Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Cerita Semalam
2
Suka
2,530
Dibaca

"Aku suka semua yang kamu lakukan semalam. Mau lagi besok, sayang, ya."

Hans yang sedang menuangkan teh hangat menoleh sambil tersenyum. "Memangnya kamu sampai segitunya. Sampai kebawa perasaan?" lanjutnya menggoda.

Riela mengangguk cepat. "Kamu enggak lihat aku sampai merem waktu menikmati semuanya?"

"Iya, aku tau."

"Makanya, besok malam aku mau lagi. Seperti tadi malam, ya."

Hans menggeleng lembut menahan tawanya. "Iyaaa, memangnya kamu baru sadar kalau Apple Pie buatanku seenak itu?"

"Iyaa... aku baru sadar semalam."

Riela menyandarkan dagu di meja, tatapan mata almondnya yang lembut tidak lepas memandangi laki-laki di hadapannya.

"Bukan masalah kamu lulusan Cordon Bleu France, sayang," katanya pelan. "Tapi aku tau kamu buat semua ini dengan hatimu. Dengan semua rasa sayang kamu ke aku."

Seketika senyum Hans berubah lebih lembut.

"Ya,semua cinta aku cuma buat kamu. Termasuk tiap kali aku memasakkan apa pun untukmu."

"Iiih... so sweet."

Mereka berdua tertawa lepas.

***

Malam itu terasa hangat, tempias gerimis masih tersisa di jendela kaca di sisi pantry tempat mereka berdua menikmati malam.

Di atas meja hanya tersisa dua cangkir teh dan sisa potongan pie yang mereka makan berdua.

Tapi untuk Riela, malam itu terasa istimewa karena cara Hans menunjukkan cintanya. Ketika diam-diam menggeser kursi mendekatinya, menyodorkan teh yang sudah dipastikan hangatnya pas seperti kesukaannya. Dan cara ia memandangnya seolah tidak ada perempuan lain di dunia ini selain dirinya.

"Apa?" tanya Riela ketika menyadari Hans terus menatapnya.

"Aku lagi mikir."

"Mikir apa?"

"Mikir kalau ternyata aku beruntung banget."

Riela tertawa tersipu. "Kok bisa?"

"Soalnya dari jutaan orang di dunia, yang pulang ke rumah dan makan masakanku setiap hari itu kamu."

"Romantis banget."

"Aku serius."

Hans meraih tangan Riela di atas meja.

"Aku enggak pernah bosan melihat kamu menikmati apa yang aku buat."

"Cuma karena aku makan kue?"

"Bukan."

"Lalu?"

"Karena setiap kali kamu tersenyum, rasanya semua capekku hilang."

Riela terdiam, matanya tiba-tiba menghangat.

Kadang cinta yang hangat datang hanya dari tatapan mata yang teduh, dan kehadiran seseorang di saat yang tepat ketika kamu menginginkannya. Seseorang yang memasak makanan favoritmu.

Seseorang yang menghabiskan waktu berjam-jam di dapur hanya untuk melihatmu tersenyum.

Hans menarik tangan Riela, dan mengecup punggung tangannya lembut.

"Aku punya rahasia."

"Apa?"

"Kue Apple pia semalam sebenarnya enggak seenak itu."

"Lho?"

"Yang bikin rasanya jadi istimewa karena aku bikin sambil mikirin kamu."

Riela langsung menahan tawa.

"Dasar."

"Aku serius."

"Berarti kalau lagi kangen aku, masakanmu makin enak dong?"

"Jauh lebih enak."

"Kalau lagi cinta banget?"

"Jangan ditanya."

Mereka tertawa bersama.

Riela memandangi laki-laki yang dicintainya itu, dan dalam benaknya ia hanya ingin malam-malam seperti ini bisa selalu mereka nikmati berdua. Bersama seseorang yang selalu memilihnya setiap hari.

Kata ibu Riela, ketika seorang perempuan mengatakan," aku bisa melakukannya semua sendiri," akan menjadi lengkap ketika bertemu seorang laki-laki yang mengatakan," aku tau, tapi aku selalu disini untukmu."

Seseorang yang melengkapi, dan selalu ada disisinya.

Ia menggenggam tangan Hans lebih erat.

"Sayang."

"Hm?"

"Besok malam aku mau lagi."

"Kue apple pie?"

Riela menggeleng.

"Lalu?"

"Malam seperti ini."

Hans lalu mendekatkan keningnya ke kening Alana.

"Itu mudah sayang."

"Kenapa?"

"Karena selama kamu masih di sini, aku akan selalu membuat malam-malam seperti ini untukmu."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Our First Romance
Arisyifa Siregar
Flash
Cerita Semalam
Hans Wysiwyg
Novel
Begin
Fiha Ainun
Novel
Bronze
The Ghost's Problems
Sukma Nurrizki
Novel
Marisa
Donny Setiawan
Skrip Film
Between Heart
Adi Rizaldi
Novel
Mana Barista : Aku Belajar Mengendalikan Sihirku Tapi Tidak Pernah Belajar Mengendalikan Perasaanku
Lyneetra
Flash
Jam Tangan
Noor H. Dee
Novel
Anantara Rasa
JAI
Cerpen
Angkot Punya Cerita
Brigita Tampubolon
Cerpen
Bronze
Cinta Anak 6 tahun
Aisyah swan
Novel
Bronze
Suara Puitis Pacar Online-ku
Bulan Separuh
Flash
Bronze
Lelaki yang Menunggu
Yuisurma
Novel
CEO BUCIN: Cinta Itu Investasi Nekat
Eko Witjaksono
Novel
Gold
Perikardia
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
Cerita Semalam
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg
Flash
I Miss You So Badly
Hans Wysiwyg
Cerpen
Flying Over a Hundred Miles
Hans Wysiwyg
Flash
Sebuah Pohon Sebuah Hidup
Hans Wysiwyg
Flash
Pemenang Kedua
Hans Wysiwyg
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Flash
Pacar Lima Ratus Langkah
Hans Wysiwyg
Flash
SUMMON LEVEN
Hans Wysiwyg
Cerpen
Apron Muyi
Hans Wysiwyg
Flash
JANGAN JADI GURU!
Hans Wysiwyg
Flash
아이구 Aigoo, Still Re
Hans Wysiwyg
Novel
Rumah Ibu 3.915 Mil Jauhnya
Hans Wysiwyg
Flash
SEPULANG REUNI IBU SAKIT
Hans Wysiwyg
Flash
SEMANGKUK NASI UNTUK AYAH
Hans Wysiwyg