Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Aku
1
Suka
708
Dibaca

Aku hanya ingin tenang, bisa diam membisu seperti manekin. Aku lelah dengan tangan yang gemetar karena obatku tak bisa membuatku diam.

"Saya sudah bilang jangan naikan dosisnya."

"Obat itu dirancang sesuai dosis kamu." Dokter Melanie Wijaya memukul tanganku pelan, ia tersenyum lembut kearahku.

"Jika rasa ingin bunuh dirinya kuat, langsung ke UGD aja, bilang saya pasien dokter Melanie, " ujarnya, membuatku terdiam.

Belakangan ini rasa ingin mengakhiri hidupku seperti menekanku, aku tak mengerti mengapa itu terjadi.

"Sebenarnya saya kenapa dok, rasanya seperti _stuck_ ."

"Ada orang yang proses sembuhnya cepat ada yang lambat. Kamu cuma lagi stuck aja, kamu seperti orang jalan tapi baru satu langkah. Memang berat melupakan apa yang terjadi, tapi terlepas itu semua kamu sudah hebat sejauh ini." Ujar Dokter itu padaku.

"Dok... Saya nggak punya tujuan hidup."

"Iya saya tau kamu depresi, rasa sakit hati karena kamu menahan terlalu lama berubah menjadi sakit fisik, " ujarnya kembali mengingatkanku.

Aku tersenyum canggung, "iya memang Dok, aku merasa seperti bingung dengan hidupku."

Seperti petaka."

"Dosisnya kita tambah ya," ujar dokter itu.

"Evakuasi ke ruang tulip saja kalau pusing, " ujarnya. Aku menatapnya diliputi keraguan, ada apa dengan aku sekarang ini, apakah itu pertanda memburuk.

Aku tahu ruang itu, ruang untuk pasien dengan kondisi yang sudah tidak lagi rawat jalan.

"Iya Dok, Andin akan usahakan jangan sampai masuk ruang itu."

Malam tiba ketika pemeriksaanku usai, aku menatap gedung rumah sakit itu, suasana di sekitarku terasa sunyi dan kosong.

"Aku hanya ingin ketenangan," batinku kepada diriku sendiri.

Entap apa yang mendorongku berjalan cepat ke lampu merah, tanpa sadar aku berlari menuju ke arah datangnya mobil yang tengah melaju sangat cepat, aku hanya mendengar suara decitan nyaring ditelingaku, sebelum semua menjadi gelap. Cairan hangat mengalir di pelipisku. Sayup kedengar suara jeritan orang, langkah kaki berlarian mendekatiku,aku melihatnya tapi hanya bisa terdiam. 

Tuhan, aku berharap semoga kali ini aku tak hidup lagi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Aku
Reveniella
Cerpen
Bronze
Aku dan Beribu Kenangan di Sebuah Kedai Kopi
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Mbok Kirah
Atsuka D
Novel
Bronze
BETTER HALF
KUMARA
Novel
Ruam Pilu
Vika Arifina Auliya Rokhmani
Flash
Api dalam Hujan
Elysiaaan
Flash
Mendung Selasar
Khirnis
Flash
Iklan Dulu
Khirnis
Novel
L/R
Fani Fujisaki
Novel
Bronze
Ankle Breaker Origin
Dhimas Ardhio
Novel
Buku Harian Winter
Meilan
Flash
Bronze
KOMPAS
Riswandi
Novel
1#Cinta
yopi
Skrip Film
Baba, Izinkan kami menyempurnahkan kisahmu
Aries Zayatri
Skrip Film
GONDRONG X KLIMIS
Ahmad Gali Prayoga Nasution
Rekomendasi
Flash
Aku
Reveniella
Novel
Qurencia
Reveniella
Flash
Jatuh dan cinta
Reveniella
Novel
First place in my heart
Reveniella
Novel
Venchouva
Reveniella
Novel
Rumah ke Rumah
Reveniella
Flash
Apakah Aku Pantas Dicintai?
Reveniella
Flash
Ayahku koruptor
Reveniella
Flash
Ujaranku pada kematian
Reveniella
Flash
Budak korporat
Reveniella
Flash
Meja Nol 7
Reveniella
Flash
Rakyat terpinggir
Reveniella
Cerpen
Dunia Hijau milik Cemara
Reveniella
Novel
Ruang Abu-abu
Reveniella
Flash
Wanita metropolitan
Reveniella