Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Kutelan obat setiap hari, menahan rasa sakit. Terkadang aku menangis di malam hari. Entah apa yang kupikirkan kala itu. Hanya mendengarkan satu lagu, bisa membuatku sedih berjam-jam.
Iya, aku habis putus dengan mantanku. Dulu, jika malam tiba, dia selalu berpamitan, ingin bermain game. Sedangkan aku tidak boleh memainkannya. Mana kutahu kalau di game itu bisa menggatal dengan lawan jenis, bahkan bisa berpasangan.
Tanpa pikir panjang, aku pun mencoba game itu. Awal masih tutorial, kata temanku kalau masih rank rendah hanya bertemu dengan bot atau komputer.
"Sabar, tunggu sampe badak, rasain. Mentok badak paling," ejek temanku.
Naiklah ke rank berlogo badak. Di sana banyak yang menambahkanku sebagai teman. Bisa bermain bersama, bahkan bertukar media sosial. Ya, isinya dominan laki-laki. Dari anak sekolah sampai bapak-bapak. Perempuan hanya kutemukan satu banding dua puluh.
Di dalam game, aku adalah roamer. Biasa memakai hero tank. Role ini jarang ada yang mau, karena sangat beresiko. Menang tidak dipuji, kalah dicaci maki. Aku dipungut oleh seorang solo player yang menganggap cara bermainku sangat baik. "Ikut main lima sama squad-ku," pesannya padaku.
Setiap pulang kerja atau saat libur kerja, aku bermain, hingga naik ke tingkatan naga, bisa dibilang tinggi. Lama-lama, aku menikmatinya. Jarang sakit, tidak pernah menangis, lambat laun aku tidak memikirkan masa lalu. Hanya saja kurang tidur. Karena satu pertandingan dalam game itu bisa mencapai 30 menit lamanya.