Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Aku
1
Suka
136
Dibaca

Aku hanya ingin tenang, bisa diam membisu seperti manekin. Aku lelah dengan tangan yang gemetar karena obatku tak bisa membuatku diam.

"Saya sudah bilang jangan naikan dosisnya."

"Obat itu dirancang sesuai dosis kamu." Dokter Melanie Wijaya memukul tanganku pelan, ia tersenyum lembut kearahku.

"Jika rasa ingin bunuh dirinya kuat, langsung ke UGD aja, bilang saya pasien dokter Melanie, " ujarnya, membuatku terdiam.

Belakangan ini rasa ingin mengakhiri hidupku seperti menekanku, aku tak mengerti mengapa itu terjadi.

"Sebenarnya saya kenapa dok, rasanya seperti _stuck_ ."

"Ada orang yang proses sembuhnya cepat ada yang lambat. Kamu cuma lagi stuck aja, kamu seperti orang jalan tapi baru satu langkah. Memang berat melupakan apa yang terjadi, tapi terlepas itu semua kamu sudah hebat sejauh ini." Ujar Dokter itu padaku.

"Dok... Saya nggak punya tujuan hidup."

"Iya saya tau kamu depresi, rasa sakit hati karena kamu menahan terlalu lama berubah menjadi sakit fisik, " ujarnya kembali mengingatkanku.

Aku tersenyum canggung, "iya memang Dok, aku merasa seperti bingung dengan hidupku."

Seperti petaka."

"Dosisnya kita tambah ya," ujar dokter itu.

"Evakuasi ke ruang tulip saja kalau pusing, " ujarnya. Aku menatapnya diliputi keraguan, ada apa dengan aku sekarang ini, apakah itu pertanda memburuk.

Aku tahu ruang itu, ruang untuk pasien dengan kondisi yang sudah tidak lagi rawat jalan.

"Iya Dok, Andin akan usahakan jangan sampai masuk ruang itu."

Malam tiba ketika pemeriksaanku usai, aku menatap gedung rumah sakit itu, suasana di sekitarku terasa sunyi dan kosong.

"Aku hanya ingin ketenangan," batinku kepada diriku sendiri.

Entap apa yang mendorongku berjalan cepat ke lampu merah, tanpa sadar aku berlari menuju ke arah datangnya mobil yang tengah melaju sangat cepat, aku hanya mendengar suara decitan nyaring ditelingaku, sebelum semua menjadi gelap. Cairan hangat mengalir di pelipisku. Sayup kedengar suara jeritan orang, langkah kaki berlarian mendekatiku,aku melihatnya tapi hanya bisa terdiam. 

Tuhan, aku berharap semoga kali ini aku tak hidup lagi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Aku
Reveniella
Novel
Surat Cinta Untuk Ayah
Aries Supriady
Novel
Rumah Tak Berpintu dan Jendela
Setia S Putra
Novel
Menunggu Di Bandara El Tari
DENI WIJAYA
Flash
Pacar Bohongan
Yohanna Claude
Flash
Mengapa Harus Ada Cinta dalam Pernikahan
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Langit Kita, Langkah Kita
Putri Rafi
Flash
Bronze
Sang Komedian Runtuh
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
JAZZBUK
glowedy
Novel
Strong Girl
Liustina Jonna Saputri
Novel
Jangan Nikah Muda
Ngiungiu
Flash
Keluargaku di Garis Takdir Lain
Sekar Kinanthi
Flash
Pergaulan Bebas
lidhamaul
Flash
Pikiran Konyol
bybellè
Flash
Bronze
Potong Tangan
Sulistiyo Suparno
Rekomendasi
Flash
Aku
Reveniella
Flash
Secangkir Cokelat Panas
Reveniella
Novel
Venchouva
Reveniella
Flash
Apakah Aku Pantas Dicintai?
Reveniella
Flash
Ujaranku pada kematian
Reveniella
Novel
First place in my heart
Reveniella
Cerpen
Hadriyam (2)
Reveniella
Flash
Penjara Aktivis
Reveniella
Novel
Rumah ke Rumah
Reveniella
Flash
Rakyat terpinggir
Reveniella
Flash
Anggap Aku Rumahmu
Reveniella
Flash
Meja Nol 7
Reveniella
Flash
Matinya sang pelukis
Reveniella
Novel
Ruang Abu-abu
Reveniella
Flash
Wanita metropolitan
Reveniella