Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Mulut yang Terkatup
2
Suka
1,910
Dibaca

Wishna memandang chat-chat yang terus bermunculan di notifikasi smartphone-nya. Menyimak dan menimbang-nimbang apakah ia perlu menimbrung atau tidak. Setiap sesuatu yang datang secara beruntun membuat Wishna memiliki banyak pikiran di otaknya, dan hal itu membuatnya kacau. Karena itulah ia selalu kehilangan timing yang tepat, di kehidupan sosial ataupun pribadinya.

Wishna mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak siap. Untuk muncul dan terjun dalam suatu hal secara tiba-tiba membuatnya tak bisa jernih berpikir. Andai aku seperti kebanyakan orang.. pikir Wishna sedih. Dan pada akhirnya, lagi-lagi ia memilih untuk tak acuh dan membiarkan semuanya. Meski ia tahu, disalahpahami akan terus menempel ke depannya.

“Kamu kenapa diam saja? Punya mulut itu kalo bisa dipake. Jangan ngangguk sama nggeleng aja..”

“Fungsinya ada grup chat itu biar apa-apa bisa dibicarain di grup, eh malah sepi seperti ada namun tiada..”

Wishna terdiam. Semua kata-kata itu baginya menyakitkan, namun pikirannya mengatakan bahwa semua itu juga benar. Sudah lelah memakai topeng senyuman, kini ia merasa lelah karena berpikir untuk memakai topeng pribadi yang pintar berbicara dan selalu tanggap. Dan hal itu sangat berat. Baginya yang telah menutup mulut sedari kecil, yang bahkan tak memahami pribadinya dengan baik, rasanya seperti luar biasa lelah, namun ia hanya bisa marah, pada dirinya yang selalu ingin menyerah.

Wishna merasa bersalah. Pada dirinya dan dunia. Ia tahu menutup mulut tak selamanya baik. Ia hanya tak tahu, bagaimana cara mengungkap rasa dengan kata-kata. Karena apa yang terlontar dari mulut seringkali menyakitkan, dingin, dan penuh omong kosong. Semua itu hanya membuatnya lebih sedih.

Satu hal yang pasti, Wishna berusaha tak membenci orang yang membencinya, karena secara tak langsung ia juga menjadi penyebabnya. Ia menerima kebencian itu, karena memang ada kepantasan. Sebab ia pun benci akan dirinya. Wishna mengambil secarik kertas lalu menulis di atasnya,

Tak semua orang bisa mengatakan dengan gamblang apa yang ia rasa..

​

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Flash
My Own Night World
Rexa Strudel
Flash
Mulut yang Terkatup
Khirnis
Novel
Persidangan Langit
Maceloda
Skrip Film
DOSA COVID-19
Didiiswords
Novel
Kehangatan Baru
Dyah Anggraini
Novel
Luka yang Tak Pernah Sembuh
Eunike Hanny
Novel
Seperti awan,hujan dan ombak
athifsyaa
Flash
Bronze
Suara adalah Aib
Siti Soleha
Cerpen
Bronze
Tentang Seorang yang Ingin Melempar Tahi ke Wajah Koruptor
Habel Rajavani
Flash
Bronze
Akulah Pemeran Utamanya
Diyah Ayu NH
Novel
Some Wishes
pandabou
Novel
Bicara Tanpa Suara
Siti Amrul
Novel
Gold
Gadis Jeruk
Mizan Publishing
Novel
Gold
Misteri Boneka Melodi
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Mulut yang Terkatup
Khirnis
Flash
Jalan Pulang
Khirnis
Flash
Iklan Dulu
Khirnis
Flash
Di Antara
Khirnis
Flash
Datangnya Pergi
Khirnis
Flash
Mendung Selasar
Khirnis