesuatu terjadi setelah memakannya siapa yang akan menolong. Ada-ada saja pikiran ku ini.

Lama duduk tak terasa sudah malam menjelang. Padahal hanya duduk namun waktu terasa begitu cepat bergerak. Memang sih waktu akan terus berjalan mau kita diam sekalipun. Sedangkan yang kutunggu tak menunjukan tanda-tanda menjemput. Kemudian, sesuatu tertangkap dari sudut mataku melintas berwarna putih sambil melompat serta bayangan hitam terus bergerak cepat disusul jeritan orang-orang terdengar. Aku terus menunduk berharap bisa menghilang begitu saja dan sampai di dalam rumah. Aku merindukan kasur, suara kedua orang tuaku bukan hal mengerikan seperti sekarang.

Ku pejamkan mata erat, tak sadar genggaman ku pada tomatnya terlalu kuat.

“Ayo jalan!”

Bapak? Aku kaget saat membuka mata, bapak muncul di depanku lalu tomat tergeletak di semak-semak itu sudah hancur dan sebelah tanganku berwarna merah. Aku tersenyum lega tanpa menoleh lagi ke tomatnya apalagi mengambil jalan yang sama karena kejadian tadi sudah cukup menyeramkan jika terulang.

-Selesai

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Keranti
Hendri Hermawan
Flash
Tomat
Yaraa
Novel
Bronze
Rama's Story : Mey Ling - Dark Castle
Cancan Ramadhan
Novel
WANGSA
Nila Kresna
Cerpen
Bronze
Menuju Jalan Keluar
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
Kala
Sendang Ayuningrum
Cerpen
Penumpang Tak Diundang
adinda pratiwi
Flash
LAKNAT : CURSED ONES (SHOWCASE)
Donny Sixx
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Hamburg
Mizan Publishing
Cerpen
Numpang Ke Kamar Mandi
Amelia Purnomo
Cerpen
Bronze
Teman Ilusi
SUWANDY
Novel
Bronze
Rumah Seribu Jendela
Randy Arya
Flash
Jalan Angker
Roy Rolland
Cerpen
Babuy
Pipo Vernandes
Novel
ZOMBI DAN MEREKA YANG TAK BISA MATI
Meliana
Rekomendasi
Flash
Tomat
Yaraa
Novel
Airin : Kekuatan Air
Yaraa
Flash
Jangan Dimakan!
Yaraa
Novel
But You
Yaraa
Novel
Teman Lamaku
Yaraa
Cerpen
Berisik
Yaraa
Skrip Film
Ketika Aku Tidur Script
Yaraa
Novel
Jejak Rasa
Yaraa
Flash
Pelangi Tiga Warna
Yaraa
Flash
Manusia Yang Tak Dianggap
Yaraa
Novel
Pasar Malam Terkutuk
Yaraa
Novel
Abada
Yaraa
Skrip Film
Selangkah Maju (Script)
Yaraa
Flash
Aku Tidak Jelek
Yaraa
Novel
Bronze
Koin 98
Yaraa