Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
Eksperimen Bahlil
0
Suka
71
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Dua bulan setelah diberhentikan dari Frozen Jaya, Bahlil akhirnya menjalani hidup dengan tenang.

Ia tidak lagi memikirkan stok nugget.

Tidak lagi memikirkan onggokan parasit es di freezer.

Tidak lagi memikirkan siapa yang akan mengantar barang hari itu.

Semuanya sudah menjadi masa lalu.

Setidaknya begitulah yang ia yakini.

Sampai suatu sore.

Saat sedang rebahan sambil menggulir media sosial, sebuah lowongan kerja muncul di layar ponselnya.

"Dibutuhkan Karyawan Toko"

Bahlil berhenti menggulir.

Nama tokonya membuat alisnya terangkat.

Frozen Jaya.

Tempat yang sama.

Tempat yang dulu mengeluarkannya.

Ia membaca iklan itu sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Lalu muncul sebuah pertanyaan yang sangat tidak berguna.

"Kalau aku ngantar lamaran lagi, kira-kira ekspresi Cece gimana ya?"

Seharusnya pertanyaan itu diabaikan.

Sayangnya, Bahlil adalah tipe orang yang sulit hidup berdampingan dengan rasa penasaran.

Besok paginya ia mencetak CV.

---

Saat Bahlil masuk ke toko, Cece sedang memeriksa nota.

"Siang, ce."

"Siang."

Bahlil menyerahkan map.

Cece menerimanya tanpa melihat.

Lalu membuka.

Lalu melihat nama di halaman pertama.

Lalu berhenti.

Perlahan ia mengangkat kepala.

"Bahlil?"

"Iya, ce."

"Bahlil?"

"Iya."

"Bahlil yang dulu?"

"Iya."

"Oh."

Hanya itu.

"Oh.

Tidak ada petir.

Tidak ada musik dramatis.

Tidak ada adegan kejar-kejaran.

Hanya sebuah "oh".

Bahlil sedikit kecewa.

Ia sudah membayangkan ekspresi yang lebih spektakuler.

Dua hari kemudian teleponnya berbunyi.

"Halo, Bahlil? Besok bisa datang wawancara?"

Bahlil langsung duduk tegak.

Eksperimen memasuki tahap kedua.

---

Besoknya ia datang tepat waktu.

Cece dan Koko duduk di depan meja.

Bahlil duduk di kursi seberang.

Suasananya aneh.

Mereka semua saling mengenal.

Namun tetap melakukan wawancara seperti orang asing.

"Bahlil sekarang kerja di mana?" tanya Cece.

"Belum ada, ce."

"Kenapa melamar lagi?"

Nah.

Inilah inti penelitian.

Pertanyaan yang ditunggu-tunggu.

Bahlil menarik napas.

"Sebenarnya..."

"Iya?"

"Saya penasaran."

Cece berkedip.

"Penasaran apa?"

"Penasaran kalau saya antar lamaran lagi, reaksi cece sama koko gimana."

...

...

...

Koko menatap Cece.

Cece menatap Koko.

AC berdengung pelan.

Di luar, seorang pelanggan sedang memilih sosis tanpa mengetahui bahwa sejarah sedang tercipta.

"Lil..."

"Iya, ce?"

"Jadi tujuan ngantar lamaran ini apa?"

"Ya itu tadi."

"Penasaran?"

"Iya."

"Bahlil tidak mau kerja?"

"Mau sih."

"Terus?"

"Tapi rasa penasarannya lebih besar."

Untuk pertama kalinya selama wawancara, Koko tertawa.

Bukan tertawa kecil.

Tertawa sungguhan.

Cece memijat pelipis. Entah menahan tawa atau menahan emosi.

"Bahlil, saya baru kali ini ketemu pelamar seperti ini."

"Maaf, ce."

Setelah beberapa menit, Cece menutup map.

"Kalau begitu, Bahlil mau lanjut proses?"

Bahlil berpikir.

Ia benar-benar berpikir.

Lalu menggeleng.

"Enggak usah, Ce."

"Kenapa?"

"Soalnya tujuan saya sudah tercapai."

Sepuluh menit kemudian Bahlil berjalan keluar toko.

Angin siang berhembus pelan.

Langit cerah.

Burung-burung berkicau.

Dan yang terpenting...

Rasa penasarannya sudah hilang.

---

Malamnya, Gemi mengirim pesan.

"BAAANNNG."

"Apa?"

"Kadanya abang wawancara tadi?"

"Iya."

"Jadi masuk lagi?"

"Enggak."

"Loh?"

"Udah selesai."

"Selesai apa?"

"Penelitian."

"..."

"..."

"Abang aneh."

"Makasih."

---

Sementara itu, di toko Frozen Jaya, Cece masih menggeleng-gelengkan kepala.

"Koko."

"Iya?"

"Menurutmu Bahlil itu sebenarnya cari kerja atau cari jawaban?"

Koko tertawa.

"Lima puluh persen cari kerja."

"Lima puluh persen lagi?"

"Ilmuwan."

Tamat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
Eksperimen Bahlil
hyaeonasa
Novel
Pengantin yang terlahir kembali
hiskiana
Cerpen
Bayang-Bayang di Benteng Arunika
Penulis N
Cerpen
Bronze
Cahaya antara Hebrides
Nour araa
Novel
Di Ujung Pelukan Malam: Kata-Kata Indah dan Sajak Kehidupan
Dede Nurrahman
Novel
TEROR SETAN BUNTING
Ahmad Barnash
Novel
Petrichor dan Lelaki yang Mati Berkali-kali
Utep Sutiana
Novel
Tawanan Kesayangan Tuan Gabriel
Titah Kesumawardani
Novel
Bronze
Gadis Biola
Auni Fa
Novel
Dongeng Cinta Fahza
Shofiyah
Novel
Our Golden Blanket
Wachyudi
Novel
Bab Pembantaian
Song Rinrin
Novel
Bronze
Lestari:375 Menit
Arif Sufyan
Novel
Aksara Lara Niraksara
Tarisa Adistia
Novel
Ngipri Ular
Haris Fadilah Hryadi
Rekomendasi
Flash
Eksperimen Bahlil
hyaeonasa
Novel
12-K
hyaeonasa
Flash
Ry... Namanya
hyaeonasa
Novel
Bronze
Perempuan yang Menangis Setelah Semua Orang Tidur
hyaeonasa
Cerpen
Bronze
Hal-Hal yang Diajarkan Kemiskinan Tanpa Bertanya
hyaeonasa
Flash
Moca
hyaeonasa